Cara Menghitung Pemakaian Bensin Genset

PERHATIAN: Info tips dan keterangan mengenai genset ini diberikan hanya sebagai bantuan. Pemasangan dan pembenaran genset memerlukan tenaga ahli genset untuk mengerjakannya. Melakukan ini di luar pengawasan tenaga ahli bisa berbahaya. Kami tidak bertanggungjawab atas kerugian yang terjadi di luar jasa kami. Hubungi kami sebagai distributor genset untuk kebutuhan genset anda.

Cara Menghitung pemakaian bensin genset memang diperlukan. Bukan hanya mengetahui berapa konsumsi yang diperlukan. Melainkan sebagai bagian dari perawatan. Ada banyak faktor penyebab BBM untuk generator ini boros. Hal tersebut menandakan ada komponen bermasalah yang harus ditangani. Bila tidak, akan menimbulkan kerusakan parah.

Setidaknya, begitulah cara kerja dari generator. Kerusakannya, sulit untuk di prediksi. Satu kasus bisa terdiri dari beberapa komponen yang harus diperiksa. Kemungkinan, filter udara kotor dan harus dibersihkan. Jika dibiarkan saja, endapan kotoran ini akan menumpuk, menyebabkan kerusakan dan mengakibatkan kinerja generator terganggu.

Komponen selanjutnya, yang menyebabkan konsumsi bahan bakar boros adalah sistem injeksi bermasalah. Hal ini menyebabkan terjadinya kelebihan kecepatan. Pengaruhnya adalah komponen berputar melebihi batas kecepatan aman. Akibat terburuknya, beberapa komponen didalam akan saling menghancurkan satu sama lain, dan genset akan meledak.

Kerusakan pada sistem injeksi ini dipengaruhi berbagai hal. Mekanisme sistem sudah aus, atau kualitas BBM buruk, kotor, dan sudah tercampur dengan air. Inilah mengapa salah satu teknik perawatan genset, Anda harus memeriksa bagian tangki. Mencegah kondisi seperti ini yang menyebabkan kerugian untuk Anda sendiri.

Cara Menghemat Bahan Bakar

Sebelum mengetahui cara menghitung pemakaian bensin genset. Kami akan berikan beberapa saran bagaimana cara menghemat BBM pada generator. Utamanya adalah perawatan yang Anda lakukan untuk genset itu sendiri. Hal ini sangat penting diperhatikan, karena kerusakan bisa terjadi bila tidak dirawat dengan baik.

Sebagai contoh, saat Anda menggunakan alat ini dan tidak mengindahkan beban daya yang sudah disarankan. Generator akan bekerja melebihi batas kemampuan. Keadaan ini juga memicu konsumsi BBM banyak untuk memenuhi tenaga yang dikeluarkan oleh mesin. Selanjutnya, bila tidak digunakan bisa dimatikan.

Saat generator dalam keadaan menyala, posisinya berada di beban rendah atau idie. Dalam keadaan ini bahan bakar akan berkurang hingga 20% dari kebutuhan. Selain itu, pada posisi ini, kinerja AVR untuk menstabilkan tegangan juga sangat berat. Boleh saja untuk dipanaskan setiap harinya.

Tetapi, kami sarankan untuk tidak berlebihan. Setidaknya 5 menit maksimal 10 menit setiap 3 hari sekali sudah cukup. Cara menghitung pemakaian bensin genset selanjutnya, adalah memeriksa kualitas BBM. Harga yang suah Anda keluarkan harus sebanding dengan kualitasnya, karena menimbulkan pengaruh berbeda dikemudian hari.

Kualitas BBM yang disarankan

Menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi memang penting. Hindari penggunaan oplosan baik solar maupun minyak tanah. Perlu diperhatikan, campuran apa pun bisa mengakibatkan kerusakan pada genset. Tidak hanya satu atau dua saja, bahkan hampir semua bisa berakibat buruk karena oplosan ini.

Bahkan, saat tangki sudah kosong. Lebih baik untuk mengurasnya terlebih dahulu. Jangan langsung memasukkan BBM baru. Hal ini sangat berguna, karena Anda tidak tahu, seberapa banyak udara dan uap air yang sudah masuk ke dalam tangki. Dengan membersihkannya, meminimalkan tercampurnya berbagai bahan.

Lalu setelah membeli bahan bakar, tidak ada salahnya Anda menggunakan alat khusus menguji kemurniannya. Bisa menggunakan cetane number atau lainnya. Memang, untuk membelinya membutuhkan dana cukup besar. Tetapi, efek kedepannya cukup baik bagi genset dan seluruh komponen didalam.

Cara Menghitung Pemakaian Bensin Genset

Untuk menghitungnya, kami akan sediakan beberapa ilustrasi contoh agar mudah dipahami. Untuk rumus menghitungnya adalah 0,21 x p x t. 0,21 ini adalah ketepatan konsumsi yang per watt per hari. P menunjukkan daya genset, sementara t adalah satuan waktu.

Sebagai contoh, Anda akan menghitung konsumsi untuk genset dengan daya 100KVA. Dari dari rumus diatas akan menemukan hasil sebagai berikut. 0,21 x 100 x 1 = 21 per liter per jam. Sehingga, setiap satu jamnya, konsumsi bensin yang dibutuhkan adalah 21 liter.

Bila Anda kali dengan harga saat ini maka akan didapatkan angka. 21 x Rp6450 = Rp135.450,-. Sehingga, bisa disimpulkan energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan mesin dengan kapasitas 100KVA selama satu jam adalah Rp135.450,-. Bila digunakan selama 24, maka angkanya menjadi Rp3.250.800,-

Dari rumus di atas bisa disimpulkan bahwa perawatan memang diperlukan. Daya listrik berlebih, konsumsi Bahan bakar pun juga ikut berlebih. Begitu pula dengan daya yang rendah, konsumsinya juga ikut rendah. Oleh karena itu, perhatikan kembali kebutuhan Anda dalam menggunakan generator.

Kebutuhan konsumsi bahan bakar memang cukup tinggi. Hal ini berpengaruh besar bagi industri bila tidak dipikirkan. Terutama soal anggaran, karena masih ada biaya produksi dan lain-lain. Pedoman di atas bisa digunakan sebagai Cara menghitung pemakaian bensin genset untuk keperluan rumah tangga.