Perbedaan Watt dan Volt yang Perlu Diketahui

PERHATIAN: Info tips dan keterangan mengenai genset ini diberikan hanya sebagai bantuan. Pemasangan dan pembenaran genset memerlukan tenaga ahli genset untuk mengerjakannya. Melakukan ini di luar pengawasan tenaga ahli bisa berbahaya. Kami tidak bertanggungjawab atas kerugian yang terjadi di luar jasa kami. Hubungi kami sebagai distributor genset untuk kebutuhan genset anda atau untuk mengetahui harga genset kami.

Dalam kehidupan sehari hari, kita pasti menggunakan listrik namun tidak mengetahui perbedaan Watt dan Volt yang sebenarnya. Padahal keduanya ada dan masuk dalam karakteristik tegangan arus listrik. 

Tahukah Anda bahwa keduanya tidak saling bersinggungan atau terhubung satu sama lain. Watt dan Volt itu berdiri sendiri karena keduanya memang terikat pada aturannya masing-masing. 

Pada dasarnya watt merupakan daya yang dibutuhkan oleh suatu benda elektronik. Sedangkan volt merupakan standar tegangan yang dimiliki oleh satuan arus listrik. Biasanya Anda bisa menemukan volt pada MCB atau kWh meter di rumah. 

KWh meter memiliki banyak varian dan pada dasarnya memiliki tegangan yang dibagi ke dalam satuan Volt. Contoh sederhananya adalah 450 Va, 900 Va hingga 1300 Va, semuanya ada dalam satuan tegangan volt.

WATT dan VOLT memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri sehingga kita tidak bisa menggabungkannya. Namun jika dilihat dari segi cara kerjanya, Watt memakan daya yang dihasilkan oleh Volt. 

Perbedaan Watt dan Volt dalam Segi Penggunaan

Dalam satuan arus listrik, tegangan digunakan sebagai satuan perhitungan yang pasti. Setiap orang pasti menggunakan listrik untuk berbagai kebutuhan. Dari kebutuhan tersebut, alat elektronik pasti digunakan sebagai medianya dan listrik digunakan untuk sumber dayanya.

Watt lebih dikhususkan untuk tegangan atau daya yang dibutuhkan oleh alat elektronik. Biasanya kita memperhitungkan tegangan watt untuk memastikan kapasitas listrik itu cukup atau tidak. 

Jika tidak cukup, tegangan akan terbebani dan listrik mengalami limit tenaga yang dapat diberikan. Limit tegangan biasa disebut dengan Ohm. Selain perbedaan Watt dan Volt, limit atau ohm juga ikut berperan aktif dalam kehidupan sehari hari. 

Saat ini perhitungan rumus tidak digunakan karena data diambil dari informasi yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. Anda pasti memiliki kWh meter di rumah yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari PLN. 

Arus listrik itu bisa dinamakan Volt tergantung dari besarannya. Lalu varian kWh meter mulai dari 450 Va sampai 1300 Va itu dinamakan sebagai limit pengeluaran yang ada di kWh meter. Jadi dengan adanya limit, arus listrik juga menjadi semakin terbatas. 

Oleh karena itu satuan Watt akan digunakan sebagai perhitungan penggunaan arus tegangan listrik dari PLN. Seberapa banyak tegangan yang sanggup dihasilkan untuk beberapa alat elektronik jika arus listrik memiliki limit tertentu.

Memahami Perbedaan Watt dan Volt Lebih Jauh

Listrik memiliki tegangan yang terhubung di antara satu titik ke titik lainnya. Hal ini sering disebut juga dengan kata arus listrik. Jika dilihat dari sumbernya, listrik dihasilkan dari PLN lalu terhubung melalui kabel dan terdorong menjadi arus sehingga akhirnya sampai ke titik pemakainya.

  1. Daya

Setelah sampai ke titik pemakainya, listrik mengalami perubahan unsur kimia yang menyebabkannya menjadi sebuah daya. Daya itu terjadi akibat adanya tegangan yang dibutuhkan dari proses perubahan arus listrik. Setiap saat arus itu bergerak dan menghasilkan daya yang berguna untuk alat elektronik.

  1. Hubungan Arus Listrik

Selain adanya daya, hubungan arus listrik juga menjadi unsur perbedaan Watt dan Volt. Arus listrik bisa dibagi ke dalam dua jenis yaitu searah dan siklus dua arah atau bolak balik. Keduanya memiliki prinsip berbeda dari segi tegangan yang dihasilkan menjadi sebuah daya.

Untuk arus listrik satu arah, sebutan ilmiahnya adalah DC (Direct Current). Arus listrik DC biasa digunakan untuk menghubungkan tegangan langsung ke pemakainya untuk diubah menjadi daya. 

Lalu untuk arus dua arah atau disebut AC (Alternating Current) merupakan listrik yang dapat bersirkulasi dalam satu wadah.

Arus DC juga biasa digunakan untuk kabel yang terhubung dari PLN kepada para penggunanya. Selain itu perbedaan Watt dan Volt juga bisa dilihat ketika arus DC mengalami proses perubahan. Arus listrik satu arah langsung terhubung ke panel dan diubah menjadi daya dengan tekanan tertentu.

  1. Pergerakan Arus AC

Jika dilihat dari pergerakan arus AC, tegangan listrik tidak langsung diubah menjadi daya melainkan mengalami perputaran secara terus menerus di dalam sirkuitnya. Namun seiring berjalannya waktu tegangan tersebut juga akan berkurang. Akibat pergerakan yang terjadi.

Sebenarnya arus listrik bisa diperhitungkan dengan rumus tertentu. Namun untuk lebih singkatnya watt bekerja di setiap detiknya. Sebagai contoh lampu membutuhkan 10 watt, dengan begitu daya yang dihasilkan berasal dari pengeluaran 10 watt itu di setiap detiknya.Karenanya tegangan listrik Anda harus lebih besar atau berkapasitas tinggi untuk dapat menampung kebutuhan lampu tersebut. Perbedaan Watt dan Volt memang terlihat sulit, namun sebenarnya mudah jika Anda memahami pola kerjanya terlebih dahulu.

Sebagai distributor electric motor PT Interjaya Surya Megah menjual electric motor dengan berbagai jenis dan merek seperti EMMELEKTRIM dan ADK Electric Motors. Harga electric motors kami sangat terjangkau dan setiap produk kami adalah produk orisinil dengan garansi resmi. Silahkan menghubungi kami untuk melakukan pemesanan.