Sebelum Membeli Vacuum Pump, Tentukan Daya Hisap dan Kecepatan Aliran yang Dibutuhkan

PERHATIAN: Info tips dan keterangan mengenai genset ini diberikan hanya sebagai bantuan. Pemasangan dan pembenaran genset memerlukan tenaga ahli genset untuk mengerjakannya. Melakukan ini di luar pengawasan tenaga ahli bisa berbahaya. Kami tidak bertanggungjawab atas kerugian yang terjadi di luar jasa kami. Hubungi kami sebagai distributor genset untuk kebutuhan genset anda atau untuk mengetahui harga genset kami.
NHJS School Cummins

Sebelum membeli vacuum pump, tentukan:

  1. Tingkat tekanan atau kekuatan vacuum yang dibutuhkan.
  2. Volume udara atau gas yang perlu dipindahkan.
  3. Waktu yang tersedia untuk mencapai tekanan target.
  4. Udara atau gas yang terus masuk selama proses.
  5. Jenis gas, uap, debu, cairan, atau kontaminan yang terlibat.
  6. Pola operasi, baik terus-menerus maupun berkala.
  7. Panjang, diameter, sambungan, dan hambatan jalur pipa.
  8. Kemampuan pompa pada kurva performa di tekanan kerja.

Daya hisap dan kecepatan aliran perlu diperiksa bersama karena menunjukkan kemampuan vacuum pump yang berbeda. Pompa perlu mampu mencapai tingkat vacuum sekaligus memindahkan udara atau gas sesuai kebutuhan proses.

Karena itu, pemilihan vacuum pump sebaiknya disesuaikan dengan kondisi proses dan instalasi, bukan hanya berdasarkan daya motor atau angka flow terbesar pada katalog.

Bedakan Daya Hisap dan Kecepatan Aliran Vacuum Pump

Daya hisap dan kecepatan aliran menunjukkan dua kemampuan yang berbeda. Daya hisap atau tingkat vacuum (vacuum level) menunjukkan seberapa rendah tekanan yang dapat dicapai atau dipertahankan. Sementara itu, kecepatan aliran (flow rate atau pumping speed) menunjukkan volume udara atau gas yang dapat dipindahkan dalam waktu tertentu.

Artinya, vacuum pump dengan flow besar belum tentu mencapai tingkat vacuum yang dibutuhkan proses. Sebaliknya, pompa yang mampu mencapai tekanan sangat rendah belum tentu memberikan kecepatan pemompaan yang dibutuhkan pada titik kerja tertentu.

Tentukan Seberapa Kuat Vacuum yang Dibutuhkan

Tentukan tekanan yang benar-benar dibutuhkan selama proses, bukan langsung mencari vacuum pump dengan tekanan akhir paling rendah. Data yang sebaiknya dicatat meliputi:

  • Tekanan awal sistem.
  • Tekanan kerja yang harus dipertahankan.
  • Tekanan akhir yang ingin dicapai.
  • Toleransi perubahan tekanan.
  • Lama tekanan tersebut harus dipertahankan.

Tekanan kerja penting karena menunjukkan kondisi yang harus dipenuhi selama mesin beroperasi. Sementara itu, tekanan akhir atau ultimate pressure merupakan batas tekanan rendah yang dapat dicapai pompa dalam kondisi tertentu dan tidak otomatis sama dengan kondisi operasi aktual.

Hitung Berapa Banyak Udara atau Gas yang Harus Dipindahkan

Kapasitas vacuum pump perlu mempertimbangkan total volume sistem yang ikut dikosongkan. Jangan menghitung ruang atau tangki utama saja.

  • Volume ruang atau tangki.
  • Volume jalur pipa.
  • Filter dan separator.
  • Selang serta sambungan.
  • Peralatan proses lain yang terhubung.
  • Jumlah titik penggunaan yang bekerja bersamaan.

Semakin besar volume yang harus dikosongkan, semakin besar pula kebutuhan kecepatan pemompaan jika tekanan target harus dicapai dalam waktu yang sama.

Genset untuk pabrik

Tentukan Seberapa Cepat Tekanan Target Harus Tercapai

Target waktu menjadi bagian penting dalam menentukan kapasitas vacuum pump. Sistem dengan volume dan tekanan target yang sama dapat membutuhkan pumping speed berbeda apabila salah satunya harus mencapai vacuum lebih cepat.

Pada website resminya, Leybold menjelaskan bahwa waktu pemompaan berkaitan dengan volume sistem, tekanan yang ingin dicapai, dan kecepatan pemompaan efektif pada sistem. Hubungan ini menunjukkan mengapa kapasitas tidak dapat ditentukan dari volume saja.

Gunakan tabel berikut untuk merangkum kebutuhan awal:

Volume SistemTekanan AwalTekanan TargetTarget WaktuDurasi Mempertahankan Tekanan
Isi berdasarkan sistemCatat tekanan awalCatat tekanan prosesCatat waktu maksimumCatat sesuai siklus proses

Perhitungkan Udara atau Gas yang Terus Masuk selama Proses

Vacuum pump tidak selalu hanya mengosongkan sistem sekali di awal. Pada beberapa proses, udara, gas, atau uap terus masuk sehingga pompa harus mempertahankan tekanan sambil menangani beban tersebut.

Beban tambahan dapat berasal dari:

  • Kebocoran pada sambungan.
  • Udara yang masuk bersama produk.
  • Gas dari proses.
  • Uap dari cairan.
  • Pelepasan gas dari material.
  • Pembukaan dan penutupan ruang proses.

Faktor ini perlu diperhitungkan agar pompa tidak hanya mampu mencapai tekanan target sesaat, tetapi juga mempertahankannya selama operasi.

Kenali Material yang Masuk ke Vacuum Pump

Karakter media yang dipindahkan perlu diperiksa karena dapat memengaruhi pemilihan jenis vacuum pump dan perlengkapan pendukungnya. Catat:

  • Jenis gas atau udara.
  • Kandungan uap air.
  • Debu atau partikel.
  • Kemungkinan cairan ikut terhisap.
  • Sifat korosif atau mudah terbakar.
  • Suhu media yang masuk.

Informasi tersebut membantu menentukan apakah sistem memerlukan filter, separator, material tertentu, atau perlindungan tambahan sebelum media masuk ke pompa.

Sesuaikan dengan Pola Operasi Vacuum Pump

Vacuum pump untuk industri perlu disesuaikan dengan pola kerja aktual, terutama jika unit akan digunakan dalam waktu panjang atau mengikuti siklus produksi.

  • Jam operasi per hari.
  • Durasi setiap siklus.
  • Jumlah siklus per jam.
  • Waktu istirahat antarsiklus.
  • Perubahan kebutuhan vacuum selama proses.
  • Kebutuhan cadangan apabila pompa berhenti.

Data ini membantu membedakan kebutuhan sistem yang bekerja terus-menerus dengan aplikasi yang hanya membutuhkan vacuum pada tahap tertentu.

Periksa Pengaruh Pipa terhadap Daya Hisap di Mesin

Performa vacuum pada titik penggunaan dapat lebih rendah dibandingkan kemampuan pompa apabila jalur antara pompa dan mesin menimbulkan hambatan aliran.

Karena itu, periksa:

  • Panjang pipa.
  • Diameter pipa.
  • Jumlah belokan.
  • Penyempitan jalur.
  • Sambungan dan potensi kebocoran.
  • Kondisi filter.
  • Jarak antara pompa dan titik penggunaan.

Jangan Memilih Vacuum Pump Hanya dari Angka Flow Maksimum

Flow maksimum tidak cukup digunakan sebagai dasar pemilihan karena kemampuan aliran vacuum pump dapat berubah mengikuti tekanan kerja. Pembeli perlu memeriksa secara bersamaan:

  • Tingkat tekanan.
  • Kecepatan aliran pada tekanan tersebut.
  • Waktu mencapai tekanan.
  • Kondisi pengujian produsen.
  • Kebutuhan proses sebenarnya.

Karena itu, dua vacuum pump dengan angka flow maksimum yang terlihat serupa belum tentu memberikan performa yang sama pada tekanan yang dibutuhkan mesin.

Genset untuk pabrik

Baca Kurva Performa pada Titik Kerja yang Dibutuhkan

Kurva performa membantu melihat hubungan antara tekanan dan kecepatan pemompaan. Cari tekanan kerja yang dibutuhkan, kemudian lihat berapa pumping speed yang tersedia pada titik tersebut.

Pumping speed dapat berubah pada rentang tekanan tertentu. Karena itu, gunakan kurva resmi dari model vacuum pump yang sedang dipertimbangkan, bukan hanya angka kapasitas nominal.

Siapkan Data Ini Sebelum Meminta Rekomendasi Vacuum Pump

Sebelum meminta rekomendasi produk, rangkum kebutuhan proses agar supplier dapat mencocokkannya dengan spesifikasi vacuum pump yang tersedia.

Data ProsesNilai atau KondisiSumber DataPerlu Dikonfirmasi
Aplikasi/prosesIsi sesuai penggunaanData produksiYa/Tidak
Jenis udara, gas, atau materialIsi kondisi aktualData prosesYa/Tidak
Volume sistem dan jumlah titikIsi hasil pengukuranLayout sistemYa/Tidak
Tekanan awal dan tekanan kerjaIsi kebutuhan prosesSpesifikasi mesinYa/Tidak
Target waktu mencapai tekananIsi waktu yang tersediaSiklus produksiYa/Tidak
Aliran yang masuk selama prosesIsi kondisi prosesData operasionalYa/Tidak
Pola operasiKontinu/berkalaJadwal produksiYa/Tidak
Panjang dan diameter pipaIsi ukuran aktualLayout instalasiYa/Tidak
Kondisi lingkunganIsi kondisi lokasiSurvei lokasiYa/Tidak
Listrik dan ruang pemasanganIsi kondisi tersediaData fasilitasYa/Tidak

FAQ tentang Cara Memilih Vacuum Pump

Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu memperjelas parameter yang perlu diperiksa sebelum menentukan vacuum pump.

1. Apakah vacuum pump dengan daya motor lebih besar pasti memiliki daya hisap lebih kuat?

Tidak selalu. Daya motor, tingkat vacuum, dan kecepatan aliran merupakan parameter berbeda. Bandingkan kebutuhan proses dengan spesifikasi serta kurva performa masing-masing unit.

2. Apakah flow rate tertinggi selalu menjadi pilihan terbaik?

Tidak. Flow rate perlu diperiksa pada tekanan kerja yang dibutuhkan, bukan hanya berdasarkan angka maksimum yang tercantum pada spesifikasi.

3. Apa perbedaan tekanan kerja dan tekanan akhir vacuum pump?

Tekanan kerja adalah tekanan yang dibutuhkan selama proses, sedangkan tekanan akhir menunjukkan batas tekanan rendah yang dapat dicapai pompa pada kondisi tertentu.

4. Mengapa daya hisap di mesin lebih lemah daripada di dekat pompa?

Perbedaannya dapat dipengaruhi kebocoran, kondisi filter, diameter pipa, panjang jalur, belokan, valve, dan hambatan lain pada sistem.

5. Apakah satu vacuum pump dapat digunakan untuk beberapa mesin?

Bisa dipertimbangkan apabila kapasitas total, jumlah mesin yang digunakan bersamaan, kebutuhan tekanan, jalur distribusi, dan kebutuhan cadangan sudah diperhitungkan.

Kesimpulan

Cara memilih vacuum pump dimulai dengan menentukan tekanan kerja, volume sistem, target waktu, beban udara atau gas, karakter media, dan pola operasi. Setelah itu, periksa pengaruh jalur pipa dan cocokkan kebutuhan tersebut dengan kurva performa pada tekanan kerja. Dengan cara ini, pemilihan tidak hanya bergantung pada daya motor atau angka flow maksimum.

Tentukan Vacuum Pump Berdasarkan Kebutuhan Proses Anda

Bawa data proses dan kondisi instalasi saat berkonsultasi dengan PT Interjaya Suryamegah  agar kebutuhan vacuum dapat dievaluasi dengan lebih jelas. Interjaya menyediakan Ring Blower & Vacuum Pump, termasuk Rotary Vane Vacuum Pump, untuk kebutuhan industri. Informasi mengenai tekanan kerja, flow, pola operasi, media, dan jalur pipa dapat digunakan sebagai dasar untuk mencocokkan produk dengan kebutuhan aplikasi Anda.

Alamat: Branch Office
Hotline:
+6231 9985 0000
+6221 2900 6565
+6281288889052