Membedakan Genset Silent dan Open yang Harus Diketahui

Ada dua jenis mesin yang saat ini cukup banyak digunakan, yaitu genset silent dan open. Tentu keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Sementara penggunaannya bergantung pada kebutuhan Anda pastinya. 

Memilih antara genset mode silent atau open bisa dipertimbangkan dari spesifikasinya. Jika Anda sudah mengenal dengan baik maka akan lebih mudah dalam menentukan pilihan. Anda bisa menentukannya juga dari berbagai sisi agar tidak sampai salah mengambil keputusan. 

Memahami Perbedaan pada Tipe Genset

Sebenarnya perbedaan mendasar antara genset silent dan open ada pada tingkat kebisingan suaranya. Pada tipe open memang suara yang dihasilkan cukup bising sehingga harus diberikan ruangan khusus agar kebisingannya tidak mengganggu orang lain.

Sementara genset silent memang sudah menggunakan teknologi khusus agar suaranya kedap. Sehingga tidak akan mengganggu lingkungan sekitar. Meskipun begitu penempatannya juga tetap harus diperhatikan agar tidak sampai terkena sinar matahari ataupun air hujan secara langsung. 

Menentukan Pilihan Genset Silent dan Open

Untuk memudahkan dalam menentukan pilihan maka Anda perlu mengetahui berbagai perbedaan antara genset silent dan open secara menyeluruh. Sehingga nantinya Anda bisa mengetahui mana pilihan terbaik untuk digunakan bergantung kondisi sekitar. 

Perbedaan yang diketahui tentunya harus menyeluruh agar mengenal keduanya secara tepat. Berikut perbedaan yang penting bagi Anda ketahui antara menggunakan genset tipe open maupun silent sebagai bahan pertimbangan sebelum menentukan pilihan nantinya.

1. Pertimbangan harga

Jika berbicara tentang harga memang untuk mesin open akan membutuhkan budget lebih terjangkau, dibandingkan tipe silent. Tentu saja hal ini berkaitan dengan adanya teknologi khusus untuk meredam suara pada genset silent sehingga relatif lebih mahal harga yang dipatok.

Jadi memang Anda tinggal menyesuaikan dengan budget serta kebutuhan penempatannya. Kalau ingin menggunakannya untuk kebutuhan pribadi maka akan lebih baik memilih tipe silent agar tidak mengganggu lingkungan sekitar dengan suara bisingnya. Canopy khusus sudah terpasang secara langsung pada mesinnya.

2. Lokasi penempatan genset

Genset open atau terbuka memang seharusnya diletakkan di ruangan khusus. Bagi Anda yang memang sudah memiliki power house sendiri maka genset ini adalah pilihan tepat digunakan. Apalagi jika memang ada lahan lebih yang terpisah dari lingkungan sekitar tentu lebih aman.

Sementara untuk genset silent memang diproduksi sudah lengkap dengan canopynya sendiri. Sehingga bisa diletakkan di luar ruangan atau dapat dikatakan lebih fleksibel penempatannya. Jadi untuk penggunaan mobile juga lebih menguntungkan untuk dipilih tentunya.

3. Penggunaan genset secara umum

Kebanyakan untuk genset open lebih banyak digunakan untuk industri besar. Sehingga memang ditempatkan di lokasi yang jauh dari lingkungan sekitar atau bisa dikatakan lokasi khusus. Tentunya dengan penggunaan kapasitas sesuai industri tersebut.

Untuk jenis silent lebih fleksibel bisa digunakan untuk kebutuhan rumahan atau gedung yang tidak terlalu besar. Tentu saja lebih nyaman digunakan karena suaranya sudah dikedapkan sehingga tidak akan mengganggu kondisi sekitarnya. 

4. Kelebihan yang bisa dimanfaatkan

Mengenai kelebihan tentu keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Pada mesin bertipe open keunggulannya adalah lebih mudah untuk dilakukan perawatan sampai ke bagian dalamnya. Sehingga maintenance yang dilakukan akan lebih optimal nantinya.

Sedangkan untuk tipe silent tentu saja keunggulan yang dimiliki adalah suaranya lebih tenang. Oleh karena itu, Anda bisa lebih tenang untuk menggunakannya di mana saja karena aman tidak akan sampai mengganggu orang lain di daerah sekitar. 

Setelah mengetahui berbagai perbedaan tersebut maka pastinya Anda bisa mengetahui mana paling tepat untuk digunakan. Tentunya disesuaikan dengan kondisi masing-masing agar fungsinya juga lebih optimal, meskipun secara performa genset silent dan open sama saja.

PT Interjaya Surya Megah menjadi agen tunggal Genset MWM dan distributor Genset MAN Germany dan Genset Lombardini Italy, kami telah dipercaya sebagai distributor genset di Indonesia. Dapatkan genset terbaik anda dengan harga terjangkau dan jangan ragu untuk menghubungi kami.

Memenuhi Standar Penempatan Genset yang Tepat dan Aman

Pada dasarnya memang ada standar penempatan genset yang harus Anda ikuti dengan baik. Tentu saja ada beragam alasan yang mendasari adanya penempatan khusus untuk mesin ini dan tidak boleh sembarangan. 

Jika Anda ingin mesin yang digunakan awet dan aman tentunya penempatannya juga harus tepat. Kesalahan sedikit saja bisa membuat kualitas kinerja alat tersebut bisa menurun seiring berjalannya waktu saat digunakan nantinya. 

Pentingnya Posisi Penempatan pada Genset

Sebenarnya genset ini merupakan mesin yang cukup rentan. Oleh karena itu, jika penempatannya kurang pas maka bisa menurunkan fungsinya. Bahkan menimbulkan kerusakan yang membuatnya tidak bisa digunakan secara optimal lagi. 

Hal inilah yang menyebabkan standar penempatan genset menjadi sangat penting untuk diperhatikan dengan baik. Jika Anda sudah memenuhinya secara optimal maka setiap kerusakan tentu bisa diminimalisasi sebaik mungkin. 

Penempatan yang tepat juga merupakan salah satu investasi. Tentunya karena menjaga kualitas mesin sehingga Anda bisa menghemat budget untuk memperbaikinya atau bahkan membeli yang baru karena kerusakannya tidak bisa diperbaiki. 

Standar Penempatan Genset yang Harus Diperhatikan

Menggunakan mesin genset untuk beragam kebutuhan memang juga sudah harus mempersiapkan tempatnya dengan baik. Hal ini pastinya perlu jadi bahan pertimbangan Anda apalagi jika penggunaannya untuk jangka panjang. 

Jangan sampai menyepelekannya karena nantinya bisa saja kemungkinan berakibat fatal pada kinerja mesin tersebut. Berikut standar penempatan genset yang baik dan tepat harus Anda ketahui serta aplikasikan tentunya. 

1. Mempersiapkan ruangan khusus

Ruangan khusus ini harus memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang baik. Sehingga nantinya mesin tersebut tidak akan mudah panas serta bisa membuang asap hasil pembakaran mesin secara optimal. 

Tentu saja hal ini sangat penting diperhatikan karena berkaitan dengan keamanan mesin genset, termasuk operatornya. Asap buangan dari pembakaran mesin bisa membahayakan operator jika sampai menumpuk di dalam ruangan.

2. Pastikan aman dari panas dan hujan 

Misalnya mesin tersebut digunakan di luar ruangan maka pastikan tetap diberikan penutup secara khusus. Tentu saja agar mesin tersebut tidak terkena sinar matahari secara langsung dan juga air hujan sehingga bisa menimbulkan kerusakan nantinya.

Sinar matahari bisa membuat mesin jadi lebih cepat rusak, sedangkan air hujan akan menimbulkan karat. Sehingga untuk penggunaan jangka panjang, memang keduanya harus dihindari dalam penempatan genset agar lebih awet serta pastinya aman.

3. Perhatikan posisi mesin

Memang saat ini sudah ada genset dengan teknologi silent, sehingga tidak menimbulkan suara bising. Namun jika Anda masih menggunakan genset model lama maka perlu memperhatikan posisi penempatannya dengan berbagai pertimbangan matang sebelumnya.

Tentu saja diusahakan agar tidak sampai mengganggu orang-orang di lingkungan sekitar. Saat mesin dinyalakan biasanya akan menimbulkan suara bising yang cukup mengganggu jika tidak diakali dengan baik.

4. Jauhkan dari sumber api

Demi keamanan penggunaannya maka Anda harus memastikan bahwa genset ditempatkan jauh dari sumber api apapun itu bentuknya. Tentunya hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang membahayakan nantinya. 

Mengingat daya listrik yang dihasilkan genset juga bisa cukup besar. Jadi pastikan Anda membuat sekeliling tempat mesin tersebut bebas dari berbagai hal yang membahayakan, termasuk jangkauan anak-anak.

5. Penggunaan trailer untuk memindahkan

Jika memang penggunaannya tidak hanya untuk di satu tempat maka perlu disiapkan trailer. Sehingga nantinya akan lebih mudah untuk memindahkannya. Apalagi genset yang berukuran besar dan berat. Trailer juga akan meminimalisasi kerusakan saat pemindahan. Memperhatikan berbagai hal secara detail termasuk posisi mesin memang sangatlah penting. Dengan begitu Anda bisa memenuhi standar penempatan genset dan memaksimalkan penggunaannya sesuai kebutuhan masing-masing tentunya.

Memperhatikan berbagai hal secara detail termasuk posisi mesin memang sangatlah penting. Dengan begitu Anda bisa memenuhi standar penempatan genset dan memaksimalkan penggunaannya sesuai kebutuhan masing-masing tentunya.

PT Interjaya Surya Megah menjadi agen tunggal yang dipercaya sebagai distributor Genset MWM dan distributor Genset MAN Germany di Indonesia. Dapatkan genset terbaik anda dengan harga terjangkau dan jangan ragu untuk menghubungi kami.

Rutin Ganti Oli Genset Maintenance yang Sangat Penting

Dalam penggunaan berbagai jenis mesin tentu saja dibutuhkan maintenance, termasuk ganti oli genset. Tentunya akan ada masalah dalam penggunaannya jika Anda tidak melakukan perawatannya dengan sebaik mungkin. Apalagi jika pelumasnya sampai kehabisan saat dipakai.

Namun pastinya ada prosedur khusus yang harus diperhatikan agar tidak sampai terjadi kesalahan. Tujuannya sudah pasti adalah untuk memastikan kinerja dari mesin tersebut tetap optimal saat digunakan nantinya dan meminimalisasi masalah yang mungkin terjadi.

Alasan Ganti Oli Genset Harus Dilakukan

Pelumas merupakan bagian yang penting dalam sebuah mesin untuk membuat performanya tetap optimal. Komponen ini akan menjadi pelumas bagi seluruh bagian genset sehingga kinerjanya bisa tetap berjalan dengan baik meskipun sudah cukup lama digunakan.

Berbagai bagian lainnya pada genset akan terjaga dengan baik, tidak mudah lepas atau baukan aus. Sehingga saat diaplikasikan tenaga yang dihasilkan juga akan jauh lebih stabil. Hal ini pastinya menguntungkan untuk Anda dalam jangka panjang. 

Mesin genset yang tentunya memiliki getaran saat posisi menyala bisa diminimalisasi jika pelumasnya ini sudah rutin diganti. Jadi memang proses ganti oli genset ini harus dilakukan secara rutin dan cara yang tepat demi menjaga kelangsungan penggunaan mesin ini. 

Agar tidak sampai terlupa maka Anda bisa mencatat kapan tanggal penggantian dilakukan. Kemudian bisa diganti lagi setelah 20 sampai 500 jam penggunaan genset. Hal ini bergantung pada tingkap pemakaiannya masing-masing, termasuk kapasitas listriknya juga. 

Persiapan Sebelum Ganti Oli

Sebelum melakukan proses penggantian pelumas pada mesin maka pastikan mesinnya dalam keadaan mati sepenuhnya. Sebaiknya juga dibersihkan terlebih dahulu agar tidak ada kotoran yang korosif termasuk karat karena nantinya akan mengontaminasi oli anda. 

Persiapkan wadah untuk oli bekas, corong, saringan atau filter, dan sesuatu yang dapat digunakan untuk membersihkan. Tentu saja tidak lupa juga mempersiapkan berbagai jenis kunci yang dibutuhkan untuk membuka bagian pelumasnya. 

Setelah semua persiapan selesai dilakukan maka Anda bisa mulai ganti oli genset. Tentu saja harus berhati-hati agar tidak sampai melakukan kesalahan yang merugikan. Dengan persiapan yang tepat maka Anda juga bisa menggantinya secara lebih cepat. 

Cara Ganti Oli Genset dengan Benar

Langkah penggantian pelumas pada mesin ini memang harus diperhatikan sebaik mungkin agar semuanya berjalan dengan baik. Menggunakan cara yang tepat maka akan membantu Anda memaksimalkan fungsinya kembali saat digunakan nantinya, apalagi dalam jangka waktu lama. 

Berikut langkah mengganti pelumas mesin daya yang harus dilakukan secara benar dan tepat. 

  1. Buka bagian seal pelumasnya kemudian cek seberapa dalam oli harus dimasukkan atau ditambah. Anda bisa menggunakan corong dengan filter untuk meminimalisasi oli yang tumpah ke bawah. 
  2. Buka seal bagian bawahnya dan pelumas bekas akan mengalir melalui saluran tersebut. Anda bisa memberikan wadah khusus untuk oli bekas tersebut sehingga akan lebih mudah untuk membuangnya nanti.
  3. Diamkan selama 3 sampai 5 menit untuk memastikan sudah tidak ada oli bekas yang masih berada di dalam genset. 
  4. Tutup kembali mur di bagian bawah dan pastikan sudah rapat sempurna, baru bisa memasukkan pelumas baru melalui seal bagian atas.
  5. Anda harus benar-benar memastikan oli yang dimasukkan sesuai kapasitas bagian tersebut. Jangan sampai terlalu penuh karena tentunya akan mengganggu kinerja mesin genset nantinya. 

Memang terkesan mudah dilakukan, tetapi Anda perlu memperhatikan setiap langkah dilakukan dengan baik. Terutama ketika merapatkan kembali penutup pelumasnya dan seberapa banyak oli harus diganti. 

Jadi jangan sampai Anda melakukan kesalahan yang nantinya justru bisa mengganggu jalannya mesin daya saat diaplikasikan. Dengan melakukan ganti oli genset secara teratur maka semua komponennya akan terjaga optimal kualitasnya. 

PT Interjaya Surya Megah menjadi agen tunggal Genset MWM dan distributor Genset MAN Germany dan Genset Lombardini Italy, kami telah dipercaya sebagai distributor genset di Indonesia. Dapatkan genset terbaik anda dengan harga terjangkau dan jangan ragu untuk menghubungi kami.

4 Cara Memilih Genset Silent yang Baik untuk Pemula

Semua teknisi yang bergerak di dalam dunia industri harus memahami cara memilih genset silent yang baik. Bukan tanpa alasan, genset sendiri memang memegang peranan besar di dalam dunia industri itu sendiri.

Karena itu pemilihan jenis genset yang tepat harus dipertimbangkan sejak awal. Jangan sampai salah pilih karena berbeda jenisnya, maka akan berbeda juga fungsi dari genset itu sendiri. Pasti ada alasan khusus kenapa Anda memilih jenis dan tipe genset tertentu.

Karena itu sebelum kita melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai cara memilih genset silent yang baik, jauh lebih baik kalau Anda memahami pengertian genset silent itu sendiri. Langsung saja, ikuti penjelasannya sampai tuntas di bawah ini.

Jika dilihat dari namanya saja kita sudah tahu apa yang diunggulkan dari jenis genset satu ini. Silent sendiri berasal dari bahasa Inggris yang artinya sunyi atau sepi. Tentu saja kata sunyi ini juga memiliki kaitan yang sangat erat dengan genset yang akan kita bahas ini.

Cara Memilih Genset Silent yang Baik

Genset Silent ini adalah jenis genset yang bisa menghasilkan energi listrik untuk sebuah perusahaan atau mesin tanpa mengeluarkan suara bising apapun. Hal ini tentu jauh berbeda dengan jenis genset lain pada umumnya yang identik dengan suara bising.

Bukannya tidak mengeluarkan suara, genset silent ini memang dilengkapi dengan body khusus yang bisa meredam suara bising itu sendiri seminimal mungkin. Karenanya penggunaan genset satu ini sangat direkomendasikan untuk dipergunakan di lokasi aktif atau ramai.

Untuk mendapatkan genset silent yang terbaik, tentu saja ada langkah-langkah khusus yang harus Anda lakukan. Tidak sulit, Anda hanya perlu melakukan analisa sederhana sebelum mengaplikasikan langkah-langkah yang akan kami jelaskan di bawah ini. Ikuti tahapannya di bawah ini.

  1. Sesuaikan dengan kebutuhan

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menyesuaikan jenis genset silent yang dipilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Hal terpenting yang harus Anda pertimbangkan adalah kebutuhan listrik. 

Hitung secara detail jumlah total kebutuhan listrik yang Anda butuhkan. Caranya mudah, Anda hanya perlu menghitung total watt yang dibutuhkan setiap harinya. 

Misalkan dibutuhkan energi listrik untuk televisi, komputer, mesin cuci, kulkas dan perangkat lainnya, jumlahkan saja kebutuhan daya listriknya. Anggap saja total kebutuhan daya untuk perangkat tersebut adalah sekitar 500 watt. 

Maka Anda harus memilih generator dengan kapasitas 1/3 di atasnya. Pilihlah generator yang memiliki kapasitas 650 atau lebih besar. Tujuan memberikan nilai lebih ini adalah untuk menjaga generator tetap awet. 

Di sisi lain pemilihan daya berlebih ini juga berfungsi untuk menghindari terjadinya habis daya akibat penambahan perangkat elektronik di rumah Anda.

  1. Pertimbangkan spesifikasi genset

Cara memilih genset silent yang baik lainnya adalah mempertimbangkan spesifikasi genset yang hendak dibeli. Spesifikasi bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan yang sudah kami jelaskan di atas. Namun ternyata pertimbangan tidak hanya berhenti di situ saja.

Jauh lebih baik kalau Anda memilih genset dari merk yang berkualitas. Genset dari merk yang berkualitas tentunya memiliki performa dan daya tahan yang jauh lebih baik. Biasanya bahan baku pembuatan yang dipilih juga jauh lebih tangguh terhadap berbagai kondisi.

Selain mempertimbangkan merek, Anda juga harus mempertimbangkan rekam jejak dari perusahaan genset silent yang dipilih. Gali informasi sedalam mungkin agar Anda mendapatkan produk yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan. 

  1. Pilih genset silent dengan bahan bakar yang mudah didapatkan

Cara memilih genset silent yang baik lainnya adalah mempertimbangkan bahan bakar yang digunakan. Hal pertama yang harus dipikirkan adalah kapasitas tangki yang digunakan. Kami sangat merekomendasikan Anda untuk memilih tangki dengan kapasitas paling minimum.

Kapasitas tangki yang kecil akan memudahkan Anda untuk melakukan pengecekan setiap harinya. Di sisi lain, Anda juga harus mempertimbangkan jenis bahan bakar yang digunakan oleh generator itu sendiri. 

Pastikan untuk memilih genset dengan bahan bakar yang mudah digunakan. Contohnya adalah seperti bahan bakar solar, atau bahan bakar premium. Jangan pilih genset dengan bahan bakar minyak tanah karena bahan bakar satu ini mulai sulit untuk ditemukan.

  1. Lihat cara pengoperasiannya

Cara memilih genset silent yang baik lainnya adalah mempertimbangkan cara pengoperasiannya. Saat ini ada banyak sekali jenis genset yang bisa Anda temukan di pasaran teknologinya tentu semakin meningkat.

Perlu dipahami, teknologi yang diterapkan kepada genset ini juga mempengaruhi cara kerja dari genset itu sendiri. Kami sangat menyarankan Anda untuk memilih genset silent dengan cara pengoperasian yang benar-benar Anda pahami.

Hal ini akan jauh lebih memudahkan Anda dalam melakukan perawatan kedepannya. Di sisi lain, cara pengoperasian yang mudah juga akan menghindarkan Anda dari kesalahan yang bisa menyebabkan hilangnya garansi.Bagi Anda yang hendak membeli genset silent, pastikan untuk memahami beberapa langkah yang sudah kami jelaskan di atas. Cara memilih genset silent yang baik tersebut akan memberikan banyak keuntungan untuk Anda.

PT Interjaya Surya Megah merupakan agen tunggal Genset MWM di Indonesia dan distributor Genset Perkins dan Genset Cummins yang mendapatkan support langsung dari pabrik sehingga service dapat kami berikan dengan lebih baik dan cepat. Segera hubungi kami untuk melakukan konsultasi mengenai kebutuhan genset Anda.

Penyebab Kebocoran Pada Generator dan Cara Menanggulanginya

Penyebab kebocoran pada generator wajib dipahami oleh siapapun yang terjun di dalam dunia industri. Bukan tanpa alasan, genset ini memegang peranan yang sangat penting di dalam dunia industri. 

Sebagai salah satu sumber tenaga, tentu saja keberadaannya tidak boleh disepelekan. Kebocoran pada generator seringkali tidak terprediksi. Kalau sudah seperti ini, tentu saja ada banyak kerugian yang akan dihadapi oleh Anda sebagai pribadi maupun perusahaan. 

Karenanya penting untuk memahami apa saja jenis penyebab yang memicu kebocoran itu sendiri. Disini kami akan membahas beberapa pemicu yang bisa menyebabkan terjadinya kebocoran pada generator. 

Hal ini tentunya wajib dipahami oleh Anda yang menjadi teknisi di dunia industri. Tidak hanya penyebabnya saja, disini kami juga akan memberikan Anda beberapa solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Penyebab Kebocoran Pada Generator Diesel dan Cara Mengatasinya

Dikutip dari berbagai sumber, ada banyak sekali permasalahan yang memicu terjadinya kebocoran pada generator diesel. Namun jika kita dilihat secara umum ada 6 penyebab utama yang memicu terjadinya hal tersebut. 

Bagi Anda yang bertugas untuk melakukan perawatan terhadap generator, pastikan untuk mengikuti langkah-langkah yang akan kami jelaskan disini. Jangan menyepelekannya karena bisa berdampak besar terhadap usia penggunaan dari generator itu sendiri. Ini dia penjelasannya.

  1. Jarangnya Dilakukan Perawatan Terhadap Generator

Hal pertama yang seringkali menjadi pemicu kebocoran pada generator adalah jarangnya dilakukan perawatan terhadap generator itu sendiri. Seperti kita ketahui, jenis generator ini sangat beragam dari mulai generator diesel sampai dengan generator listrik.

Namun generator ini memang hanya dipergunakan pada saat-saat tertentu. Meskipun begitu perawatan secara rutin tetap harus dilakukan. Tujuannya adalah untuk meminimalisir terjadinya kerusakan akibat penggunaan yang jarang itu sendiri.

Perawatan secara rutin akan menghindarkan generator dari berbagai kerusakan dan kebocoran. Biasanya kebocoran dan kerusakan berawal dari hal-hal sepele akibat tidak rutinnya pengecekan. Jangan sampai hal ini terjadi pada generator di perusahaan Anda.

  1. Terjadinya karat akibat bahan bakar yang kosong

Pada saat bahan bakar di dalam generator mengalami kekosongan, akan terjadi aus yang memicu terjadinya reaksi oksidasi pada dalam tangki bahan bakar. Jika hal ini sering terjadi, reaksi oksidasi tersebut akan mengikis besi yang menjadi wadah bahan bakar.

Jika hal ini terjadi dalam jangka panjang, tentu saja ada banyak sekali risiko yang akan Anda hadapi. Salah satunya kebocoran pada generator itu sendiri. Untuk menghindari hal ini, pastikan Anda melakukan pengecekan isi bahan bakar secara berkala.

  1. Terjadinya kebocoran selang akibat pelumasan yang tidak maksimal

Penyebab kebocoran pada generator lainnya adalah pelumasan yang tidak dilakukan secara rutin. Pelumas ini memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas kerja komponen pada generator. Jika pelumas kurang, tentu saja kinerja komponen tidak akan maksimal.

Jika dipaksakan, akan terjadi berbagai kerusakan dan bunyi berdecit. Ini merupakan salah satu pemicu terjadinya kebocoran pada generator. Semakin lama, tingkat aus pada komponen akan semakin tinggi dan hal ini akan menyebabkan kebocoran di berbagai titik.

  1. Terjadi benturan yang menyebabkan kerusakan

Hal lain yang seringkali menjadi penyebab kebocoran pada generator adalah benturan. Biasanya benturan ini terjadi ketika dilakukan instalasi baru atau pemindahan titik pemasangan generator. 

Benturan yang terjadi tentu tidak selalu menyebabkan kebocoran. Hanya saja pada beberapa kasus, terjadi kebocoran akibat benturan yang terjadi pada komponen yang krusial. 

Jika dibiarkan, hal ini akan sangat berpengaruh terhadap komponen lain yang ada pada generator. Karena itu, lakukan pemindahan dengan hati-hati agar generator Anda tetap awet.

Jika generator dipindahkan dalam jarak yang cukup jauh, Anda harus menempatkannya dengan baik. Jangan membalik generator untuk alasan apapun. Jika dibalik, tentunya akan banyak komponen internal dari generator yang mengalami benturan dan hal ini tentu tidak bagus.

  1. Penggantian sparepart yang tidak sesuai prosedur

Penyebab kebocoran pada generator selanjutnya adalah penggantian sparepart yang tidak sesuai dengan prosedur. Ketika terjadi kerusakan pada generator yang mengharuskan penggantian sparepart. 

Pastikan untuk melakukannya secara hati-hati. Lakukan penggantian oleh teknisi yang benar-benar berpengalaman dalam menangani hal tersebut. 

Jangan melakukannya sembarangan karena hal ini bisa menyebabkan terjadinya kerusakan parah. Bukannya membuat kinerja generator lebih maksimal, tapi justru malah membuatnya semakin rusak parah.

  1. Penggunaan generator yang tidak sesuai standar

Hal lain yang menjadi pemicu terjadinya kebocoran pada generator adalah penggunaan yang tidak sesuai dengan standar. Barang apapun pasti memiliki standar penggunaan yang disarankan oleh perusahaan pembuatnya. 

Hal ini tentunya juga berlaku untuk generator yang sedang kita bahas ini. Pastikan untuk mengikuti standar penggunaan sejak awal. 

Hal ini akan menghindarkan generator Anda dari berbagai jenis kerusakan baik yang parah maupun yang tidak parah. Tentunya penggunaan sesuai standar juga bisa menghindarkan generator dari kebocoran.Pastikan untuk menghindari beberapa penyebab kebocoran di atas sekarang juga. Jika Anda mampu menghindari penyebab kebocoran pada generator diatas sejak dini, tentu saja generator akan bisa digunakan dalam jangka panjang dan lebih awet.

Menjadi agen tunggal Genset MWM di Indonesia, PT Interjaya Surya Megah juga menjadi distributor Genset MAN Germany dan Genset Lombardini Italy. Kami menyediakan genset berkualitas yang mendapatkan support langsung dari pabrik sehingga service dapat kami berikan dengan lebih baik dan cepat. Produk genset kami juga memiliki harga yang terjangkau. Jangan ragu untuk menghubungi kami dan konsultasikan kebutuhan genset Anda.

Jenis Pemeriksaan Generator Diesel Agar Tetap Awet

Jenis pemeriksaan generator diesel tentu sangat banyak. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh jenis part pada generator yang sedang diperiksa. Karena memiliki banyak sekali komponen di dalamnya, tentu saja pemeriksaan tidak bisa dilakukan sekaligus. 

Dibutuhkan beberapa fase pemeriksaan untuk memastikan kondisi genset dan membuatnya bisa digunakan dalam jangka panjang.

GENSET Memiliki Peranan yang Penting Dalam Dunia Industri

Ada banyak poin penting yang harus Anda perhatikan ketika hendak melakukan pemeriksaan dan pengecekan generator itu sendiri. Bukan tanpa alasan, generator ini adalah salah satu peralatan yang paling penting dalam berbagai bidang industri.

Fungsi generator ini adalah sebagai tenaga cadangan ketika listrik yang disediakan oleh PLN mengalami mati sementara atau jenis gangguan lainnya. Seperti kita ketahui, seringkali PLN melakukan perawatan dan perbaikan terhadap sistem listrik. 

Hal ini tentu saja baik, namun di sisi lain, industri tidak akan bisa menunggu hingga listrik selesai diperbaiki karena itulah generator sangat dibutuhkan. Terlebih lagi generator dengan sumber tenaga yang menggunakan diesel.

Jenis Pemeriksaan Generator Diesel yang Bisa Diterapkan

Setelah Anda memahami betapa pentingnya keberadaan generator untuk sebuah pabrik industri, langkah selanjutnya adalah memahami apa saja jenis pemeriksaan yang biasa dilakukan terhadap generator itu sendiri.

Sejauh ini ada 6 jenis pemeriksaan generator yang biasa dilakukan. Hal ini biasa diterapkan kepada jenis generator apapun, termasuk generator diesel yang sedang kita bahas ini. Langsung saja, ikuti penjelasannya di bawah ini :

1. Pemeriksaan Secara Umum

Jenis pertama adalah pengecekan secara umum. Pengecekan secara umum ini tentu dilakukan kapanpun generator digunakan. Jadi tidak ada jangka waktu khusus yang harus Anda perhitungkan. Pengecekan umum ini justru dilakukan untuk meminimalisir risiko kerusakan dan bahaya.

Pada saat dilakukan pengecekan secara umum, biasanya teknisi akan melakukan pengecekan secara detail terhadap sistem pembuangan, sistem aki atau DC, sistem kontrol, sistem bahan bakar dan terakhir adalah kinerja mesin.

2. Pemeriksaan Sistem Pelumasan

Selain pemeriksaan secara umum, jenis pemeriksaan generator diesel lainnya adalah pengecekan pada sistem pelumasan. Pada sistem pelumasan ini ada beberapa poin penting yang harus Anda perhatikan secara detail.

Diantaranya adalah pemeriksaan terhadap level oli. Hal ini mutlak harus dilakukan, terutama ketika mesin generator tidak dipergunakan dalam jangka waktu yang lama. 

Biasanya ada interval khusus untuk melakukan pemeriksaan satu ini. Tujuannya adalah memastikan kalau oli benar-benar mengalir pada bagian mesin dan membuat kinerja mesin tidak aus. 

Dalam hal ini Anda harus memastikan untuk menggunakan oli sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam manual book. Penggunaan oli campur bisa sangat merusak kinerja dari mesin generator itu sendiri.

3. Perawatan Dalam Sistem Pendingin

Jenis pemeriksaan generator diesel lainnya adalah sistem pendingin. Part satu ini juga memiliki peranan yang tidak kalah penting terhadap kinerja generator itu sendiri. Dalam hal ini ada beberapa parts yang harus Anda perhatikan dengan baik.

Diantara parts tersebut adalah melakukan pengecekan terhadap cairan pendingin atau coolant. Pastikan level coolant yang ada pada mesin sudah sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pihak produsen generator itu sendiri.

Umumnya pengisian cairan coolant ini dilakukan terus menerus agar level cairan tetap berada di 3/4 dari tutup seal yang ada. Jangan sampai kurang karena hal ini bisa membuat mesin cepat panas tidak memberikan performa yang maksimal.

4. Pemeriksaan Bahan Bakar

Jenis pemeriksaan generator diesel lainnya adalah bahan bakar. Semua orang teknik pasti tahu kalau kualitas penggunaan bahan bakar ini akan terus menurun jika tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama. 

Karena itulah proses pemeriksaan bahan bakar ini menjadi salah satu poin paling penting. Dalam hal ini Anda wajib melakukan pemanasan mesin secara rutin. 

Tujuannya agar bahan bakar yang ada di dalam mesin terbakar sampai sempurna dan tidak terkonversi menjadi residu. Ketika bahan bakar tidak habis dan mengendap di mesin atau saluran bahan bakar lainnya, akan terjadi kerusakan yang sulit diprediksi.

5. Perawatan Baterai Starting

Jenis pemeriksaan generator diesel lainnya adalah pada sisi baterai starting. Seringkali generator diesel ini mengalami gagal standby akibat dari lemahnya baterai. Diperlukan beberapa langkah khusus agar baterai tetap stabil.

Diantara langkah-langkah tersebut adalah melakukan pembersihan baterai, perawatan, pengecekan berat jenis baterai secara berkala, hingga ,melakukan pengecekan tingkat elektronik dari baterai tersebut.

6. Pemanasan Generator

Tidak kalah penting, hal lain yang harus Anda pertimbangkan sejak awal adalah melakukan pemanasan generator. Pemanasan ini harus dilakukan secara rutin dan berkala. Tujuannya agar semua part pada generator diesel yang Anda miliki terlumasi dengan baik.Selain itu tindakan perawatan satu ini juga memungkinkan Anda untuk mencegah terjadinya oksidasi dengan kontak listrik. Pastikan untuk melakukan semua jenis pemeriksaan generator diesel yang sudah kami jelaskan di atas agar tetap bisa digunakan jangka panjang.

Percayakan kebutuhan genset anda pada PT Interjaya Surya Megah. Menjadi agen tunggal Genset MWM dan distributor Genset Perkins dan Genset Cummins, kami telah dipercaya sebagai distributor genset di Indonesia. Dapatkan genset terbaik anda dengan harga terjangkau dari kami. Segera hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan genset Anda.

Cara Aman Menggunakan Generator Diesel dengan Benar

Cara aman menggunakan generator diesel harus dipelajari sejak sekarang sebelum Anda membelinya. Walaupun terlihat aman namun ada resiko besar sedang mengintai seperti, menimbulkan kerusakan sampai hal terburuknya adalah kebakaran.

Pasti tidak mau kondisi tersebut terjadi bukan? Oleh karena itu, pahami Standard Operating Procedure seperti apa. Dalam pembelian sebenarnya, sudah disertakan dalam buku petunjuknya lengkap dari awal sampai akhir.

Tetapi, bila malas membaca karena, terlalu banyak tulisan dan terkadang membingungkan. Bisa langsung saja bertanya kepada petugas. Mereka akan menerangkannya sampai Anda sendiri paham. Dengan begini, mengurangi risiko kematian.

Harus diakui, genset seperti ini memang bisa menyebabkan kematian bagi pemiliknya. Hal ini terjadi karena kesalahan dalam penerapan Standard Operating Procedure.

Cara Aman Menggunakan Generator Diesel

Saat, Anda bertanya kepada teknisi dari genset satu poin penting yang akan disarankan adalah penempatannya dulu dimana. Usahakan tempatnya jauh dari hunian utama, dan mempunyai sirkulasi yang baik.

Baik itu besar atau kecil, tetap harus diperhatikan ruangannya. Perlu diketahui, alat tersebut mengeluarkan gas bernama karbon monoksida. Dalam ilmu kesehatan gas tersebut akan bercampur dengan udara.

Membuat ruangan tercemar, dan sangat berbahaya bila terhirup oleh manusia. Efeknya mual sampai menyebabkan kematian. Hanya saja, perlu dipastikan tempatnya juga harus dibersihkan serta bebas dari air.

Perlu jadi poin penting, perawatan dari Genset juga mempengaruhi kualitasnya. Secara otomatis mempengaruhi juga tingkat keamanannya. Tidak cukup penempatannya saja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar penggunaannya aman.

  1. Cara Aman Menggunakan Generator Diesel dengan Melihat Bahan Bakar

Sebelum menyalakan alat ini, ada baiknya Anda melihat dulu seberapa bahan bakarnya. Bila dirasa kurang, bisa diisi terlebih dulu.

Biasanya, sumber energi adalah Diesel/Solar, sebelum mengisinya pastikan keadaannya mati total. Setelah itu, periksa juga pada bagian pelumas atau oli. Pastikan terisi dan dalam kondisi baik karena fungsinya cukup urgent.

Sistem pelumasan yang baik mampu mencegah keausan pada mesin. Proses aus ini terjadi ketika adanya gesekan antar permukaan logam. Jika, dibiarkan akan memunculkan kerusakan dan efeknya ke peralatan elektronik.

  1. Cara Aman Menggunakan Generator Diesel dengan Pemanasan

Langkah berikutnya adalah melakukan pemanasan terlebih dulu. Pada proses ini ada beberapa hal harus diperhatikan seperti, melihat posisi kabel. Usahakan terhindar dari air jangan sampai tenggelam bahayanya sangat besar.

Selanjutnya, cobalah periksa pada saklar MCB pastikan pada posisi mati.

Aliran menjadi tidak teratur, kalau sudah begini ada dua hal yang dapat dilihat. Genset atau perabotan Anda rusak. Perlu diperhatikan juga saat hendak dipakai harap lakukan pemanasan terlebih dulu.

Setidaknya selama 10 menit, cara aman menggunakan generator diesel seperti ini akan menjaga perputaran kinerja pada mesin menjadi bagus dan sempurna. Selanjutnya, baru tambahkan beban, mulai dari berat terlebih dulu.

Menuju ke daya beban ringan. Hanya saja, tetap perlahan, misal kulkas dulu dihidupkan, setelah 1 menit AC, dan seterusnya baru lampu. Kondisi tersebut berlaku untuk seluruh jenis generator.

Kondisi tersebut menjadi bentuk perawatan terbaik terhadap mesin. Dengan begini, kemungkinan rusak dan membahayakan sangat kecil. Perhatikan juga masalah pemutus jaringan listrik.

Usahakan dapat dijangkau dengan mudah, perlu diketahui terkadang alat ini tidak stabil. Hal tersebut berpotensi mengalami hubungan arus pendek. Inilah mengapa aliran pemutusnya harus dekat serta mudah dijangkau.

Bila arus pendek terjadi, Anda cukup mematikan arusnya saja. Maka, risiko terjadinya kebakaran karena, ledakan dari salah satu perabotan dapat dihindari. Proses terakhir adalah bagaimana mematikannya alat ini.

  1. Cara Aman Menggunakan Generator Diesel Saat Mematikan

Setelah selesai digunakan jangan langsung dimatikan dan dibiarkan begitu saja. Saklar dari genset wajib mati, coba cek di beberapa bagian terutama pembeban harus di posisi off.

 Lalu, biarkan saja selama 5 menit mesin masih berputar kondisi ini. Dengan begini, Generator diesel akan mati dengan sempurna. Anda dapat menghidupkan listrik PLN.

Bila diperhatikan, langkah di atas memang sederhana. Hanya saja, kalau tidak dikerjakan secara teliti hasilnya akan buruk. Oleh karena itu, pastikan Anda paham benar dalam mengoperasikan dari awal sampai akhir.

Lebih baik pelan asalkan semua selamat. Jika, lupa bisa melihat bagaimana buku petunjuknya. Semua sudah dituliskan jelas. Atau langsung hubungi teknisinya saja. Harap lebih peka terhadap suaranya, pengaruhnya cukup dalam.Bila merasa terlalu berisik lebih baik segera mendatangkan teknik untuk mencari tahu masalahnya. Cara aman menggunakan generator diesel harus dipelajari oleh seluruh anggota keluarga bukan hanya satu orang saja.

PT Interjaya Surya Megah menjadi agen tunggal Genset MWM dan distributor Genset MAN Germany dan Genset Lombardini Italy, kami telah dipercaya sebagai distributor genset di Indonesia. Dapatkan genset terbaik anda dengan harga terjangkau dan jangan ragu untuk menghubungi kami.

Apa itu Genset dan Kegunaan Genset?

Setiap orang pasti ingin mengenal lebih dalam mengenai apa itu genset untuk kebutuhan industri dan kantor mereka. Secara sederhananya, genset merupakan alat yang berisikan komponen. Seperti mesin hingga aki untuk mengkonversikan bensin/Diesel – Solar menjadi tenaga listrik melalui proses perubahan kimia. Lalu kegunaan genset sendiri adalah untuk memberikan suplai listrik cadangan ketika listrik PLN tidak ada. 

Selain cadangan listrik, genset juga dapat digunakan untuk support tambahan ketika listrik PLN sudah sampai batas penggunaan yang seharusnya dengan kabel terpisah dalam sebuah industri.

Genset itu sangat penting karena dapat digunakan untuk berbagai macam hal. Dalam berbisnis, Anda pasti tidak ingin sumber daya listriknya mati karena dapat mengakibatkan produktivitasnya berkurang. 

Oleh karena itu, genset sangat dibutuhkan untuk membantu menyuplai cadangan listrik Anda. Tanpa adanya genset, produktivitas menjadi berkurang atau bisa saja sampai terhenti karena sumber daya listrik yang tidak ada. 

Pengusaha saat ini wajib menggunakan genset apalagi jika pengerjaan produknya sudah sampai ke tahap produksi massal dan dalam target pemasaran luas. Selain itu Anda juga perlu mengetahui apa itu genset dan segala fungsinya agar dapat memaksimalkan penggunaannya. 

Untuk meningkatkan produktivitas bisnis rumahan hingga besar, penggunaan genset memang sangat disarankan. Karena dampaknya positif dan tidak membebani untuk kedepannya.

Kegunaan Genset dalam Bisnis Mikro Hingga Makro

Setiap bisnis usaha pasti memiliki batasannya masing-masing dalam hal konsumsi daya listrik. Apalagi jika bisnis tersebut membutuhkan banyak alat elektronik di dalam produktivitasnya. Selain itu, cadangan listrik juga harus ada agar produktivitasnya tidak terhambat.

Berikut ini ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan saat menggunakan genset baik itu untuk bisnis mikro hingga makro. Bahkan Anda juga dapat paham lebih baik mengenai fungsi dan manfaatnya jika dilihat dari kegunaannya di beberapa sektor.

  1. Penggunaan Genset Usaha Mikro

Penggunaan genset untuk usaha mikro sendiri bisa dibagi dua yaitu untuk digunakan sebagai daya cadangan atau daya alternatif. Daya cadangan bisa dicontohkan sebagai listrik yang mati dan perlu daya cadangan untuk menggantikannya. 

Agar tidak menghentikan produktivitas. Lalu untuk daya alternatif, bisa dicontohkan sebagai sumber daya tambahan untuk membantu dan meningkatkan tingkat produktivitas. 

Biasanya usaha rumahan menggunakan cara ini untuk dapat menambah sumber daya listriknya selain dari listrik PLN. Anda juga dapat memaksimalkan penggunaan genset dengan menggunakannya di saat jam kerja. 

Bahkan Anda juga bisa menggunakan genset di saat sedang mengejar target pemasaran. Selain sebagai daya alternatif genset juga sangat berguna untuk daya cadangan ketika listrik padam.

Usaha dengan basis alat elektronik sangat membutuhkan genset supaya tidak terjadi penghentian produksi. Contohnya seperti bisnis percetakan atau fotokopi yang membutuhkan listrik cadangan. 

Setiap pemilik bisnis ini perlu mengetahui apa itu genset agar memaksimalkan produktivitasnya. Biasanya genset dengan daya 50 Va hingga 300 Va sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bisnis mikro. 

Genset juga dibagi menjadi dua yaitu untuk tipe terbuka dan tertutup. Tipe terbuka dinilai lebih berisik karena mesinnya tidak dihalangi oleh pelapis peredam suara. Sedangkan untuk tipe tertutup, tidak akan memberikan kebisingan. 

Karena mesinnya ditutupi oleh bahan karet atau styrofoam agar suaranya teredam. Anda bisa memaksimalkan kegunaan genset jika mengetahui tipe mana yang diperlukan untuk kebutuhan usaha dan bisnis.

  1. Penggunaan Genset Usaha Makro

Usaha makro biasanya identik dengan profit besar, karyawan banyak dan produktivitas tinggi. Dari segi fungsinya, genset lebih sering digunakan sebagai daya cadangan. 

Tidak seperti usaha mikro, genset tidak mungkin digunakan sebagai daya alternatif karena terdapat arus listrik yang sama. Penggunaan genset usaha makro lebih diarahkan untuk tidak memberhentikan produktivitas para karyawan. 

Karena jika produktivitasnya terhenti, pengusaha akan mengalami kerugian besar. Hal ini disebabkan terhambatnya kinerja pekerja akibat waktu yang terpotong.

Untuk daya gensetnya, usaha makro lebih direkomendasikan menggunakan tenaga di atas 300 Va karena kebutuhan listrik yang besar. Genset bisa di kisaran 1000 Va atau lebih karena memang daya listrik suatu usaha makro tidak bisa dianggap kecil.

Apalagi jika ingin menjangkau semua sektor yang ada di dalam bangunan perusahaan. Daya besar mungkin bisa memenuhi kebutuhan Anda tersebut. Untuk penggunaan jangka panjang, tim teknisi khusus sangat diperlukan agar dapat mengawasi dan merawat performa genset.

Jika genset mengalami kerusakan, maka kerugian usaha bisa menjadi masalah tersendiri. Untuk jenis gensetnya, diesel tipe tertutup lebih disarankan karena memang cocok saat digunakan pada usaha makro. Usahakan cari merek genset yang berkualitas.

Selain itu, pastikan juga suku cadangnya lengkap di daerah tempat usaha Anda berada. Hal ini diperlukan agar bisa memaksimalkan perawatan genset untuk kedepannya. Beberapa informasi di atas merupakan penjelasan singkat mengenai genset untuk usaha.

Anda perlu mempelajari fungsi utama genset untuk memajukan dan meningkatkan produktivitas usaha Anda tersebut. Dengan mengetahui apa itu genset dan kegunaan genset, Anda sudah mengetahui tipe mana yang harus digunakan untuk usaha Anda nantinya.

PT Interjaya Surya Megah merupakan agen tunggal Genset MWM di Indonesia dan distributor Genset MAN Germany dan Genset Lombardini Italy yang telah terpercaya. Kami menyediakan genset berkualitas yang mendapatkan support langsung dari pabrik sehingga service dapat kami berikan dengan lebih baik dan cepat. Segera hubungi kami untuk melakukan konsultasi mengenai kebutuhan genset Anda.

Perbedaan Watt dan Volt yang Perlu Diketahui

Dalam kehidupan sehari hari, kita pasti menggunakan listrik namun tidak mengetahui perbedaan Watt dan Volt yang sebenarnya. Padahal keduanya ada dan masuk dalam karakteristik tegangan arus listrik. 

Tahukah Anda bahwa keduanya tidak saling bersinggungan atau terhubung satu sama lain. Watt dan Volt itu berdiri sendiri karena keduanya memang terikat pada aturannya masing-masing. 

Pada dasarnya watt merupakan daya yang dibutuhkan oleh suatu benda elektronik. Sedangkan volt merupakan standar tegangan yang dimiliki oleh satuan arus listrik. Biasanya Anda bisa menemukan volt pada MCB atau kWh meter di rumah. 

KWh meter memiliki banyak varian dan pada dasarnya memiliki tegangan yang dibagi ke dalam satuan Volt. Contoh sederhananya adalah 450 Va, 900 Va hingga 1300 Va, semuanya ada dalam satuan tegangan volt.

WATT dan VOLT memiliki karakteristiknya sendiri-sendiri sehingga kita tidak bisa menggabungkannya. Namun jika dilihat dari segi cara kerjanya, Watt memakan daya yang dihasilkan oleh Volt. 

Perbedaan Watt dan Volt dalam Segi Penggunaan

Dalam satuan arus listrik, tegangan digunakan sebagai satuan perhitungan yang pasti. Setiap orang pasti menggunakan listrik untuk berbagai kebutuhan. Dari kebutuhan tersebut, alat elektronik pasti digunakan sebagai medianya dan listrik digunakan untuk sumber dayanya.

Watt lebih dikhususkan untuk tegangan atau daya yang dibutuhkan oleh alat elektronik. Biasanya kita memperhitungkan tegangan watt untuk memastikan kapasitas listrik itu cukup atau tidak. 

Jika tidak cukup, tegangan akan terbebani dan listrik mengalami limit tenaga yang dapat diberikan. Limit tegangan biasa disebut dengan Ohm. Selain perbedaan Watt dan Volt, limit atau ohm juga ikut berperan aktif dalam kehidupan sehari hari. 

Saat ini perhitungan rumus tidak digunakan karena data diambil dari informasi yang ada di dalam kehidupan sehari-hari. Anda pasti memiliki kWh meter di rumah yang berfungsi untuk mengalirkan arus listrik dari PLN. 

Arus listrik itu bisa dinamakan Volt tergantung dari besarannya. Lalu varian kWh meter mulai dari 450 Va sampai 1300 Va itu dinamakan sebagai limit pengeluaran yang ada di kWh meter. Jadi dengan adanya limit, arus listrik juga menjadi semakin terbatas. 

Oleh karena itu satuan Watt akan digunakan sebagai perhitungan penggunaan arus tegangan listrik dari PLN. Seberapa banyak tegangan yang sanggup dihasilkan untuk beberapa alat elektronik jika arus listrik memiliki limit tertentu.

Memahami Perbedaan Watt dan Volt Lebih Jauh

Listrik memiliki tegangan yang terhubung di antara satu titik ke titik lainnya. Hal ini sering disebut juga dengan kata arus listrik. Jika dilihat dari sumbernya, listrik dihasilkan dari PLN lalu terhubung melalui kabel dan terdorong menjadi arus sehingga akhirnya sampai ke titik pemakainya.

  1. Daya

Setelah sampai ke titik pemakainya, listrik mengalami perubahan unsur kimia yang menyebabkannya menjadi sebuah daya. Daya itu terjadi akibat adanya tegangan yang dibutuhkan dari proses perubahan arus listrik. Setiap saat arus itu bergerak dan menghasilkan daya yang berguna untuk alat elektronik.

  1. Hubungan Arus Listrik

Selain adanya daya, hubungan arus listrik juga menjadi unsur perbedaan Watt dan Volt. Arus listrik bisa dibagi ke dalam dua jenis yaitu searah dan siklus dua arah atau bolak balik. Keduanya memiliki prinsip berbeda dari segi tegangan yang dihasilkan menjadi sebuah daya.

Untuk arus listrik satu arah, sebutan ilmiahnya adalah DC (Direct Current). Arus listrik DC biasa digunakan untuk menghubungkan tegangan langsung ke pemakainya untuk diubah menjadi daya. 

Lalu untuk arus dua arah atau disebut AC (Alternating Current) merupakan listrik yang dapat bersirkulasi dalam satu wadah.

Arus DC juga biasa digunakan untuk kabel yang terhubung dari PLN kepada para penggunanya. Selain itu perbedaan Watt dan Volt juga bisa dilihat ketika arus DC mengalami proses perubahan. Arus listrik satu arah langsung terhubung ke panel dan diubah menjadi daya dengan tekanan tertentu.

  1. Pergerakan Arus AC

Jika dilihat dari pergerakan arus AC, tegangan listrik tidak langsung diubah menjadi daya melainkan mengalami perputaran secara terus menerus di dalam sirkuitnya. Namun seiring berjalannya waktu tegangan tersebut juga akan berkurang. Akibat pergerakan yang terjadi.

Sebenarnya arus listrik bisa diperhitungkan dengan rumus tertentu. Namun untuk lebih singkatnya watt bekerja di setiap detiknya. Sebagai contoh lampu membutuhkan 10 watt, dengan begitu daya yang dihasilkan berasal dari pengeluaran 10 watt itu di setiap detiknya.Karenanya tegangan listrik Anda harus lebih besar atau berkapasitas tinggi untuk dapat menampung kebutuhan lampu tersebut. Perbedaan Watt dan Volt memang terlihat sulit, namun sebenarnya mudah jika Anda memahami pola kerjanya terlebih dahulu.

Sebagai distributor electric motor PT Interjaya Surya Megah menjual electric motor dengan berbagai jenis dan merek seperti EMMELEKTRIM dan ADK Electric Motors. Harga electric motors kami sangat terjangkau dan setiap produk kami adalah produk orisinil dengan garansi resmi. Silahkan menghubungi kami untuk melakukan pemesanan.

Mengenal Apa itu Panel ATS Genset Secara Lebih Dalam

Bagi Anda yang masih bingung mengenai apa itu panel ATS?, sebenarnya jawabannya sederhana yaitu alat untuk memindahkan arus listrik. Secara garis besar, panel ATS digunakan untuk mengalihkan arus dari PLN ke Genset. 

Supaya listrik tidak padam saat PLN mengalami pemadaman. ATS juga memiliki kepanjangan Automatic Transfer Switch yang diartikan sebagai pengalih arus secara otomatis. Biasanya alat ini digunakan di gedung besar, rumah sakit, universitas, kantor hingga kawasan industri. 

Penggunaan alat lebih difungsikan untuk mengalihkan arus supaya tidak terjadi pemadaman. Baik itu dari PLN ke Genset, semuanya bisa diatur dalam panel ATS. Hanya saja, daya listrik harus bisa dialirkan dalam komponen ATS. 

Karena jika kedua sumber daya tidak terdeteksi, maka listrik akan mati dan tidak bisa digunakan. Cara menyelesaikan masalahnya adalah pada sambungan kabelnya. Biasanya orang awam tidak mengetahui apa itu panel ATS. 

Sehingga teknisi ahli perlu disiagakan jika sambungan mengalami kendala. Jangan sampai pada kawasan industri, listrik padam akibat panel ATS tidak berfungsi dan tim teknisi tidak tersedia di tempat tersebut.

Maka kerugian yang dihasilkan akan besar akibat matinya daya listrik dan memberhentikan kegiatan produksi. Oleh karena itu, panel ATS perlu memiliki teknisi ahli yang disiagakan agar kendala seperti ini tidak terjadi. Dalam industri daya listrik sangat dibutuhkan dan tidak boleh adanya pemadaman.

Apa itu Panel ATS dan Komponennya

Panel ATS digunakan untuk mengalihkan arus listrik secara cepat supaya tidak terjadi pemadaman di saat sedang jam kerja. Arus dari PLN akan dipindahkan ke Genset dengan menghubungkan kedua arus dalam satu wadah. Berikut ini beberapa komponen penting yang ada di dalam panel ATS.

  1. Panel Indikator

Dalam setiap panel ATS pasti memiliki indikator di bagian komponennya. Fungsinya adalah untuk melihat seberapa besar kekuatan arus listrik dari PLN dan tempat kerja. 

Jika arus lemah atau kuat, ATS dapat memberhentikan arus listrik secara otomatis dan mengalihkannya ke genset. Selain itu indikator juga sangat dibutuhkan untuk melihat apakah sambungan arus listrik dari PLN atau genset sudah terhubung di dalamnya. 

Jika indikator tidak bergerak, maka sambungan kabel keduanya mengalami kendala dan harus segera diperbaiki secara langsung. Dalam memahami apa itu panel ATS, Anda perlu mengetahui indikatornya terlebih dahulu. 

Karena semua data informasi mengenai arus listrik bisa terpantau dari panel indikator baik itu besarnya tegangan, listrik yang aktif, hingga keadaan dari panel ATS itu sendiri.

  1. Kunci Switch

Fungsi dari tombol ini adalah untuk mengalihkan kinerja panel ATS. Anda bisa menjadikan alat ini bersifat otomatis atau manual. Jika dalam posisi otomatis, maka panel ATS akan mengalihkan arus secara langsung tanpa adanya bantuan dari pihak teknisi.

Baik itu saat mengaktifkan genset, memutuskan arus listrik hingga menstabilkan tegangan listrik. Sebaliknya jika posisi dalam keadaan manual, semua tahap pengalihan arus akan ditangani oleh teknisi atau manual. Tahap pengaktifan genset juga dilakukan secara manual.

  1. Komponen Dalam ATS

Sebagai inti dari panel ATS, komponen dalam perlu dirawat dengan sangat rutin. Komponen dalam bisa meliputi kabel atau alat untuk memutuskan arus listrik dari satu arah. 

Selain itu ada juga alat atau untuk mengukur jarak waktu pengaktifan Genset ketika listrik padam. Untuk dapat memahami apa itu panel ATS, Anda tidak perlu mempelajari semua komponen yang ada. 

Cukup ketahui komponen penting yang bisa dipahami dan dikuasai sendiri. Contohnya seperti pengaman jalur genset, pengaman jalur kabel power dan juga kabel output serta input.

  1. Baterai Cadangan

Fungsi dari komponen ini adalah sebagai daya cadangan baterai genset. Sebagai contoh jika genset Anda tidak aktif dalam waktu lama, nanti baterai akan terisi dengan sendirinya dari panel ATS. Alat ini diperlukan untuk selalu menyiagakan genset di setiap keadaan. 

Jika genset dalam keadaan mati atau baterai akinya habis, maka hal ini juga yang menyebabkan arus listrik menjadi padam. Perusahaan bisa menerima kerugian besar akibat mesin genset yang tidak mau menyala saat arus cadangan sedang dibutuhkan.

  1. Tombol Darurat

Setiap panel ATS pasti memiliki tombol darurat atau emergency di bagian depannya. Fungsi dari tombol ini adalah untuk mematikan seluruh komponen ATS jika terjadi kendala di dalamnya. 

Jadi tidak perlu membuka panel dan mematikan pengaman, cukup tekan tombol ini dan semua arus mati. Anda perlu mengetahui dasar keamanan panel ATS dengan memperhatikan panduan yang ada. 

Namun jika hal itu dirasa sulit, percayakan saja keamanannya ke teknisi berpengalaman. Tentu saja hal ini diperlukan untuk mengawasi panel ATS supaya tetap dalam kondisi baik. Karena jika kondisinya tidak bagus, listrik akan padam dan Anda bisa menerima kerugian. Setiap komponen panel ATS memiliki fungsi dan perannya sendiri-sendiri. Dengan memahami apa itu panel ATS, Anda sudah mengerti informasi yang diperlukan untuk menggunakan panel ATS.

PT Interjaya Surya Megah telah dipercaya untuk menjadi agen tunggal Genset MWM di Indonesia dan distributor Genset MAN Germany dan Genset Lombardini Italy. Membeli genset berkualitas dari kami akan mendapatkan support langsung dari pabrik sehingga service dapat kami berikan dengan lebih baik dan cepat. Silahkan hubungi kami untuk melakukan pemesanan.