3 Keuntungan Memiliki Genset Silent

Keuntungan memiliki genset silent memang banyak, dibandingkan dengan jenis open. Dari segi nama saja, pasti Anda sudah tahu. Tingkat kebisingan yang dihasilkan memang berbeda. Oleh karena itu, jenis ini paling cocok digunakan untuk rumah tangga. Sementara, untuk tipe open cocok digunakan industri.

Tidak ada ukuran pasti mengapa genset open cocok digunakan untuk industri. Tetapi, alasan paling tepat adalah harganya yang lebih murah. Lagi pula, penempatannya bisa disatu ruangan besar dan jauh dari aktivitas manusia. Sehingga,  tidak akan mengganggu kinerja karyawan untuk produksi.

Faktor terbesar yang mempengaruhi harga dan kebisingannya adalah tutup generator itu sendiri. Pada tipe silent, Anda bisa melihat bahannya terbuat dari plat besi. Dengan ketebalan 2 mm sampai 3 mm. Mulai dari engsel, doorlock hingga penutup yang digunakan. Selain itu, bagian dalam pada dindingnya dilapisi dengan busa peredam.

Hal inilah yang menyebabkan suara bisingnya tidak terlalu terdengar. Dengan bahan berkualitas tinggi, sehingga tahan terhadap api. Untuk kapasitasnya sendiri mulai dari 10 kVa hingga 1000 kVa. Ada berbagai macam merek, menyediakan peralatan ini. Rentang harga bervariasi paling murah sekitar Rp900.000,- dan paling mahal sekitar Rp9.000.000,-.

Tahan Terhadap Cuaca

Keuntungan memiliki genset silent pertama adalah tahan terhadap cuaca. Pada dinding yang terbuat dari baja ini dilengkapi dengan bahan khusus. Sehingga, tahan terhadap cuaca apa pun, baik hujan maupun panas. Sehingga, tidak ada masalah jika Anda meletakkannya di luar. Kinerjanya pun tidak menurun sama sekali.

Hal ini dipengaruhi dari kanopi yang bisa Anda lihat menutupi bagian inti dari genset itu sendiri. Kerapatan kanopi ini membuatnya tahan terhadap air, terik matahari, dan debu. Dengan begitu, endapan kotoran yang jadi faktor kerusakan beberapa komponen bisa dihindari.

Karena ketahanan inilah, genset silent cocok digunakan untuk keperluan pada rumah tangga. Terutama bagi mereka yang tinggal di kota besar di Indonesia seperti, Surabaya, Jakarta, Semarang dengan suhu diatas 30 derajat setiap harinya. Faktor lahan sempit, membuat alat satu ini harus diletakkan di luar.

Efisiensi tempat juga menjadi landasan utama perusahaan membeli. Produk ini juga bermanfaat bagi Anda pengusaha pariwisata, terutama di luar jawa. Di mana listrik masih belum ada. Kenyamanan menggunakan produk ini akan meningkatkan keterisian sebuah penginapan, karena hadirnya listrik adalah sebuah layanan istimewa.

Mampu Meredam Suara Mesin

Keuntungan memiliki genset silent selanjutnya adalah menurunkan suara bising hingga 70db dalam jarak 7 meter. Sistem peredaman dengan menggunakan busa ini memang bekerja maksimal.

Bahan yang digunakan adalah polyurethane foam. Sudah terbukti mampu meredam segala bentuk kebisingan dan sering digunakan dalam segala bentuk industri, studio musik. Bentuknya cukup banyak, ada busa telur, piramid, dan segitiga. Permukaannya tidak rata, sehingga daya serapnya cukup besar dan bekerja sangat baik.

Menariknya, tipe peredam ini bisa bertahan cukup lama. Bahkan, sesuai dengan usia dari generator itu sendiri. Sayangnya, pengembangan teknologi ini hanya ada dibeberapa merek saja. Tidak semua mempunyai kelebihan sama. Sebelum membeli, usahakan gali informasi terlebih dahulu mengenai ketahanannya.

Perawatannya yang Cukup Mudah

Masih ada lagi keuntungan memiliki genset silent lainnya yaitu perawatannya cukup mudah. Karena hadirnya kanopi penutup, membuat debu sulit menempel pada bagian penting dalam generator. Seperti yang diketahui, faktor utama kerusakan dari genset adalah endapan kotoran, menumpuk banyak pada suatu tempat, sehingga kinerjanya terganggu dan menurun.

Untuk merawatnya sendiri Anda hanya perlu memeriksa bagian bahan bakar, mengganti filter, memeriksa berbagai komponen lainnya. Seperti radiator, tank solar, hal ini dipengaruhi oleh sistem knockdown. Pada dasarnya perawatan untuk tipe silent hampir sama dengan jenis genset lainnya.

Dengan hadirnya sistem ini, biaya perawatannya bisa dikatakan murah. Karena, proses penggantian spare part hanya dilakukan saat usia komponen tersebut sudah tua. Kecuali, jika Anda memakainya dengan asal. Daya listrik selalu berlebih, dan tidak pernah memanasinya. Kondisinya, akan sama saja dengan lainnya.

Genset silent memang terbilang mahal dari segi harga. Tetapi, kemampuan tahan terhadap cuaca baik terik matahari atau air hujan, meredam suara bising sehingga cocok ditempatkan didalam atau di luar rumah, sekiranya akan sebanding. Keuntungan memiliki genset silent lainnya adalah murah soal biaya perawatan.

PT Interjaya Suryamegah merupakan distributor genset di Surabaya, Jakarta, dan berbagai tempat lainnya. Kami menjual genset dengan berbagai macam kapasitas dan jenis. Serahkan kebutuhan genset silent anda bersama kami.

Cara Menghitung Pemakaian Solar Genset

Cara menghitung pemakaian solar genset memang diperlukan. Bukan hanya mengetahui berapa konsumsi yang diperlukan. Melainkan sebagai bagian dari perawatan. Ada banyak faktor penyebab BBM untuk generator ini boros. Hal tersebut menandakan ada komponen bermasalah yang harus ditangani. Bila tidak, akan menimbulkan kerusakan parah.

Setidaknya, begitulah cara kerja dari generator. Kerusakannya, sulit untuk di prediksi. Satu kasus bisa terdiri dari beberapa komponen yang harus diperiksa. Kemungkinan, filter udara genset kotor dan harus dibersihkan. Jika dibiarkan saja, endapan kotoran ini akan menumpuk, menyebabkan kerusakan dan mengakibatkan kinerja generator terganggu.

Komponen selanjutnya, yang menyebabkan konsumsi bahan bakar boros adalah sistem injeksi bermasalah. Hal ini menyebabkan terjadinya kelebihan kecepatan. Pengaruhnya adalah komponen berputar melebihi batas kecepatan aman. Akibat terburuknya, beberapa komponen didalam akan saling menghancurkan satu sama lain, dan genset akan meledak.

Kerusakan pada sistem injeksi ini dipengaruhi berbagai hal. Mekanisme sistem sudah aus, atau kualitas BBM buruk, kotor, dan sudah tercampur dengan air. Inilah mengapa salah satu teknik perawatan genset, Anda harus memeriksa bagian tangki. Mencegah kondisi seperti ini yang menyebabkan kerugian untuk Anda sendiri.

Cara Menghitung Pemakaian Solar Genset

Untuk menghitungnya, kami akan sediakan beberapa ilustrasi contoh agar mudah dipahami. Untuk rumus menghitungnya adalah 0,21 x p x t. 0,21 ini adalah ketepatan konsumsi yang per watt per hari. P menunjukkan daya genset, sementara t adalah satuan waktu.

Sebagai contoh, Anda akan menghitung konsumsi untuk genset dengan daya 100KVA. Dari dari rumus diatas akan menemukan hasil sebagai berikut. 0,21 x 100 x 1 = 21 per liter per jam. Sehingga, setiap satu jamnya, konsumsi solar yang dibutuhkan adalah 21 liter.

Bila Anda kali dengan harga saat ini maka akan didapatkan angka. 21 x Rp6450 = Rp135.450,-. Sehingga, bisa disimpulkan energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan mesin dengan kapasitas 100KVA selama satu jam adalah Rp135.450,-. Bila digunakan selama 24, maka angkanya menjadi Rp3.250.800,-

Dari rumus di atas bisa disimpulkan bahwa perawatan memang diperlukan. Daya listrik berlebih, konsumsi Bahan bakar pun juga ikut berlebih. Begitu pula dengan daya yang rendah, konsumsinya juga ikut rendah. Oleh karena itu, perhatikan kembali kebutuhan Anda dalam menggunakan generator.

Cara Menghemat Bahan Bakar

Sebelum mengetahui cara menghitung pemakaian solar genset. Kami akan berikan beberapa saran bagaimana cara menghemat BBM pada generator. Utamanya adalah perawatan yang Anda lakukan untuk genset itu sendiri. Hal ini sangat penting diperhatikan, karena kerusakan bisa terjadi bila tidak dirawat dengan baik.

Sebagai contoh, saat Anda menggunakan alat ini dan tidak mengindahkan beban daya yang sudah disarankan. Generator akan bekerja melebihi batas kemampuan. Keadaan ini juga memicu konsumsi BBM banyak untuk memenuhi tenaga yang dikeluarkan oleh mesin. Selanjutnya, bila tidak digunakan bisa dimatikan.

Saat generator dalam keadaan menyala, posisinya berada di beban rendah atau idie. Dalam keadaan ini bahan bakar akan berkurang hingga 20% dari kebutuhan. Selain itu, pada posisi ini, kinerja AVR untuk menstabilkan tegangan juga sangat berat. Boleh saja untuk dipanaskan setiap harinya.

Tetapi, kami sarankan untuk tidak berlebihan. Setidaknya 5 menit maksimal 10 menit setiap 3 hari sekali sudah cukup. Cara menghitung pemakaian solar selanjutnya, adalah memeriksa kualitas BBM. Harga yang suah Anda keluarkan harus sebanding dengan kualitasnya, karena menimbulkan pengaruh berbeda dikemudian hari.

Kualitas BBM yang disarankan

Menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi memang penting. Hindari penggunaan oplosan baik solar maupun minyak tanah. Perlu diperhatikan, campuran apa pun bisa mengakibatkan kerusakan pada genset. Tidak hanya satu atau dua saja, bahkan hampir semua bisa berakibat buruk karena oplosan ini.

Bahkan, saat tangki sudah kosong. Lebih baik untuk mengurasnya terlebih dahulu. Jangan langsung memasukkan BBM baru. Hal ini sangat berguna, karena Anda tidak tahu, seberapa banyak udara dan uap air yang sudah masuk ke dalam tangki. Dengan membersihkannya, meminimalkan tercampurnya berbagai bahan.

Lalu setelah membeli bahan bakar, tidak ada salahnya Anda menggunakan alat khusus menguji kemurniannya. Bisa menggunakan cetane number atau lainnya. Memang, untuk membelinya membutuhkan dana cukup besar. Tetapi, efek kedepannya cukup baik bagi genset dan seluruh komponen didalam.

Kebutuhan konsumsi bahan bakar memang cukup tinggi. Hal ini berpengaruh besar bagi industri bila tidak dipikirkan. Terutama soal anggaran, karena masih ada biaya produksi dan lain-lain. Pedoman di atas bisa digunakan sebagai cara menghitung pemakaian solar genset untuk keperluan rumah tangga.

PT Interjaya Surya Megah menjadi agen tunggal yang dipercaya sebagai distributor Genset dengan engine MWM dan distributor Genset dengan engine MAN di Indonesia. Dapatkan genset berkualitas dengan harga terjangkau di PT Interjaya Surya Megah dan jangan ragu untuk menghubungi kami.

Penyebab Penurunan Voltage di Genset

Penyebab penurunan voltage di genset ada banyak hal dan faktor yang harus diperiksa lebih dalam lagi. Hal utama yang menyebabkan kejadian tersebut adalah penyimpangan voltase terhadap voltase supply. Penyimpangan ini terjadi karena daya yang dikeluarkan lebih rendah dari seharusnya saat melalui konduktor atau rangkaian.

Sebagai contoh, adalah selang air. Tekanan yang ada di selang diibaratkan sebagai tegangan itu sendiri. Sementara, arus bisa dicontohkan sebagai besarnya volume dari air. Untuk ukuran dan merek selang tersebut bisa jadi penyebab ketahanan dalam selang.

Jika tidak Anda diamkan begitu saja, efeknya akan merusak beberapa komponen genset. Terutama AVR, bagian ini bertugas untuk menstabilkan tegangan. Sehingga, saat menurun alat ini otomatis akan menaikkan kinerja. AVR sendiri juga berguna untuk menyelamatkan komponen peralatan rumah tangga Anda.

Sebagai contoh, saat komputer dinyalakan menggunakan power supply. Maka, penurunan ini akan berpengaruh pada komponen di power supply dan komputer. Kedua, peralatan ini harus menanggung beban, agar komputer bisa menyala dan berjalan sesuai kebutuhan Anda. Sehingga, kinerjanya melebihi batas kewajaran.

Penyebab Penurunan Voltage di Genset

Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya penurunan voltase ini. Bisa terjadi pada putaran mesinnya, atau bahkan pada sistem kelistrikan generator. Sistem ini pun dipengaruhi oleh beberapa hal juga. Terutama pada kabel, sambungan, dan AVR yang berhubungan langsung dengan tegangan.

Automatic Voltage Regulator

Baiklah, seperti yang sudah kami jelaskan sedikit di atas, efek dari turunnya tegangan ini adalah kerusakan pada bagian AVR. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah lakukan pemeriksaan dengan benar. Caranya lakukan pengaturan pada komponennya seperti volts, stability, Droop, Dwell dan masih banyak lagi.

Kerusakan pada AVR ini, bisa mengakibatkan perputaran mesin tidak stabil. Kecepatan yang melebihi kemampuan bisa mengakibatkan kehancuran dari satu komponen dengan yang lainnya. Oleh karena itu, Anda harus memperhatikan benar soal pemakaian. Karena, hal ini adalah faktor utama dari awal kerusakan.

Kondisi Kabel pada Genset

Ketelitian menjadi kunci penyebab penurunan voltage di genset. Maka, sebelum Anda membeli tidak ada salahnya untuk memeriksa kondisi kabel. Pastikan bagus, tidak bocor atau pun terkelupas sedikit pun. Periksa pula, isolasi ketahanannya, pastikan tetap dalam keadaan optimal.

Kualitas kabel yang buruk dan rusak bisa menyebabkan terjadinya gangguan arus pendek. Selanjutnya, periksa pula sambungan terminal pada mesin genset, pastikan semua sambungan tersebut terpasang sempurna. Jangan sampai ada kelonggaran sedikit pun. Karena, kelonggaran ini bisa jadi penyebab turunnya tegangan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pentingnya komponen tersebut, Anda dapat membacanya pada artikel berjudul Sparepart Genset Penting yang Wajib Anda Miliki untuk Kebutuhan Darurat.

Baca juga : Mengenal 4 Jenis Panel Genset dan Fungsinya Masing-masing

Penyebab Putaran Mesin Turun

Bila dalam sistem kelistrikan masih baik dan bekerja optimal tidak ada salahnya Anda memeriksa bagian putaran mesinnya. Satu cara mengetahuinya adalah dari suara yang dihasilkan. Jika terdengar tidak normal, bisa jadi percepatan mesinnya berjalan tidak sesuai standar pada kondisi 1500 rpm.

Ada beberapa hal yang menyebabkan perputaran mesin ini tidak stabil. Di antaranya adalah bahan bakar, ada kemungkinan kotor atau tercampur dengan air dan kandungan lainnya. Pastikan, saat Anda mengisi BBM tangki dalam keadaan bersih. Bahan bakarnya sendiri harus 100% murni.

Untuk perawatannya sehari-hari, Anda bisa membersihkan saringan jangan sampai tersumbat oleh endapan apa pun. Periksa pula volumenya dalam keadaan normal jangan sampai kurang. Jangan sampai jadi penyebab penurunan voltage di genset. Karena, perbaikan pada bagian ini cukup rumit.

Masalah pada Governor

Saat bahan bakar masuk ke dalam mesin pengaturannya akan dilakukan secara otomatis oleh sebuah alat yang disebut dengan Governor. Masalah pada bagian ini juga bisa jadi penyebab dari turunnya tegangan. Kinerja alat ini dipengaruhi oleh putaran mesinnya.

Bila terlalu cepat maka alat ini akan mengecilkan kran bahan bakar yang akan masuk ke dalam genset. Begitu pula sebaliknya, jika kurang maka, governor akan membuka kran sehingga, bahan bakar jadi boros. Biasanya berkurang hingga 20%. Tidak heran bila tidak digunakan lebih baik dimatikan.

Jika terjadi kerusakan pada governor, sebaiknya Anda memeriksa beberapa bagian lainnya. Seperti, Magnetic pick up, Governor, dan Actuator. Ketiga bagian ini merupakan komponen penting yang mempengaruhi besaran bahan bakar dan percepatan putaran pada mesin. Untuk perawatannya, cukup bersihkan saja, setidaknya 3 hari sekali.

Dari rangkaian penjelasan di atas, bisa disimpulkan satu hal bahwa pemakaian adalah sistem perawatan terbaik agar genset tahan lama. Jangan gunakan melebihi kapasitas, pastikan dengan benar bahan bakar dalam kualitas bagus. Penyebab Penurunan voltage di genset memang banyak, terdiri dari beberapa komponen yang harus diperiksa.

Jasa Service Genset Terbaik

Setelah memahami secara mendalam tentang Penyebab Penurunan Voltage, inilah saat yang tepat untuk Anda beralih ke solusi terbaik. Percayakan kebutuhan Service genset Anda pada PT Interjaya Suryamegah, distributor genset terpercaya yang menjamin kualitas dan kehandalan.

Alamat: Branch Office
Hotline:
+6231 9985 0000
+6221 2900 6565
+6281288889052

13 Hal yang Membuat Genset Sering Mati dan Tidak Mau Hidup

Apa yang membuat genset sering mati / tidak mau hidup membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Bisa Anda sendiri atau jasa service. Faktor yang mempengaruhi penyebab genset mati sendiri cukup banyak dan rumit. Karena, setiap komponen harus diperiksa satu persatu. Cara memperbaiki ketika genset mati sendiri pun berbeda sesuai dengan permasalahan yang terjadi pada komponennya. Kemudian, lakukan penelitian mengapa bisa terjadi demikian. Sehingga, butuh waktu panjang.

Prinsip dasarnya hampir sama seperti mendeteksi penyakit pada manusia. Kami ambil contoh penyakit jantung. Ada penyebab yang hampir mirip dengan beberapa penyakit lainnya. Begitu pula dengan generator mati. Bisa juga karena pengaruh bahan bakar. Sementara, faktor BBM sendiri juga bisa menjadi penyebab turunnya tegangan.

Ada dua kemungkinan ketika genset mati secara tiba-tiba, yaitu:

  • Mesin genset mati, tidak ada pergerakan pada mesin sama sekali
  • Mesin genset jalan, tetapi listrik mati

Baca juga: Mengapa Generator Listrik Mati Secara Otomatis?

Genset mati memang sangat merugikan terutama bagi pengusaha industri. Kerugiannya, bisa berkali lipat, karena tidak bisa produksi secara maksimal dan harus mengeluarkan biaya service.  Sebelum memanggil jasa service, lihatlah dahulu baterai atau aki yang jadi komponen penting untuk menghidupkan generator.

Bisa saja tekor karena air elektrolit belum sesuai dengan batas level yang disarankan. Pada mesin yang menggunakan busi. Mesin tidak bisa dihidupkan berakibat kinerja busi sendiri kurang optimal. Sehingga, pada prosesnya tidak terjadi pembakaran di ruang bakar. Kompresi bahan bakar pun juga kurang sempurna.

Penyebab Genset Mati Sendiri

Apa yang membuat genset sering mati harus dilihat dari beberapa kasus terlebih dulu. Sebagai contoh, saat dihidupkan generator berjalan normal seperti biasanya. Tetapi, beberapa menit kemudian, mati sendiri dan tidak bisa dihidupkan kembali. Hal ini disebut dengan istilah macet mesin.

  1. Genset Tiba-tiba Mati Saat Dinyalakan

Hal ini sering terjadi disebabkan adanya air pada tangki bahan bakar genset. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Anda bisa membuang air yang ada pada bagian tangki bahan bakar dan seluruh salurannya yang terhubung langsung dengan bagian mesin genset. Lalu, cek apakah lubang ventilasi genset tersumbat. Jika terjadi penyumbatan, segera bersihkan bagian tersebut. Ini bisa penyebab genset mati tiba-tiba.

  1. Mesin Kepanasan

Lalu apakah bisa mesin genset panas mati sendiri? Bisa saja, kondisi ini terjadi akibat mesin kepanasan. Faktor pemicunya karena terjadi pembakaran di ruang bakar serta gesekan material yang menyebabkan kondisi mesin panas. Hal ini dipengaruhi pula oleh sistem pendingin dan pelumasan yang tidak bisa bekerja secara optimal. Sehingga, suhu ruangan dalam mesin sangat panas.

Tidak ada salahnya, sebelum Anda menghidupkan mesin periksa dahulu bagian sistem pendingin. Apakah terjadi kerusakan, kebocoran, retak bagaimana selang koneksinya, tingkat air, adakah endapan kotoran atau debu. Lakukan secara rutin, agar tidak terjadi kendala terutama soal kebersihannya, kotoran yang menempel merupakan faktor utama kerusakan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kerusakan akibat overheat, Anda dapat membaca artikel berjudul 5 Penyebab Genset Overheat yang Wajib Diketahui.

Baca juga: Mengenal Penyebab Genset Mengalami Kerusakan atau Mati

  1. Gangguan Arus Berlebihan

Masalah ini sering terjadi karena adanya hubungan singkat pada generator dan terdapat beban berlebih sehingga generator bekerja terlalu keras. Walaupun generator sudah dibekali kemampuan canggih untuk menghindari arus berlebih dalam jangka waktu yang cukup panjang, bukan tidak mungkin bisa terjadi hal tersebut.

Solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut, Anda perlu menggunakan alat tambahan yang bisa digunakan untuk melindungi generator dan mencegah adanya arus yang berlebihan dalam jangka panjang.

  1. Daya Ledakan Tidak Cukup Kuat

Apa yang membuat genset sering mati bisa dipengaruhi oleh daya ledakan tidak cukup kuat. Faktor pemicunya adalah penggunaan daya berlebihan. Sehingga, untuk memulai proses awal dibutuhkan pemicu lebih besar. Hal inilah yang menyebabkan genset tidak bisa hidup pengaruhnya ke komponen lainnya.

  1. Beban Tidak Seimbang

Penyebab genset mati sendiri selanjutnya adalah ketidakseimbangan beban yang ada. Penyebab utamanya adalah terjadi kebocoran pada beberapa bagian generator sehingga menimbulkan hubungan yang sangat singkat dengan penghantar ke tanah atau pun hubungan yang terjadi antar penghantar tersebut.

  1. Genset Masuk Angin

Aneh memang dengan sebutan genset masuk angin, tetapi hal itu memang nyata terjadi. Kejadian tersebut dipengaruhi oleh saluran injeksi bahan bakar terisi oleh udara. Sehingga, tekanan bahan bakar berkurang, mengakibatkan tidak bisa mengalir ke ruang bahan bakar dengan baik.

  1. Bahan Bakar Tercampur Air

Bahan bakar yang bercampur dengan air dapat menyebabkan genset tidak mau hidup atau mogok. Hal ini disebabkan karena air mengurangi jumlah bahan bakar diesel yang masuk ke dalam ruang bakar, sehingga mempengaruhi kinerja mesin. Selain itu, air yang tercampur dengan bahan bakar dapat menyebabkan masalah pada sistem injeksi.

  1. Jalur Bahan Bakar Tersumbat

Agar sebuah genset dapat hidup dengan baik, dibutuhkan saluran bahan bakar yang bersih. Endapan dan karat di dalam tangki dapat menyebabkan masalah. Bahan bakar diesel membawa partikel-partikel ini ke dalam sistem bahan bakar mesin. Maka dari itu, Anda membutuhkan filter sebagai penyaring. Pemisah air dan filter utama bekerja sama untuk menjaga saluran bahan bakar tetap bersih. Jika terlalu banyak kotoran yang masuk, hal ini dapat menyebabkan nosel bahan bakar tersumbat. Dengan menjaga saluran bahan bakar tetap bersih, nosel dapat menyemprotkan solar ke dalam ruang bakar secara efektif.

  1. Perawatan Tidak Maksimal

Hal ini bisa terjadi karena perawatan Anda kurang maksimal. Tidak adanya pemeriksaan rutin tangki. Mengakibatkan terlambatnya pasokan BBM sehingga, sudah habis terlebih dahulu baru diisi.  Bisa juga karena beberapa komponen seperti filter genset, selang, dan injector mengalami kebocoran. Bisa juga terjadi kelonggaran sehingga, mempengaruhi kinerja mesin. Untuk mencegah, Anda dapat membaca artikel Kami berjudul Pentingnya Mengganti Filter Genset Secara Berkala.

  1. Pemeriksaan yang Menyeluruh

Ini sebenarnya bisa dihindari setidaknya, lakukan pemeriksaan 2 hari sekali secara menyeluruh. Baik dari selangnya, injector, filter. Dan semua komponen yang berhubungan dengan bahan bakar. Cek kabel sambungan, kemungkinan ada kelonggaran. Cek juga kondisi aki, jika kondisi aki sudah sangat lemah, Anda bisa mengisi ulang aki atau mengganti dengan aki baru. Kemudian, pastikan kabel tersambung dengan baik dan tidak putus.

  1. Perawatan yang Kurang Optimal

Bersihkan endapan kotoran baik dari tangki maupun semua komponennya. Pastikan pula kabel dalam keadaan optimal. Lebih baik ganti bila ada yang sobek atau kualitasnya kurang bagus. Satu kabel saja dalam keadaan tidak bagus, pengaruhnya bisa ke beberapa kerusakan. Terutama mesin.

Genset mati memang berawal dari ketidaktahuan Anda mengenai generator ini sendiri. Oleh karena itu, saran dari kami sebelum membeli tidak ada salahnya untuk mencari informasi lebih jauh mengenai generator. Apa saja kelebihan dan kekurangan, bagaimana teknik perawatannya.

Bagaimana pemilihan bahan bakar, berapa hari sekali Anda harus membongkar semua komponen untuk dibersihkan. Lalu, apa saja yang harus diperhatikan setiap hari, cara membersihkan, dan mengatasi masalah kecil tanpa harus memanggil jasa service. Hal ini sangat penting agar genset tahan lama dan awet.

  1. Lupa Untuk Sering Memanaskan

Jika memang tidak digunakan, jangan lupa untuk dipanasi. Hal ini akan memicu air aki terisi oleh alternatornya. Saat generator tidak digunakan pelumas yang melumasi mesin dengan gaya gravitasi akan kembali ke tangki oli. Sehingga, banyak komponen tidak terlindungi secara sempurna.

Tetapi, perlu dipahami proses memanasi jangan terlalu lama. Cukup 5 menit saja, paling lama 10 menit. Karena, pengaruhnya pada kerusakan lainnya. Pengetahuan tentang generator memang penting, terutama bagi Anda yang sedang menjalankan usaha. Dengan begitu apa yang membuat genset mati bisa diatasi dengan baik.

  1. Baterai / Aki Genset Habis

Penyebab terakhir mengapa genset tidak mau hidup adalah karena baterai atau aki yang habis. Baterai yang lemah dapat menyebabkan mesin berputar pada kecepatan yang lebih rendah, mengakibatkan kompresi bahan bakar yang tidak sempurna dan gagal untuk menyala. Namun, ini adalah perbaikan yang mudah dan setelah diatasi, generator akan menyala tanpa masalah.

Baca juga: Kegunaan dan Manfaat Genset Pabrik yang Perlu Anda Ketahui

Cara Mengatasi Genset Tidak Mau Hidup

Apabila Anda menghadapi masalah dengan genset yang tidak mau hidup, ada beberapa langkah yang dapat Anda coba untuk mengatasinya.

Pertama, pastikan bahwa genset Anda terhubung dengan sumber daya bahan bakar yang memadai, seperti bensin atau diesel, dan bahwa tangki bahan bakar sudah terisi dengan cukup. Periksa juga apakah aliran bahan bakar terhalang atau ada kerusakan pada selang bahan bakar.

Selanjutnya, periksa sistem pengapian genset. Pastikan bahwa busi dalam kondisi baik dan bersih. Jika busi terlihat kotor atau terdapat kerak, membersihkannya atau menggantinya mungkin diperlukan. Perhatikan juga apakah kabel pengapian terhubung dengan baik dan tidak ada yang longgar atau rusak.

Selain itu, periksa tingkat oli mesin genset. Pastikan bahwa tingkat oli berada pada batas yang tepat. Jika oli rendah, tambahkan oli sesuai dengan rekomendasi pabrik. Oli yang kotor atau kualitasnya buruk juga dapat menyebabkan masalah, jadi jika perlu, gantilah oli dengan yang baru.

Pastikan juga bahwa baterai genset memiliki muatan yang cukup. Periksa kondisi terminal baterai dan pastikan tidak ada korosi atau koneksi yang longgar. Jika baterai lemah, penggantian atau pengisian ulang baterai mungkin diperlukan.

Jika setelah melakukan langkah-langkah di atas genset masih tidak mau hidup, disarankan untuk memanggil teknisi yang terampil atau pihak yang bertanggung jawab atas perawatan genset tersebut. Mereka akan dapat melakukan diagnosa yang lebih mendalam dan memperbaiki masalah dengan genset Anda.

Penting untuk diingat bahwa genset adalah peralatan yang kompleks dan berpotensi berbahaya. Selalu ikuti petunjuk pengoperasian dan perawatan yang diberikan oleh produsen serta pastikan keamanan Anda saat bekerja dengan genset.

Rekomendasi Distributor Genset Terpercaya

Setelah mengetahui penyebab genset mati sendiri, pastikan Anda hanya memilih yang terbaik dari distributor terpercaya, PT Interjaya Surya Megah. Percayakan kebutuhan genset Anda kepada kami untuk kualitas dan keandalan maksimal!

Alamat:Branch Office
Hotline:
+6231 9985 0000
+6221 2900 6565
+6281288889052

5 Hal Sepele yang Bisa Merusak Genset Anda

Sebelum membahas mengenai beberapa hal sepele yang menyebabkan komponen genset yang sering rusak, ada beberapa hal sepele yang ternyata juga bisa membuat genset Anda cepat rusak. Genset sendiri adalah rangkaian mesin yang berfungsi untuk menghasilkan daya listrik dan biasanya mesin genset sering digunakan sebagai pemasok listrik saat terjadi pemadaman.

Bahkan ada beberapa perusahaan besar yang sengaja membeli genset untuk mengurangi beban biaya listrik karena pemakaian genset dirasa lebih hemat. Cara kerja genset sebenarnya dengan mengubah energi mekanik yang berasal dari external menjadi energi listrik, bukan menciptakan energi listrik tapi memaksakan kan pergerakan muatan listrik.

Arus listrik yang dipasok oleh generator bisa disebut sebagai aliran muatan listrik dengan generator yang bekerja menggunakan proses induksi elektromagnetik. Genset memiliki beberapa komponen seperti mesin atau engine, alternator, tangki bahan bakar, valve, AVR, sistem pendingin, sistem pelumas, baterai dan lain-lain.

Memang ada beberapa komponen genset yang sering rusak, biasanya hal tersebut diakibatkan oleh beberapa hal yang sangat sepele. Meskipun Anda sudah sering menggunakan genset tapi tidak ada salahnya jika Anda berhati-hati saat mengoperasikannya. Ketahui hal-hal sepele yang membuat genset Anda cepat rusak berikut ini!

  1. Genset Jarang Dipanaskan

Penyebab sepele pertama adalah genset yang Anda miliki sebagai sumber energi alternatif, jarang sekali dipanaskan. Ada harus membuat genset melalui proses pemanasan Karena sangat penting untuk menjaga kualitas aki. Yang mana Anda harus menjaga agar aki selalu dialiri alternator.

Jadi sebaiknya jangan malas melakukan pemanasan pada genset Anda. Setidaknya lakukan proses pemanasan genset minimal seminggu sekali agar genset yang Anda miliki awet. Dan juga meminimalisir adanya komponen genset yang sering rusak dan tetap bisa Anda pakai sebagaimana mestinya.

  • Kondisi Aki Lemah

Alasan sepele lainnya adalah aki yang melemah di mana membuat genset sulit dinyalakan. Padahal proses genset sendiri pada putaran pertama dipicu oleh tenaga aki sehingga aki sangat penting untuk mengoperasikan genset. sama seperti aki pada kendaraan bermotor yang wajib diperiksa dan diganti secara teratur.

  • Penggunaan Genset Secara Berlebihan

Jika Anda merasa membutuhkan genset untuk saat-saat darurat, mungkin hal tersebut bisa membuat genset Anda lebih awet. Tapi bagaimana jika Anda menggunakan genset untuk menghemat daya? seperti yang sudah dibahas di atas biasanya perusahaan besar menghemat listrik dengan menggunakan genset.

Andapun tidak boleh meremehkan waktu yang tepat saat menggunakan genset sehingga sebaiknya Anda mencari tahu mengenai waktu operasional genset yang akan Anda beli. usahakan Anda tidak menggunakan genset melebihi batas waktu yang ditentukan karena memang mempercepat kerusakan komponen-komponen genset di dalamnya.

  • Menggunakan Genset Saat Bahan Bakar Habis

Hindari pula menggunakan bahan bakar yang habis total untuk meminimalisir komponen genset yang sering rusak. Bahan bakar yang habis namun Anda tetap menyalakan genset tersebut maka komponen pada genset akan cepat aus. Jadi sebaiknya segera hentikan pemakaian genset.

Saat bahan bakar habis maka sebaiknya hentikan genset dan langsung isi bahan bakar dengan jumlah yang dibutuhkan atau secukupnya. Jangan biarkan genset menyala saat bahan bakar habis karena bisa berakibat fatal. Jadi lakukan pengecekan bahan bakar saat genset digunakan.

  • Komponen Pembakaran yang Tersumbat

Biasanya ada pula masalah genset yang tiba-tiba mati, Hal tersebut diakibatkan oleh lubang ventilasi bahan bakar atau katup pompa mengisi bahan bakar yang tersumbat. Jadi jangan lupa melakukan pengecekan pada bagian lubang ventilasi bahan bakar tersebut dan bersihkan bagian-bagian genset yang tersumbat.

Anda juga tidak boleh menempatkan genset sembarangan, Pilihlah tempat yang teduh dan kering karena sinar matahari dan air hujan bisa memperbesar resiko kerusakan. Tidak hanya mudah berkarat tapi komponen-komponen dalam genset juga lebih cepat rapuh dan kehilangan fungsinya.

Hal-hal sepele diatas seharusnya tidak menjadi penyebab genset Anda mudah rusak apalagi jika masih bisa dihindari. Sebaiknya Anda lebih cermat saat menggunakan genset, karena genset adalah salah satu sumber listrik alternatif yang penting. Anda bisa memilih genset yang disesuaikan dengan daya listrik yang Anda butuhkan.

Pengoperasian genset pun sebenarnya mudah atau tidak membutuhkan waktu lama, tak heran jika selalu dijadikan opsi di saat darurat. Memang jika tidak dijaga dengan baik memang Ada beberapa komponen genset yang sering rusak, namun tentu saja bisa diminimalisir dengan penggunaan yang tepat.

Jika anda membutuhkan bantuan mengenai kebutuhan genset, silahkan hubungi kami.

Apa itu AVR di Genset?

Memiliki genset memang bisa mempermudah aktivitas. Apalagi jika kegiatan Anda kebanyakan memerlukan arus listrik. Jika pemadaman listrik terjadi, tinggal menyalakan genset maka masalah akan selesai.

Akan tetapi, ada bagian penting lain dari memiliki genset. Yaitu memahami bagian atau komponen penting dari genset. Salah satunya adalah AVR Genset.

Apa itu AVR? Jangan khawatir jika Anda masih asing dengan komponen itu. Karena artikel ini akan membahas 4 fakta dasar dari AVR yang pas dibaca untuk para pemula. Simak yuk!

Apa pengertian AVR dan fungsinya pada genset?

AVR atau Auto Voltage Regulator adalah bagian penting pada genset. Fungsinya adalah menstabilkan atau menyeimbangkan tegangan listrik. Dengan bantuan AVR, genset tidak akan mengalami lonjakan tegangan yang bisa merusak perangkat listrik Anda.

Bagaimana prinsip kerja AVR?

Lalu bagaimana cara kerja AVR di genset? Pada dasarnya, AVR menerapkan prinsip reflek yang bisa menyesuaikan tegangan terhadap generator. Tegangan pada genset memang bisa berubah dengan tiba-tiba yang mana bisa menimbulkan perubahan beban.

AVR itu memiliki banyak variasi

Sekarang ini setiap genset pasti telah tertanam komponen AVR. Terutama genset yang punya kapasitas melebihi 10KVA. Meski demikian, masing-masing AVR pada genset berbeda menyesuaikan jenis dan merek. Tapi, fungsinya tetap sama kok.

Bagaimana jika AVR rusak?

Seperti yang disampaikan di atas, AVR adalah bagian penting dari sebuah genset. Jika AVR rusak, maka hal buruk akan terjadi. Salah satunya adalah tegangan genset yang akan berubah-ubah dan tidak stabil. Jika ini terjadi, bisa berimbas buruk bagi peralatan elektronik Anda. Seperti kulkas, tv hingga laptop. Inilah mengapa menjaga AVR agar tetap pada kondisi yang bagus dinilai sangat penting.

Namun jika AVR rusak, ada beberapa hal yang bisa Anda cermati. Coba bersihkan bagian kumparan trafo pada bagian AVR yang dilewati carbon brush. Pembersihan ini bisa Anda lakukan dengan alat kuas yang dalam keadaan bersih. Jangan lupa juga untuk membersihkan kawat tembaga. Lalu longgarkan baut pengunci lengan, kemudian tekan pada arah kumparan trafo hingga kencang.

Panduan Perawatan AVR Genset yang Tepat

Automatic Voltage Regulator (AVR) adalah komponen vital dalam genset yang mengatur dan menjaga tegangan listrik yang dihasilkan. Untuk menjaga kinerja genset Anda dan mencegah gangguan listrik yang tidak diinginkan, perawatan rutin AVR sangat penting. Berikut ini adalah panduan singkat tentang bagaimana Anda dapat merawat AVR genset dengan benar.

1. Rutin Periksa Visual

Lakukan pemeriksaan visual secara berkala pada AVR Anda. Perhatikan apakah ada tanda-tanda korosi, kerusakan fisik, atau kabel yang kendur. Pastikan semua komponen terpasang dengan aman.

2. Pembersihan Teratur

Debu dan kotoran dapat mengganggu kinerja AVR. Bersihkan AVR secara berkala dengan hati-hati menggunakan kuas lembut dan kompresor udara. Pastikan genset dimatikan dan AVR terputus dari sumber daya saat membersihkannya.

3. Periksa Konektivitas Kabel

Pastikan semua kabel dan konektor terhubung dengan baik. Kabel yang kendur atau konektor yang rusak dapat mengganggu regulasi tegangan. Perbaiki atau ganti komponen yang rusak jika ditemukan.

4. Lakukan Pengujian Periodik

Lakukan pengujian periodik pada AVR untuk memastikan kinerjanya tetap sesuai dengan spesifikasi. Ini dapat melibatkan pengujian tegangan output dan respons terhadap perubahan beban. Pastikan hasil pengujian berada dalam batas normal.

5. Simpan Dengan Baik

Pastikan AVR disimpan dalam lingkungan yang bersih dan kering. Hindari paparan langsung terhadap kelembaban, debu, atau suhu ekstrem.

6. Ikuti Panduan Produsen

Selalu rujuk panduan dan rekomendasi produsen genset Anda untuk perawatan AVR. Mereka biasanya memberikan informasi spesifik mengenai perawatan yang diperlukan dan jadwal pemeliharaan yang disarankan.

7. Gunakan Teknisi Ahli

Jika Anda tidak memiliki pengetahuan teknis yang cukup, lebih baik memanggil teknisi genset yang berpengalaman untuk melakukan perawatan AVR. Mereka dapat mengevaluasi kinerja AVR dengan lebih mendalam dan memastikan semua aspek perawatan terpenuhi.

Perawatan AVR yang tepat adalah kunci untuk menjaga stabilitas tegangan listrik dan kinerja genset Anda. Dengan melakukan pemeriksaan rutin, membersihkan, dan mengikuti panduan produsen, Anda dapat memastikan bahwa AVR tetap berfungsi optimal dan mendukung operasi genset yang andal.

Tips Memilih AVR Genset yang Tepat

genset interjaya

Memilih AVR (Automatic Voltage Regulator) yang sesuai untuk genset Anda adalah langkah penting untuk menjaga kinerja dan keandalan genset. Berikut tips singkat untuk memilih AVR yang tepat:

1. Ketahui Kebutuhan Daya Genset Anda

Sebelum memilih AVR, tentukan kebutuhan daya genset Anda. Anda harus tahu berapa daya listrik yang akan dihasilkan oleh genset Anda dalam kondisi normal. Hal ini akan membantu Anda memilih AVR yang sesuai dengan kapasitas genset Anda.

2. Pertimbangkan Jenis Genset Anda

Setiap jenis genset mungkin memiliki persyaratan AVR yang berbeda. Misalnya, genset tunggal dan genset tiga fase memiliki kebutuhan AVR yang berbeda. Pastikan Anda tahu jenis genset Anda sebelum memilih AVR yang sesuai.

3. Perhatikan Tegangan Input dan Output

AVR mengatur tegangan output genset. Pastikan Anda memilih AVR yang memiliki rentang tegangan input yang sesuai dengan kondisi pasokan listrik di lokasi Anda. Selain itu, pastikan bahwa tegangan output yang dihasilkan oleh AVR sesuai dengan kebutuhan peralatan yang akan digunakan dengan genset Anda.

4. Cek Kualitas dan Merek

Pilih AVR dari merek yang terpercaya dan memiliki reputasi baik dalam industri. Kualitas AVR dapat mempengaruhi kinerja dan keandalan genset Anda. Lakukan riset tentang merek-merek yang terkemuka dan baca ulasan dari pengguna sebelum membuat keputusan.

5. Pertimbangkan Fitur Tambahan

Beberapa AVR dilengkapi dengan fitur tambahan, seperti perlindungan dari lonjakan tegangan atau pelindung dari penurunan tegangan yang berlebihan. Pertimbangkan fitur tambahan ini jika Anda ingin meningkatkan keandalan dan perlindungan genset Anda.

6. Konsultasikan dengan Ahli

Jika Anda tidak yakin tentang pilihan AVR yang tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli genset atau teknisi yang berpengalaman. Mereka dapat memberikan saran berdasarkan kebutuhan spesifik Anda dan lingkungan operasi genset.

7. Budget dengan Bijak

Tentukan anggaran yang sesuai untuk pembelian AVR. Meskipun penting untuk memilih produk berkualitas, Anda juga harus mempertimbangkan budget yang Anda miliki. Ada banyak pilihan AVR dengan berbagai harga, jadi pastikan Anda mendapatkan nilai terbaik untuk uang Anda.

8. Pertimbangkan Kemudahan Instalasi

Pastikan AVR yang Anda pilih mudah untuk diinstal dan dapat disesuaikan dengan genset Anda. Kemudahan instalasi akan memudahkan proses perawatan dan pemeliharaan di masa depan.

Dengan memperhatikan tips-tips di atas, Anda dapat memilih AVR genset yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan memastikan bahwa genset Anda tetap berkinerja optimal. Pilihlah dengan bijak untuk menjaga stabilitas tegangan listrik dan melindungi peralatan elektronik Anda.

Selain memilih AVR genset dengan tepat, keputusan bijak berikutnya adalah memilih genset dengan berkualitas terbaik. PT Interjaya Surya Megah, sebagai distributor Genset dengan engine MWM, telah mendapatkan kepercayaan sebagai distributor genset terbaik di Indonesia. Kami berkomitmen untuk menyediakan solusi genset yang handal dan berkualitas tinggi untuk kebutuhan Anda. Dapatkan genset terbaik dengan harga yang terjangkau dari kami. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan berkonsultasi tentang kebutuhan genset Anda. Dengan begitu, Anda dapat menjalankan operasi atau proyek Anda tanpa hambatan listrik yang tidak diinginkan.

Cara Mengatasi Tegangan Genset yang Tidak Stabil

Genset kini sudah menjadi kebutuhan primer. Tidak hanya untuk sebuah perusahaan,  namun juga untuk kepemilikan pribadi atau rumah tangga. Dengan memiliki genset, aktivitas Anda akan berjalan normal jika terjadi pemadaman listrik dari pihak PLN. Terlebih, jika kebanyakan aktivitas Anda bergantung pada alat yang menggunakan listrik.

Meski demikian, genset juga kadang mengalami kerusakan atau masalah. Salah satunya yang kerap ditemui adalah tegangan genset tidak stabil. Pada artikel ini, akan dijelaskan penyebab dari tegangan genset tidak stabil dan juga solusinya. Simak terus!

Ada beberapa penyebab ketidakstabilan tegangan pada genset, di antaranya adalah kesalahan pada mesin dan yang kedua adalah masalah pada bagian generator pembangkit listriknya. Lalu apa sih tanda genset tidak stabil? Salah satu yang paling mudah Anda tandai adalah saat suara genset tidak seperti biasanya. Normalnya, putaran genset adalah 1500 rpm. Dikatakan tidak stabil ketika putaran mesinnya lebih atau kurang dari angka tersebut.

Jika hal tersebut terjadi, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan. Berikut 4 (empat) hal di antaranya:

1. Pastikan bahan bakar genset sudah sesuai

Tak hanya itu, Anda juga harus segera memeriksa apakah bahan bakar mesin pada genset dalam keadaan bersih atau kotor. Selanjutnya, Anda bisa membersihkan saringan pada bahan bakar. Segera betulkan jika saluran bahan bakar ke mesin genset tersumbat atau terjepit.

2. Periksa bagian Governor genset

Jika governor tidak dalam keadaan baik, mesin genset pun tidak bisa bekerja dengan normal. Pastikan bagian governor, MPU dan actuator valve dalam keadaan baik. Sehingga bisa bekerja secara otomatis dan menjaga kestabilan genset.

3. Pastikan kabel masih dalam keadaan baik

Kabel adalah bagian penting dari genset. Jika genset tidak stabil, pastikan tidak ada yang terkelupas, bocor atau tidak dalam keadaan baik. Kabel yang rusak bisa menyebabkan terganggunya tegangan listrik.

4. Periksa dan ganti AVR genset

AVR atau Automatic Voltage Regulator adalah bagian penting pada genset. Fungsi utama dari AVR adalah menyeimbangkan voltase tegangan listrik dari genset. Jika genset Anda menunjukkan tanda tidak stabil, segera periksa bagian AVR.

Hubungi kami jika anda membutuhkan servis atau jasa perbaikan genset anda.

Sejarah Genset dan Kegunaannya

Pernahkah Anda mengalami pemadaman listrik mendadak atau tanpa pemberitahuan? Peristiwa tersebut pasti menimbulkan banyak masalah. Karena sebagian besar kebutuhan Anda pasti membutuhkan energi listrik.

Tak hanya di kehidupan rumah tangga, pemadaman listrik juga menimbulkan kesulitan di berbagai tempat. Seperti kantor, pabrik hingga rumah sakit.

Namun, dengan pesatnya kemajuan, pemadaman listrik tersebut dapat ditanggulangi dengan sebuah alat bernama genset. Jika Anda belum terlalu akrab dengan genset, yuk simak tulisan di bawah agar anda mengenal lebih jauh apa yang disebut genset.

Genset atau generator set adalah alat yang mampu mengubah energi mekanik dari mesin diesel dan alternator menjadi energi listrik. Sederhananya, genset bisa menjadi alat cadangan penghasil listrik bagi Anda. Kebanyakan mesin dari genset menggunakan bahan bakar berupa solar.

Jika dilihat dari sejarah genset, genset sendiri ditemukan oleh 2 orang. Mereka adalah Michael Faraday dan Rudolph Diesel. Tercetusnya ide pembuatan genset berawal pada tahun 1821 saat Fraday menemukan induksi elektro magnetik. Faraday sendiri adalah seorang fisikawan yang terkenal dengan kecerdasannya kala itu.

Lalu apa sih kegunaan genset?

Kegunaan genset yang mungkin paling familiar adalah menghidupkan lampu saat pemadaman listrik. Namun lebih dari itu, genset juga sangat bermanfaat untuk hal lain. Sebagai contoh penggunaan genset di rumah sakit. Tak hanya sebagai sumber energi penerangan, genset juga dibutuhkan untuk alat-alat lain yang ada di sana. Mulai dari komputer, air conditioner (AC) hingga alat kedokteran seperti USG 3D.

Contoh lain kegunaan genset dari segi kebutuhan adalah ketika Anda menggelar sebuah acara. Terlebih jika acara tersebut diselenggarakan di desa yang mana pasokan listriknya tak terlalu besar. Dengan bantuan genset, Anda gak akan khawatir acara tersebut terhenti atau terganggu lantaran pemadaman listrik dari pihak PLN.

Merek Mesin Genset Terbaik dan Berkualitas

Memilih mesin genset bukanlah suatu hal yang sulit untuk dilakukan. Anda bisa memilih genset dari merek-merek ternama seperti Perkins, Lombardini, MWN, dan MAN. Beberapa merek genset ini sudah dijamin berkualitas dan berikut ini penjelasan singkatnya.

  1. Genset dengan Engine Perkins

Sebagai merek mesin genset asal Inggris, Perkins dinilai sudah diketahui oleh banyak teknisi. Dari segi kemampuan genset ini mampu bertahan lama dan memiliki ketahanan hingga 1 hari aktif saat listrik padam. 

Sehingga sudah dipastikan dari segi ketahanannya dalam menghasilkan listrik. Selain itu, Perkins juga diyakini sebagai merek mesin genset terbaik karena sangat irit bahan bakar. 

Mesin genset ini memiliki kekuatan yang kuat dan tahan lama. Mesin diesel Perkins sudah diakui banyak teknisi di seluruh dunia dalam hal mengalirkan arus daya listrik yang besar. 

Untuk persebarannya sendiri, Perkins sudah bisa ditemukan di berbagai tempat di Indonesia. Jadi dalam hal suku cadang, Perkins sudah tersedia jika Anda membutuhkan suatu perawatan. Genset ini biasanya digunakan untuk Kantor, Supermarket, Industri dan Tempat Wisata.

  1. Genset dengan Engine Lombardini

Selain Perkins, merek Lombardini juga diakui oleh banyak teknisi dari segi kemampuannya. Mesin diesel yang digunakan memiliki komponen berkualitas. 

Karena telah dilengkapi silinder tunggal dan beberapa penyempurnaan lainnya seperti sistem pendingin udara. Dengan komponennya tersebut genset ini berkemampuan stabil dalam menghantarkan arus listrik di beberapa tempat. 

Jadi untuk kebutuhan industri, Lombardini dinilai unggul dalam segi kualitas mesin dan kemampuannya. Kestabilan energi merupakan karakteristik dari mesin genset ini.

Dalam hal kebutuhan industri, genset ini sangat cocok digunakan dalam keadaan darurat. Terlebih lagi, panel genset ini juga dilengkapi dengan parameter circuit breaker hingga alternator sehingga Anda bisa memantau kestabilan energi listrik ketika sedang aktif digunakan.

  1. Genset dengan Engine MWM (Motoren Werke Manheim)

Merek mesin genset terbaik yang ketiga adalah MWM dengan karakteristiknya di ketahanan. Dari segi komponennya mesin ini memiliki penempatan silinder khusus untuk mengurangi penggunaan bahan bakar. 

Sehingga ketahanannya tidak bisa diragukan lagi untuk kebutuhan industri. Merek mesin genset ini berasal dari Jerman, sehingga daya tahannya sudah tidak bisa diragukan lagi. 

Varian mesin ini banyak, mulai dari 30 KVA hingga yang berkapasitas 200 KVA. Anda bisa beli merek genset ini di mana saja karena sudah tersebar di Indonesia.

Dengan adanya banyak varian, genset ini bisa digunakan untuk segala kebutuhan. Namun dari segi kualitasnya, mesin ini sangat cocok digunakan di kawasan Industri, Rumah Sakit, gedung-gedung besar hingga rumah sakit yang membutuhkan pasokan listrik awet.

  1. Genset dengan Engine MAN

Lalu untuk merek mesin genset terbaik yang terakhir adalah MAN. Sama halnya MWM, genset ini juga keluaran Jerman dengan kualitas mesin yang sudah diakui oleh teknisi dari seluruh dunia. 

Dari segi daya tahan dan kualitasnya, genset ini tidak jauh berbeda dengan MWM. Namun untuk variannya, genset ini berkapasitas lebih besar dan kuat. Mulai dari 300 KVA hingga 1000 KVA

MAN memiliki banyak varian yang digunakan untuk kebutuhan besar. Tidak heran jika banyak teknisi mengakuinya dan bisa jadi pilihan untuk Anda jika membutuhkan kapasitas besar.

Dengan kekuatannya yang besar tersebut, Universitas, Rumah Sakit hingga kawasan Industri jadi bisa memiliki cadangan energi yang cukup untuk mengisi setiap sektor. Untuk mengetahui lebih lanjut seputar merek, Anda dapat membaca artikel berjudul 6 Merek Mesin Genset Terbaik untuk 2025.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa genset adalah salah satu peralatan yang paling dibutuhkan di era modern ini. Tak heran jika memiliki genset secara pribadi di rumah sudah menjadi hal yang lazim. Nah, jika Anda berniat untuk membeli genset, pastikan yang sesuai dengan kebutuhan, ya!

Pentingnya Mengganti Filter Genset Secara Berkala

Agar genset tetap bekerja optimal dan tahan lama, perawatan rutin adalah kuncinya. Salah satunya dengan mengganti filter secara berkala. Mesin diesel membutuhkan solar, udara, dan oli untuk proses pembakaran dan pelumasan yang sempurna. Karena itu, kondisi filter menjadi sangat penting.

Setidaknya ada tiga filter utama yang wajib dijaga: filter oli, filter solar, dan filter udara. Selain itu, beberapa genset juga dilengkapi filter air (pendingin) yang berfungsi menjaga sistem tetap bersih dari kotoran. Semua filter ini berperan menyaring partikel asing agar tidak masuk ke mesin. Jika diabaikan, performa genset akan menurun dan umur pakainya pun bisa jauh lebih pendek.

Mengetahui Jenis Filter yang Harus Diganti pada Genset

Genset umumnya menggunakan tiga jenis filter utama, yaitu filter udara, filter solar (bahan bakar), dan filter oli. Selain itu terdapat satu filter tambahan berupa filter air untuk sistem pendingin. Ketiganya berfungsi menyaring partikel kotoran agar tidak masuk ke dalam sistem mesin. Ini berperan agar performa tetap optimal dan usia genset lebih panjang.

Mengapa harus Mengganti Filter Genset?

Mengganti filter genset itu penting. Dan mengganti secara berkala merupakan langkah penting dalam pemeliharaan dan perawatan genset.

Sebenarnya mengganti atau membersihkan filter itu tergantung pada jenis filter dan kondisinya. Berikut ini beberapa panduan umum untuk membantu Anda memutuskan apakah filter genset perlu dibersihkan atau diganti:

  1. Filter Udara:
    • Jika filter udara terlihat sangat kotor atau terdapat lapisan debu yang tebal, sebaiknya filter tersebut diganti. Membersihkan filter udara yang terlalu kotor mungkin tidak efektif dan dapat mengurangi kinerja filter.
    • Jika filter udara hanya sedikit terkontaminasi atau terlihat kotor ringan, Anda dapat membersihkannya dengan hati-hati menggunakan metode pembersihan yang direkomendasikan. Pastikan untuk menghilangkan semua partikel kotoran tanpa merusak filter.
  2. Filter Bahan Bakar:
    • Filter bahan bakar umumnya direkomendasikan untuk diganti secara periodik sesuai dengan jadwal pemeliharaan yang diberikan oleh distributor genset. Ini karena filter bahan bakar biasanya memiliki kemampuan penyaringan yang terbatas dan kotoran yang terakumulasi dapat menyumbat filter dengan cepat.
    • Membersihkan filter bahan bakar mungkin tidak disarankan karena partikel kotoran atau zat yang menempel pada filter sulit dihilangkan sepenuhnya, dan dapat menyebabkan kerusakan pada sistem bahan bakar.
  3. Filter Oli:
    • Filter oli umumnya diganti secara periodik saat dilakukan penggantian oli. Ini karena filter oli mengumpulkan kotoran dan partikel dari oli pelumas yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen mesin jika terakumulasi.
    • Membersihkan filter oli jarang dilakukan karena partikel yang menempel pada filter sulit dihilangkan sepenuhnya. Oleh karena itu, penggantian filter oli secara rutin direkomendasikan.

Simak artikel berjudul Tips Perawatan Genset Standby untuk mengetahui tips perawatan lain.

Pengecekan genset

Cara Mengganti Filter Solar dan filter lainnya

Demi menjaga kualitas filter tetap baik, maka perlu diperhatikan mengenai keaslian filter yang dipakai. Hendaknya memakai filter original atau asli sesuai rekomendasi mesin diesel. Selain itu perlu dilakukan penggantian dalam rentang waktu tertentu sesuai rekomendasi pembuat filter.

Kami dapat membantu dengan cara mengganti filter solar , filter oli, filter udara dan filter tambahan pada genset anda dan merekomendasikan jadwal penggantian berkala.

Cara Membersihkan Filter Genset dengan Benar

Filter genset memainkan peran penting dalam menjaga kinerja genset Anda. Untuk membersihkannya dengan benar, ikuti panduan singkat ini:

1. Persiapan dan Keselamatan

  • Pastikan genset mati dan dingin.
  • Kenakan perlindungan diri: sarung tangan dan kacamata.

2. Akses Filter

  • Temukan lokasi filter udara di genset Anda.

3. Keluarkan Filter

  • Gunakan obeng untuk membuka penutup filter.
  • Keluarkan filter dengan hati-hati.

4. Pembersihan Filter

  • Gunakan sikat halus atau udara bertekanan rendah.
  • Hindari merobek atau merusak filter.
  • Gantilah jika sangat kotor atau rusak.

5. Periksa Penutup Filter

  • Pastikan area sekitarnya bersih.

6. Pasang Filter Baru (Jika Diperlukan)

  • Ikuti petunjuk pabrik jika perlu mengganti filter.

7. Pasang Kembali Penutup Filter

  • Pastikan terpasang dengan aman.

8. Uji Kinerja

  • Hidupkan genset dan periksa kinerjanya.

9. Jadwalkan Pemeriksaan Rutin

  • Tetapkan jadwal pemeriksaan dan perawatan berkala.

Dengan langkah-langkah ini, Anda dapat menjaga genset dalam kondisi optimal dan memastikan kesiapan selama situasi darurat.

Mengganti filter genset itu sederhana, tapi penting. Dengan merawat filter, Anda menjaga mesin tetap bersih, hemat bahan bakar, dan tahan lama. Jangan menunggu rusak dulu baru ganti.

Jika Anda butuh bantuan teknis atau ingin konsultasi soal penggantian filter, hubungi PT Interjaya Surya Megah. Kami adalah distributor resmi genset dengan engine MWM di Indonesia. Dapatkan solusi terbaik untuk kebutuhan genset Anda sekarang juga.

Rekomendasi Distributor Sparepart Genset Terpercaya

Setelah mengetahui seputar filter genset , kini saatnya Anda menemukan distributor terpercaya dengan kualitas terbaik di PT Interjaya Surya Megah. Kami menyediakan stok sparepart yang lengkap untuk mendukung kebutuhan genset Anda kapan saja!

Alamat:Branch Office
Hotline:
+6231 9985 0000
+6221 2900 6565
+6281288889052

Keuntungan Membeli Genset Dari Perusahaan Kami

Pemadaman listrik memang sering terjadi di musim penghujan, apalagi jika disertai dengan pohon tumbang dan banjir yang dapat menghambat kinerja perusahaan. Genset menjadi solusi tepat untuk memberikan penerangan khususnya bagi perusahaan yang sangat bergantung dengan listrik. Untuk itu kami jual genset yang dapat diandalkan di saat dibutuhkan.  Keuntungan konsumen yang memilih produk genset dari perusahaan kami

Agen Tunggal dan Distributor Genset

Kami telah dipercaya untuk menjadi agen tunggal Genset dengan engine MWM di Indonesia dan distributor Genset dengan engine MAN. Membeli genset dari kami berarti konsumen mendapat support langsung dari pabrik pembuat sehingga service dapat kami berikan dengan lebih baik dan cepat.

Service Genset Indonesia

Bukan hanya jual genset, kami juga memberikan service dan after sales service untuk semua konsumen mulai dari penawaran, transaksi penjualan, perawatan bulanan hingga overhaul.

Adanya kantor cabang kami dan rekanan dealer di berbagai kota di Indonesia akan membantu konsumen untuk lebih dekat dengan service kami. Lokasi Genset di Surabaya, Genset di Jakarta, ataupun di kota lain, konsumen tidak perlu kuatir karena Team Technical Support dan teknisi kami akan tetap memberikan service yang memuaskan.

Garansi Genset

Semua mesin genset yang kami jual bergaransi dan kami memberikan garansi tambahan bebas service dalam masa waktu yang ditentukan.

Ketersediaan Stock Genset dan Spare Part

Kami memiliki stock genset dengan berbagai kapasitas, baik engine only, genset open, dan genset silent. Selain itu konsumen juga tidak perlu pusing mencari spare part genset, karena kami memiliki stock spare part yang cukup banyak dan lengkap.

Showroom genset kami terletak di Surabaya, Jakarta, Medan dan terbuka bagi anda yang ingin melihat dan membutuhkan informasi.

Anda akan mendapatkan kenyamanan tersendiri dengan membeli Genset dari kami. Jangan ragu untuk bertanya ketersediaan genset sesuai yang anda inginkan. Kami siap menyediakan genset dan service yang terbaik sehingga konsumen mendapatkan kepuasan penuh.