Glossary Genset & Gearbox

Kamus istilah teknis yang paling sering muncul saat memilih, memasang, dan merawat genset serta gearbox industri. Setiap istilah dijelaskan singkat dalam Bahasa Indonesia, lengkap dengan satuan dan konteks pemakaiannya di lapangan. Disusun oleh tim teknis PT Interjaya Suryamegah, distributor genset dan gearbox sejak 1975.

Istilah tidak ditemukan. Coba kata kunci lain, atau hubungi tim teknis kami untuk penjelasan lebih lanjut.

Genset & Komponen 57 istilah

Istilah dasar seputar generator set, rating daya, dan komponen utama di dalam unit.

GensetGenerator Set

Mesin pembangkit listrik yang menggabungkan engine (penggerak) dan alternator (penghasil listrik) dalam satu rangka. Dipakai sebagai sumber daya cadangan saat listrik PLN padam, atau sebagai sumber utama di lokasi tanpa jaringan listrik. Lihat rangkaian genset Interjaya.

kVAkilovolt-ampere

Satuan daya semu (apparent power) yang dipakai sebagai ukuran kapasitas genset. Angka kVA adalah hasil perkalian tegangan dan arus, belum dikalikan faktor daya, sehingga selalu lebih besar dari kW pada unit yang sama.

kWkilowatt

Satuan daya aktif, yaitu daya yang benar benar dipakai peralatan untuk bekerja. Pada genset berlaku kW = kVA x power factor. Dengan pf 0,8, genset 100 kVA menghasilkan 80 kW.

Prime Power (PRP)

Rating daya untuk pemakaian tidak terbatas jam dengan beban bervariasi, umumnya rata rata 70 persen dari rating selama 24 jam. Dipilih bila genset menjadi sumber listrik utama, misalnya di tambang, perkebunan, atau proyek.

Standby Power (ESP)

Rating daya tertinggi sebuah genset, hanya untuk pemakaian darurat saat PLN padam, dengan batas sekitar 200 jam per tahun dan tanpa kemampuan overload. Angka inilah yang biasanya tercantum besar di brosur.

Continuous Power (COP)

Rating daya untuk beban konstan 100 persen sepanjang jam operasi tanpa batas waktu. Umum dipakai pada aplikasi base load seperti pembangkit captive power di pabrik.

Derating

Penurunan kapasitas genset akibat kondisi lokasi, terutama ketinggian lokasi (altitude), suhu udara, dan kelembapan. Perhitungan derating perlu dilakukan sebelum menentukan kapasitas agar unit tetap sanggup memikul beban di lokasi terpasang.

Alternator

Komponen yang mengubah energi mekanik putaran engine menjadi energi listrik arus bolak balik. Kualitas alternator menentukan kestabilan tegangan, kelas isolasi, dan kemampuan menahan beban kejut seperti starting motor.

AVRAutomatic Voltage Regulator

Perangkat elektronik pada alternator yang menjaga tegangan output tetap stabil meski beban berubah ubah. AVR bekerja dengan mengatur arus eksitasi, sehingga peralatan elektronik menerima tegangan dalam batas toleransi.

Enginemesin penggerak

Motor bakar yang memutar alternator, umumnya diesel dan dalam beberapa aplikasi gas. Merek engine menentukan karakter konsumsi bahan bakar, ketersediaan sparepart, dan interval servis. Lihat panduan merek mesin genset.

Silent Typesoundproof canopy

Genset yang dibungkus kanopi kedap suara berlapis peredam sehingga tingkat kebisingan turun, umumnya ke kisaran 70 sampai 85 dBA pada jarak 7 meter. Pilihan umum untuk gedung, rumah sakit, hotel, dan kawasan padat.

Open Type

Genset tanpa kanopi, terpasang di atas base frame terbuka. Lebih ringkas dan ekonomis, cocok untuk ruang genset khusus yang sudah memiliki peredam suara dan ventilasi memadai.

ATSAutomatic Transfer Switch

Panel yang memindahkan sumber listrik dari PLN ke genset secara otomatis saat terjadi gangguan, lalu mengembalikannya ketika PLN normal. ATS memastikan perpindahan berlangsung aman tanpa dua sumber terhubung bersamaan.

AMFAuto Main Failure

Sistem kontrol yang mendeteksi kegagalan sumber utama lalu menyalakan genset secara otomatis. AMF umumnya dipadukan dengan ATS sehingga proses start, pemanasan, pemindahan beban, dan cooling down berjalan sendiri.

Modul Kontrol Gensetcontrol module, DSE

Panel digital yang menampilkan tegangan, arus, frekuensi, tekanan oli, suhu, dan jam operasi, sekaligus mengatur proteksi dan start otomatis. Merek yang umum dipakai antara lain Deep Sea Electronics dan ComAp.

Radiator & Sistem Pendingin

Rangkaian radiator, kipas, water pump, dan thermostat yang menjaga suhu kerja engine. Sirkulasi udara ruang genset yang baik sama pentingnya dengan kondisi radiator itu sendiri untuk mencegah high temperature trip.

Tangki Hariandaily tank, fuel tank

Tangki bahan bakar yang menyuplai engine untuk satu periode operasi, biasanya dihitung untuk 8 jam beban penuh. Tangki harian diisi dari tangki bulanan atau tangki timbun melalui pompa transfer.

Konsumsi Bahan Bakarfuel consumption

Jumlah bahan bakar yang dipakai per jam pada beban tertentu, biasanya dinyatakan dalam liter per jam pada 75 persen dan 100 persen beban. Angka ini menjadi dasar utama menghitung biaya operasional per kWh. Lihat jenis bahan bakar genset.

Turbocharger

Komponen yang memanfaatkan tekanan gas buang untuk memampatkan udara masuk ke ruang bakar. Pasokan udara yang lebih padat menaikkan daya engine tanpa memperbesar kapasitas silinder.

Intercooler / Aftercooler

Penukar panas yang mendinginkan udara bertekanan dari turbocharger sebelum masuk ruang bakar. Udara yang lebih dingin lebih padat, sehingga pembakaran lebih efisien dan suhu kerja engine lebih terkendali.

Governor

Pengatur putaran engine agar tetap pada rpm nominal (1500 rpm untuk 50 Hz) meski beban berubah. Governor mekanik memakai bandul sentrifugal, sedangkan governor elektronik memakai sensor dan aktuator untuk respons lebih presisi.

Battery Charger

Perangkat pengisi aki genset agar selalu siap start. Pada unit standby, charger bekerja terus dari sumber PLN sehingga aki tidak tekor saat genset lama tidak dioperasikan.

Starting Motordinamo starter

Motor listrik DC yang memutar flywheel engine saat proses start awal. Kapasitas aki dan kondisi kabel starter sangat menentukan keberhasilan start, terutama pada engine berkapasitas besar.

Silencer / Muffler

Peredam suara pada jalur gas buang. Tersedia tipe industrial, residential, dan critical dengan tingkat peredaman berbeda, dipilih menyesuaikan target kebisingan di lokasi pemasangan.

Filter Udaraair filter

Penyaring debu pada udara masuk ruang bakar. Filter yang kotor menghambat aliran udara dan membuat pembakaran kurang sempurna, sehingga penggantian mengikuti jam operasi menjadi bagian rutin perawatan.

Filter Oli & Filter Bahan Bakar

Penyaring kotoran pada sistem pelumasan dan sistem bahan bakar. Interval penggantian umumnya mengikuti jadwal servis engine, misalnya setiap 250 atau 500 jam operasi sesuai rekomendasi pabrikan.

Anti Vibration Mounting (AVM)

Dudukan karet atau pegas antara base frame genset dan pondasi yang meredam getaran engine. Pemasangan AVM yang tepat menjaga struktur bangunan dan memperpanjang umur komponen.

Base Frame

Rangka baja tempat engine dan alternator terpasang dalam satu garis (alignment). Pada banyak unit, base frame sekaligus berfungsi sebagai tangki bahan bakar (fuel base tank).

Hour Meterrunning hours

Penghitung jam operasi genset yang menjadi acuan jadwal perawatan. Semua interval servis, dari ganti oli sampai overhaul, dihitung dari angka ini, bukan dari umur kalender unit.

UPSUninterruptible Power Supply

Perangkat baterai yang menyuplai listrik tanpa jeda selama beberapa menit, dipakai sebagai jembatan sampai genset menyala dan mengambil beban. UPS dan genset saling melengkapi, bukan saling menggantikan. Baca perbedaan genset dan UPS.

StabilizerAVS, voltage stabilizer

Alat yang menstabilkan tegangan dari sumber listrik yang naik turun, tanpa kemampuan membangkitkan listrik sendiri. Penjelasan lengkap ada di artikel genset, UPS, dan stabilizer.

Diesel Engine 4 Tak

Engine dengan siklus hisap, kompresi, usaha, dan buang dalam dua putaran crankshaft. Hampir seluruh genset industri memakai konfigurasi ini karena efisiensi bahan bakar dan umur pakainya panjang.

Water Cooled vs Air Cooled

Water cooled memakai air pendingin bersirkulasi lewat radiator dan menjadi standar genset kapasitas menengah ke atas, sedangkan air cooled mengandalkan aliran udara langsung dan umum pada unit kecil.

Coolantair radiator

Cairan pendingin campuran air dan aditif yang menahan karat, kerak, serta menaikkan titik didih. Pemakaian coolant sesuai spesifikasi menjaga saluran pendingin engine tetap bersih.

Water Jacket Heaterpreheater

Pemanas yang menjaga suhu air pendingin engine tetap hangat saat unit standby. Membuat genset mencapai kondisi siap beban lebih cepat begitu diperintahkan start.

Injector & Injection Pump

Injector menyemprotkan bahan bakar bertekanan tinggi ke ruang bakar, sementara injection pump yang membangun tekanannya. Kebersihan bahan bakar sangat menentukan umur kedua komponen ini.

Common Rail

Sistem injeksi dengan rel bahan bakar bertekanan tinggi yang dikontrol elektronik. Memberi pengaturan waktu dan jumlah semprotan lebih presisi, sehingga pembakaran lebih bersih dan konsumsi lebih hemat.

Fuel Water Separator

Penyaring yang memisahkan kandungan air dari solar sebelum masuk sistem injeksi. Perlu dikuras rutin, terutama di lokasi dengan kelembapan tinggi atau penyimpanan bahan bakar jangka panjang.

Flywheelroda gila

Cakram berat pada ujung crankshaft yang menyimpan energi putaran dan meratakan getaran antar langkah usaha. Menjadi titik kopel antara engine dan alternator, sekaligus tempat gigi starter bekerja.

Cylinder Head

Bagian atas engine yang menutup ruang bakar sekaligus menjadi dudukan valve, injector, dan saluran masuk serta buang. Kerataan permukaan dan kondisi gasket menentukan kompresi engine.

Piston & Liner

Piston bergerak naik turun di dalam liner (silinder) untuk mengompresi udara dan menerima tenaga pembakaran. Keausan pasangan ini terlihat dari konsumsi oli yang meningkat dan asap knalpot.

Crankshaftporos engkol

Poros yang mengubah gerak naik turun piston menjadi putaran. Menyalurkan tenaga ke flywheel dan alternator, sehingga kelurusan serta kondisi bearing-nya dicek saat overhaul.

Camshaftnoken as

Poros bernok yang mengatur waktu buka tutup valve masuk dan buang. Ketepatan setelan celah valve terhadap camshaft berpengaruh langsung pada tenaga dan konsumsi bahan bakar.

Oil Pancarter

Penampung oli di bagian bawah engine tempat oli kembali setelah bersirkulasi. Level oli diperiksa lewat dipstick sebelum unit dioperasikan.

Alternator Brushless

Alternator tanpa sikat arang, memakai exciter berputar untuk menyalurkan arus eksitasi. Perawatannya lebih ringan karena tidak ada komponen sikat yang aus dan perlu diganti berkala.

PMGPermanent Magnet Generator

Generator magnet permanen kecil yang memasok daya eksitasi secara mandiri ke AVR. Menjaga kemampuan alternator memikul beban non linier dan lonjakan arus start motor.

Eksitasiexcitation

Arus yang membentuk medan magnet pada rotor alternator sehingga tegangan listrik terbangkit. Besarnya diatur AVR mengikuti perubahan beban.

Droop

Mode pengaturan yang membuat frekuensi atau tegangan turun sedikit seiring naiknya beban. Dipakai agar pembagian beban antar genset paralel berlangsung stabil.

Cooling Down

Periode genset berputar tanpa beban sebelum dimatikan, umumnya 3 sampai 5 menit. Memberi waktu turbocharger dan sistem pendingin melepas panas secara bertahap.

Wet Stacking

Kondisi menumpuknya bahan bakar tidak terbakar di ruang bakar dan knalpot akibat genset terlalu lama beroperasi pada beban sangat rendah. Diatasi dengan pengujian beban berkala memakai load bank.

Overspeed Protection

Proteksi yang mematikan engine bila putaran melewati batas aman, umumnya sekitar 110 sampai 115 persen rpm nominal. Salah satu proteksi wajib pada modul kontrol genset.

Low Oil Pressure Shutdown

Proteksi yang menghentikan engine saat tekanan oli turun di bawah ambang aman. Mencegah kerusakan bearing dan komponen bergerak akibat pelumasan kurang.

High Water Temperature Shutdown

Proteksi yang mematikan engine ketika suhu air pendingin melewati batas. Sering terkait ventilasi ruang genset, kondisi radiator, atau level coolant.

Emergency Stop

Tombol penghenti darurat yang memutus operasi genset seketika. Ditempatkan di posisi mudah dijangkau operator dan diuji fungsinya saat perawatan berkala.

Genset Gasgas engine

Genset berbahan bakar gas alam, CNG, atau biogas. Menarik untuk lokasi dengan pasokan gas stabil karena biaya bahan bakar per kWh dan tingkat emisinya lebih rendah dibanding solar.

Genset Mobiletrailer genset

Unit genset di atas trailer atau skid yang mudah dipindahkan antar lokasi. Cocok untuk proyek konstruksi, event, dan kebutuhan daya sementara.

Genset Portable

Genset kapasitas kecil, umumnya di bawah 10 kVA dan sering berbahan bakar bensin, untuk kebutuhan rumah tangga, toko, atau peralatan lapangan.

Gearbox & Transmisi Daya 55 istilah

Istilah seputar reducer, gear motor, jenis roda gigi, dan parameter pemilihan transmisi daya.

Gearboxreducer, speed reducer

Unit transmisi berisi susunan roda gigi yang menurunkan putaran sekaligus menaikkan torsi dari motor penggerak ke mesin yang digerakkan. Lihat lini gearbox Interjaya.

Gear Motorgearmotor, motor gearbox

Gabungan elektro motor dan gearbox dalam satu kesatuan sehingga lebih ringkas dan tidak perlu kopling tambahan. Umum dipakai pada conveyor, mixer, dan mesin produksi. Contoh unit: Chenta Gear Motor.

Rasio Reduksiratio, i

Perbandingan putaran input terhadap output, ditulis misalnya 1:30. Rasio 1:30 berarti putaran motor 1500 rpm menjadi 50 rpm di output shaft, dengan torsi meningkat kira kira sebesar rasio dikali efisiensi.

Torsitorque, momen puntir

Gaya puntir yang dihasilkan poros, dinyatakan dalam Nm atau kgm. Torsi output adalah parameter utama pemilihan gearbox, karena menentukan kemampuan menggerakkan beban pada kecepatan rendah.

RPMrotation per minute

Jumlah putaran poros per menit. Pada transmisi daya dikenal input rpm (dari motor) dan output rpm (setelah direduksi gearbox) yang menjadi acuan kecepatan mesin yang digerakkan.

Helical Gearroda gigi miring

Roda gigi dengan gigi menyudut terhadap sumbu poros. Kontak antar gigi berlangsung bertahap sehingga putaran lebih halus, lebih senyap, dan mampu memikul beban lebih besar dibanding spur gear. Contoh: Hanco Helical Gear.

Bevel Gearroda gigi payung

Roda gigi berbentuk kerucut untuk memindahkan daya antar poros yang bersilangan, umumnya 90 derajat. Contoh unit: PE-EI Bevel Miter Gear.

Helical Bevel Gear

Kombinasi tahap helical dan tahap bevel dalam satu gearbox, menghasilkan output tegak lurus terhadap input dengan efisiensi tinggi. Contoh: Chenta Helical Bevel Gear.

Worm Gearroda gigi cacing

Pasangan poros ulir (worm) dan roda gigi yang menghasilkan rasio reduksi besar dalam bodi ringkas, dengan output tegak lurus input. Lihat Chenta Helical & Worm Gear.

Planetary Geargearbox planetari

Susunan sun gear, planet gear, dan ring gear yang membagi beban ke beberapa titik kontak sekaligus. Hasilnya torsi sangat besar dalam dimensi ringkas. Contoh: Transcyko Planetary Gear.

Cycloidal Drivecyclo reducer

Reducer dengan cakram cycloid yang bergerak eksentrik sehingga banyak titik kontak memikul beban bersamaan. Tahan beban kejut dan cocok untuk aplikasi start stop berulang.

Parallel Shaft Gearbox

Gearbox dengan poros input dan output sejajar, konfigurasi paling umum pada conveyor dan mesin proses. Contoh: Transcyko Parallel Shaft Gearbox.

Hollow Output Shaftporos berlubang

Poros output berbentuk lubang yang langsung dipasang ke poros mesin yang digerakkan, tanpa kopling tambahan. Menghemat ruang dan mempermudah pemasangan. Contoh: Chenta Worm Gear & Hollow Output Shaft.

Solid Shaft

Poros output pejal yang dihubungkan ke mesin melalui kopling, pulley, atau sprocket. Dipilih ketika posisi gearbox terpisah dari poros mesin yang digerakkan.

Flange Mounting

Pemasangan gearbox melalui flensa di sisi output, biasanya langsung ke bodi mesin. Menghemat ruang dan menjaga alignment tanpa perlu dudukan tambahan.

Foot Mounting

Pemasangan gearbox melalui kaki dudukan yang dibaut ke base plate atau pondasi. Konfigurasi paling umum karena mudah diakses saat perawatan.

Shaft Mounted

Gearbox yang menggantung langsung pada poros mesin dan ditahan oleh torque arm. Tidak memerlukan pondasi tersendiri, banyak dipakai pada conveyor tambang dan material handling.

Torque Arm

Batang penahan reaksi puntir pada gearbox tipe shaft mounted agar bodi gearbox tidak ikut berputar. Dipasang ke struktur rangka dengan karet peredam di titik tumpunya.

Service Factor (SF)

Faktor pengali kebutuhan daya berdasarkan karakter beban dan jam operasi. Beban halus memakai SF sekitar 1,0 sementara beban kejut 24 jam bisa 1,75 ke atas, sehingga gearbox yang dipilih punya cadangan kapasitas.

Backlash

Celah bebas antar gigi yang membuat output sedikit tertinggal saat arah putaran berbalik. Aplikasi posisi presisi seperti robotik memerlukan gearbox low backlash atau zero backlash.

Efisiensi Transmisi

Persentase daya input yang tersalurkan ke output. Gearbox helical umumnya berada di kisaran 95 sampai 98 persen per tahap, sedangkan worm gear lebih rendah karena kontaknya bersifat gesek luncur.

Self Locking

Sifat worm gear dengan sudut ulir kecil yang membuat poros output sulit memutar balik poros input. Berguna pada aplikasi angkat dan penahan posisi, meski tetap disarankan memakai rem mekanis sebagai pengaman utama.

Radial Loadoverhung load

Beban tegak lurus terhadap poros, misalnya tarikan belt atau rantai. Nilainya harus dicek terhadap batas katalog karena beban radial berlebih memperpendek umur bearing dan oil seal.

Axial Loadthrust load

Beban yang bekerja searah sumbu poros, misalnya pada mixer vertikal atau agitator. Perlu dicantumkan saat konsultasi teknis karena menentukan jenis bearing yang dipakai.

Bearinglaher, bantalan

Komponen penumpu poros yang menjaga posisi dan mengurangi gesekan. Pemilihan tipe bearing mengikuti besar beban radial, beban aksial, dan kecepatan putar.

Oil Sealsil oli

Segel karet di sekitar poros yang menahan oli tetap di dalam gearbox dan mencegah debu masuk. Rembesan oli pada sisi poros umumnya menandakan oil seal sudah waktunya diganti.

Oli Gearboxgear oil, pelumas

Pelumas dengan tingkat kekentalan mengikuti standar ISO VG, misalnya VG 220 atau VG 320. Jenis dan interval pergantiannya mengikuti rekomendasi pabrikan serta suhu kerja di lokasi.

Breatherair vent

Katup napas yang menyeimbangkan tekanan di dalam gearbox saat suhu naik. Breather yang tersumbat membuat tekanan internal naik dan oli terdorong keluar lewat seal.

Elektro Motormotor listrik, IE2, IE3

Penggerak utama yang dipasangkan dengan gearbox, dinyatakan dalam kW dan jumlah kutub. Kelas efisiensi IE2 dan IE3 menunjukkan seberapa hemat motor tersebut mengubah listrik menjadi daya mekanik.

InverterVSD, VFD

Pengatur kecepatan motor dengan mengubah frekuensi listrik. Dipasangkan dengan gear motor untuk mendapatkan rentang kecepatan produksi yang fleksibel, misalnya pada conveyor dengan laju berubah ubah.

Koplingcoupling

Penghubung dua poros yang meneruskan torsi sekaligus menoleransi ketidaklurusan kecil. Tipe flexible coupling juga meredam getaran dan beban kejut antara penggerak dan mesin.

Pulley & V-Belt

Sistem transmisi sabuk yang memindahkan daya antar poros sejajar sekaligus mengatur rasio kecepatan lewat perbandingan diameter pulley. Bersifat slip ringan sehingga ikut meredam beban kejut.

Chain & Sprocket

Transmisi rantai dan gir yang tidak slip, cocok untuk beban berat dan jarak antar poros menengah. Membutuhkan pelumasan rutin dan pengaturan ketegangan rantai.

Spur Gearroda gigi lurus

Roda gigi dengan gigi sejajar sumbu poros. Konstruksinya paling sederhana dan ekonomis, namun lebih berisik dibanding helical pada putaran tinggi.

Modul Gigimodule, m

Ukuran dasar besar gigi, yaitu diameter pitch dibagi jumlah gigi. Dua roda gigi hanya bisa dipasangkan bila modulnya sama.

Center Distance

Jarak antara sumbu poros input dan output pada gearbox. Menjadi salah satu penanda ukuran unit dan sering dipakai sebagai kode tipe pada katalog worm gear.

Tahap Reduksisingle, double, triple reduction

Jumlah pasangan roda gigi yang bekerja berurutan di dalam gearbox. Semakin banyak tahap, semakin besar rasio yang dicapai, dengan konsekuensi dimensi unit bertambah.

Nominal Power (P1)

Daya input yang boleh masuk ke gearbox sesuai katalog pabrikan. Daya motor terpasang dibandingkan angka ini setelah dikalikan service factor aplikasi.

Torsi Nominal (T2)

Torsi output maksimum yang diizinkan pada poros keluaran gearbox. Parameter kunci saat memilih ukuran unit, terutama pada aplikasi putaran sangat rendah.

Thermal Ratingkapasitas termal

Batas daya yang bisa ditahan gearbox dari sisi panas saat beroperasi terus menerus. Bila terlampaui, perlu pendinginan tambahan berupa kipas, coil pendingin, atau sirkulasi oli.

Posisi MountingM1 sampai M6

Kode orientasi pemasangan gearbox (horizontal, vertikal, atau miring) yang menentukan level pengisian oli dan letak breather. Wajib disebutkan saat pemesanan.

IEC FlangeB5, B14, B3

Standar dimensi flensa dan kaki motor listrik yang memastikan motor dan gearbox dari merek berbeda tetap bisa dipasangkan. B5 flensa besar, B14 flensa kecil, B3 tipe kaki.

Frame Size Motor

Kode ukuran rangka motor listrik, misalnya 80, 100L, atau 132M, yang menentukan tinggi sumbu poros dan pola baut. Dasar pencocokan motor pengganti dengan gearbox terpasang.

Shrink Disc

Cincin penjepit yang mengunci hollow shaft gearbox ke poros mesin lewat gaya gesek, tanpa pasak. Memberi sambungan bebas backlash dan mudah dilepas saat perawatan.

Pasakkey, keyway

Batang logam pada alur poros yang mengunci pulley, kopling, atau sprocket agar ikut berputar. Ukurannya mengikuti diameter poros sesuai standar DIN.

Backstopanti reverse

Mekanisme satu arah yang mencegah poros berputar balik saat motor berhenti. Umum dipakai pada conveyor miring dan bucket elevator agar material tidak turun sendiri.

Brake Motor

Motor listrik dengan rem elektromagnetik yang langsung bekerja saat daya diputus. Dipakai pada aplikasi yang perlu berhenti cepat dan menahan posisi, misalnya hoist dan pintu otomatis.

Duty CycleS1, S2, S3

Klasifikasi pola kerja motor, mulai dari operasi terus menerus (S1) sampai intermiten berulang (S3). Menentukan pemilihan motor dan perhitungan panas pada gearbox.

Alignmentkelurusan poros

Penyelarasan sumbu poros penggerak dan poros yang digerakkan. Alignment yang rapi menekan getaran serta memperpanjang umur kopling, bearing, dan seal.

Greasegemuk

Pelumas semi padat untuk bearing dan beberapa tipe gearbox kecil yang dilumasi seumur pakai. Jenis dan interval penambahannya mengikuti rekomendasi pabrikan.

Oil Level & Drain Plug

Titik pemeriksaan, pengisian, dan pembuangan oli pada bodi gearbox. Posisinya berubah mengikuti orientasi mounting, sehingga perlu dicek sesuai gambar katalog.

Housing Gearbox

Rumah gearbox yang menahan beban dan menjaga posisi roda gigi. Material cast iron dipilih untuk beban berat dan peredaman getaran, sedangkan aluminium untuk unit ringan dan tahan korosi.

Noise Level Gearbox

Tingkat kebisingan gearbox saat beroperasi, dinyatakan dalam dBA pada jarak ukur tertentu. Umumnya dipengaruhi jenis roda gigi, kecepatan putar, dan kondisi pelumasan.

Conveyor Drive

Rangkaian penggerak conveyor berupa gear motor atau kombinasi motor, gearbox, dan kopling. Pemilihannya dihitung dari beban material, kecepatan belt, dan panjang lintasan.

Agitator / Mixer Drive

Penggerak pengaduk yang umumnya memakai gearbox output vertikal dengan kemampuan menahan beban aksial. Data viskositas material menjadi dasar perhitungan torsi yang dibutuhkan.

Kelistrikan & Instalasi 34 istilah

Istilah kelistrikan yang muncul saat menghitung kebutuhan daya, merancang panel, dan memasang unit.

Teganganvoltage, 380/220 V

Beda potensial listrik dalam satuan volt. Standar jaringan di Indonesia adalah 380 V antar fasa dan 220 V fasa ke netral pada sistem tiga fasa empat kawat.

Tiga Fasa & Satu Fasa

Sistem tiga fasa menyalurkan daya lewat tiga kawat bertegangan dan umum dipakai untuk mesin industri, sedangkan satu fasa memakai satu kawat fasa dan netral untuk beban kecil. Genset kapasitas menengah ke atas hampir selalu tiga fasa.

Frekuensi50 Hz

Jumlah siklus listrik per detik. Indonesia memakai 50 Hz, yang pada genset empat kutub berarti engine harus berputar konstan 1500 rpm.

Power Factorcos phi, faktor daya

Perbandingan daya aktif (kW) terhadap daya semu (kVA). Genset umumnya dirating pada pf 0,8. Faktor daya instalasi yang rendah membuat arus lebih besar untuk beban yang sama.

Daya Aktif, Semu & Reaktif

Daya aktif (kW) menghasilkan kerja nyata, daya reaktif (kVAR) dipakai membentuk medan magnet pada motor dan trafo, sedangkan daya semu (kVA) adalah gabungan keduanya dan menjadi dasar penentuan kapasitas genset.

Capacitor Bank

Rangkaian kapasitor yang memperbaiki faktor daya instalasi dengan mengompensasi daya reaktif. Saat genset beroperasi, pengaturan capacitor bank perlu disesuaikan agar beban tidak menjadi leading.

Busbar

Batang tembaga atau aluminium di dalam panel yang mendistribusikan arus ke banyak jalur keluaran. Ukurannya dihitung dari arus nominal dan kemampuan menahan arus hubung singkat.

MCCB & ACB

Pemutus arus untuk proteksi beban. MCCB dipakai pada rentang arus menengah, sedangkan ACB pada arus besar di panel utama dengan setelan proteksi yang bisa diatur lebih detail.

Panel MDP & SDP

Main Distribution Panel adalah panel induk yang menerima daya dari sumber, sedangkan Sub Distribution Panel membagi daya ke area atau mesin tertentu. Jalur genset masuk ke MDP melalui ATS.

Groundingpentanahan, arde

Sistem penyaluran arus gangguan ke bumi melalui elektroda pentanahan. Nilai tahanan pentanahan yang rendah, umumnya di bawah 5 ohm, menjadi syarat keamanan instalasi genset.

Neutral Earthing

Penghubungan titik netral alternator ke sistem pentanahan. Konfigurasinya perlu diselaraskan dengan sistem netral PLN agar proteksi gangguan ke tanah bekerja sesuai rancangan.

Kabel NYY & NYA

Jenis kabel instalasi tegangan rendah. NYY berinti tembaga dengan isolasi PVC ganda untuk instalasi tetap dan penanaman, sedangkan NYA berinti tunggal untuk instalasi dalam pipa.

Voltage Droprugi tegangan

Penurunan tegangan sepanjang penghantar akibat panjang kabel dan besar arus. Perhitungan ini menentukan ukuran kabel dari genset ke panel agar tegangan di sisi beban tetap dalam batas toleransi.

Starting Currentinrush current

Lonjakan arus saat motor listrik pertama kali menyala, bisa mencapai enam sampai delapan kali arus nominal. Angka ini menjadi pertimbangan penting saat menentukan kapasitas genset untuk beban motor besar.

Load Bank

Beban tiruan berupa resistor untuk menguji genset pada berbagai tingkat beban tanpa membebani instalasi nyata. Dipakai saat commissioning dan pengujian berkala unit standby.

Sinkronisasiparalel genset

Proses menyamakan tegangan, frekuensi, dan sudut fasa dua sumber sebelum dihubungkan. Memungkinkan beberapa genset bekerja paralel, atau genset bekerja berdampingan dengan PLN.

Load Sharing

Pembagian beban proporsional antar genset yang beroperasi paralel, diatur oleh modul kontrol. Cara ini memberi fleksibilitas menambah kapasitas secara bertahap sesuai pertumbuhan kebutuhan listrik.

HarmonikTHD

Distorsi gelombang listrik akibat beban non linier seperti inverter dan UPS. Nilai total harmonic distortion yang tinggi membuat alternator dan trafo bekerja lebih panas, sehingga perlu diperhitungkan saat menentukan kapasitas.

Insulation Classkelas isolasi H

Kelas ketahanan panas material isolasi gulungan alternator. Class H mampu menahan suhu sampai sekitar 180 derajat Celsius, menjadi standar umum pada alternator genset industri.

IP Rating

Kode dua angka yang menyatakan tingkat perlindungan terhadap benda padat dan air, misalnya IP23 pada alternator atau IP54 pada panel. Angka pertama untuk debu, angka kedua untuk air.

Ventilasi Ruang Genset

Rancangan aliran udara masuk dan keluar ruang genset untuk pendinginan radiator dan pembuangan panas. Luas bukaan, posisi louver, dan jalur exhaust dihitung sesuai kapasitas unit.

Arus Nominalampere, In

Arus kerja normal suatu peralatan atau jalur instalasi. Pada genset dihitung dari kVA dan tegangan, lalu menjadi dasar penentuan ukuran kabel, busbar, dan breaker.

kWhkilowatt hour

Satuan energi listrik, yaitu daya aktif dikalikan waktu pemakaian. Dipakai untuk menghitung produksi energi genset dan biaya operasional per kWh.

Transformatortrafo

Perangkat yang menaikkan atau menurunkan tegangan listrik. Dipakai bila output genset perlu disalurkan pada tegangan menengah atau disesuaikan dengan tegangan instalasi.

Soft Starter

Perangkat yang menaikkan tegangan motor secara bertahap saat start sehingga lonjakan arus lebih landai. Membantu genset memikul beban motor besar dengan kapasitas yang lebih efisien.

Star Delta Starter

Metode start motor dengan hubungan bintang lebih dulu lalu berpindah ke segitiga. Menurunkan arus start sekitar sepertiga dibanding start langsung (DOL).

DOLDirect On Line

Metode start motor dengan menghubungkan langsung ke tegangan penuh. Paling sederhana, namun menghasilkan arus start paling besar sehingga hanya cocok untuk motor kapasitas kecil.

ELCB / RCDearth leakage

Proteksi yang memutus aliran saat mendeteksi arus bocor ke tanah. Bagian dari perlindungan keselamatan instalasi, termasuk pada jalur distribusi yang disuplai genset.

Surge Arrester

Perangkat penyalur lonjakan tegangan akibat petir atau switching ke sistem pentanahan. Melindungi panel, modul kontrol, dan peralatan elektronik di instalasi.

Reverse Power Protection

Proteksi yang mendeteksi aliran daya balik ke genset saat beroperasi paralel. Penting pada sistem paralel dengan PLN agar alternator tidak berubah fungsi menjadi motor.

Unbalance Loadbeban tidak seimbang

Kondisi pembagian beban antar fasa yang timpang. Menyebabkan arus netral naik dan pemanasan tidak merata pada alternator, sehingga pembagian beban antar fasa perlu ditata.

Beban Non Linier

Beban yang menarik arus tidak berbentuk sinus, seperti inverter, UPS, dan LED driver. Porsi beban non linier yang besar menjadi pertimbangan saat menentukan kapasitas alternator.

Panel Sinkronisasi

Panel yang mengatur proses paralel antar genset atau genset dengan PLN, lengkap dengan pengaturan pembagian beban dan proteksinya. Menjadi pusat kendali sistem multi unit.

Cable Tray & Conduit

Jalur penopang dan pelindung kabel instalasi. Penataan jalur yang rapi memudahkan penelusuran saat perawatan dan menjaga kabel dari kerusakan mekanis.

Servis, Standar & Komersial 35 istilah

Istilah yang muncul pada penawaran, kontrak servis, pengujian, dan standar acuan.

ISO 8528

Standar internasional untuk genset penggerak engine bolak balik, mencakup definisi rating daya (COP, PRP, ESP), kelas performa, dan metode pengujian. Menjadi acuan umum saat membandingkan spesifikasi antar merek.

Datasheetspesifikasi teknis

Lembar spesifikasi resmi yang memuat rating daya, dimensi, berat, konsumsi bahan bakar, tingkat kebisingan, dan data teknis engine serta alternator. Dokumen ini menjadi dasar perbandingan penawaran.

Sizing Gensetpenentuan kapasitas

Proses menghitung kapasitas genset dari total beban, karakter beban (motor, elektronik, pendingin), lonjakan arus start, faktor daya, dan derating lokasi. Hasilnya menentukan rating kVA yang tepat.

Commissioning

Rangkaian pengujian dan penyetelan setelah instalasi sampai unit dinyatakan siap beroperasi, mencakup uji start, uji beban, uji ATS, dan serah terima dokumen serta pelatihan operator.

Load Testuji beban

Pengujian genset pada beban bertingkat, misalnya 25, 50, 75, dan 100 persen, untuk memastikan performa sesuai spesifikasi. Dilakukan saat serah terima dan secara berkala pada unit standby.

Preventive Maintenance (PM)

Perawatan terjadwal berdasarkan jam operasi atau periode kalender, mencakup ganti oli, filter, pemeriksaan air pendingin, aki, dan sistem kontrol. Menjaga kesiapan unit sekaligus menstabilkan biaya perawatan.

Corrective Maintenance

Perbaikan yang dilakukan setelah ditemukan gangguan atau kerusakan, meliputi diagnosa, penggantian komponen, dan pengujian ulang sebelum unit dioperasikan kembali.

Top Overhaul

Pekerjaan perbaikan pada bagian atas engine, terutama cylinder head, valve, dan injector, tanpa membongkar bagian bawah. Umumnya dijadwalkan pada rentang jam operasi tertentu sesuai rekomendasi pabrikan.

General Overhaul

Pembongkaran menyeluruh engine termasuk piston, liner, crankshaft, dan bearing, lalu perakitan ulang dengan komponen baru atau yang telah direkondisi. Mengembalikan performa mendekati kondisi awal.

Running Testtest run

Pengoperasian genset secara berkala, umumnya mingguan atau bulanan, agar sistem pelumasan, aki, dan bahan bakar tetap dalam kondisi siap pakai meski unit jarang terpakai.

Sparepart Genuine

Suku cadang asli dari pabrikan engine atau gearbox, dengan spesifikasi material dan toleransi sesuai rancangan awal. Menjaga masa berlaku garansi dan konsistensi performa unit.

Service Contract

Perjanjian perawatan berkala dengan cakupan kunjungan, sparepart, dan waktu respons yang disepakati di awal. Membuat anggaran perawatan lebih mudah diprediksi sepanjang tahun.

After Sales Service

Layanan purnajual mencakup instalasi, commissioning, perawatan berkala, penyediaan sparepart, dan dukungan teknis. Ketersediaan jaringan servis di kota terdekat mempercepat penanganan di lapangan.

Response Time

Waktu yang dijanjikan penyedia jasa untuk mulai menangani laporan gangguan, dihitung sejak permintaan diterima. Biasanya tercantum dalam kontrak servis bersama cakupan wilayah layanan.

Garansiwarranty

Jaminan pabrikan atau distributor atas komponen dan pengerjaan dalam periode tertentu, umumnya dibatasi jam operasi atau bulan, mana yang tercapai lebih dulu. Syarat perawatan berkala biasanya melekat pada garansi.

Lead Time

Rentang waktu sejak pesanan disetujui sampai unit siap dikirim, mencakup proses perakitan, pengujian, dan pengurusan dokumen. Unit ready stock memiliki lead time paling singkat.

Sewa Gensetrental genset

Penyediaan genset dalam periode tertentu beserta operator dan perawatan, dipakai untuk proyek, event, atau masa transisi instalasi. Alternatif fleksibel bagi kebutuhan daya yang bersifat sementara.

Genset Rekondisi

Unit bekas yang telah diperbaiki dan diuji ulang sebelum dijual kembali. Perlu dicek riwayat jam operasi, kondisi engine dan alternator, serta ketersediaan sparepart untuk tipe tersebut.

Sound Level dBA @7m

Tingkat kebisingan unit yang diukur pada jarak 7 meter dalam satuan desibel. Menjadi acuan saat menyesuaikan unit dengan batas kebisingan lingkungan di sekitar lokasi.

Standar Emisi

Batas kandungan gas buang engine yang mengacu pada regulasi lingkungan setempat maupun standar seperti Euro dan EPA Tier. Relevan untuk proyek dengan persyaratan lingkungan tertentu.

Biaya OperasionalTCO, cost per kWh

Total biaya kepemilikan yang menggabungkan harga unit, konsumsi bahan bakar, pelumas, sparepart, dan jasa servis selama masa pakai. Perhitungan per kWh memberi gambaran paling adil saat membandingkan pilihan unit.

SNI

Standar Nasional Indonesia yang menjadi acuan mutu produk dan instalasi di dalam negeri, termasuk PUIL untuk persyaratan umum instalasi listrik.

PUIL

Persyaratan Umum Instalasi Listrik, pedoman nasional untuk perancangan dan pemasangan instalasi listrik. Menjadi rujukan pada instalasi genset, panel, dan pentanahan.

O&M Manualmanual book

Buku panduan pengoperasian dan perawatan dari pabrikan, memuat prosedur start stop, interval servis, torsi pengencangan, dan daftar sparepart. Diserahkan bersama unit saat serah terima.

Logbook Genset

Catatan harian operasi berisi jam kerja, beban, suhu, tekanan oli, dan pemakaian bahan bakar. Menjadi bahan analisis saat menelusuri perubahan performa unit.

Training Operator

Pelatihan bagi petugas pengguna mengenai prosedur start stop, pembacaan panel, penanganan alarm, dan perawatan harian. Umumnya diberikan saat commissioning.

BASTberita acara serah terima

Dokumen serah terima unit dari penyedia ke pemilik setelah instalasi dan pengujian selesai. Menjadi titik awal perhitungan masa garansi.

Quotationpenawaran harga

Dokumen penawaran resmi berisi spesifikasi unit, harga, lingkup pekerjaan, masa berlaku, dan termin pembayaran. Dasar penerbitan purchase order oleh pembeli.

Scope of Work

Rincian pekerjaan yang termasuk dan tidak termasuk dalam penawaran, misalnya pengiriman, bongkar muat, instalasi kabel, pondasi, atau perizinan. Menyamakan ekspektasi sejak awal proyek.

Pondasi Genset

Dudukan beton yang menahan bobot unit dan meredam getaran ke struktur bangunan. Dimensi serta tulangan dihitung dari berat dan dimensi genset yang dipasang.

Handling & Rigging

Proses bongkar muat dan pemindahan unit ke posisi akhir memakai crane atau forklift. Perlu direncanakan sejak awal, terutama untuk ruang genset di lantai atas atau area terbatas.

Rekomendasi Stok Sparepart

Daftar suku cadang fast moving yang disarankan tersedia di lokasi, seperti filter, belt, dan sensor. Mempersingkat waktu penanganan saat perawatan berkala maupun perbaikan.

Jaringan Servis

Sebaran cabang dan teknisi penyedia di berbagai kota yang menentukan kecepatan penanganan di lapangan. Interjaya melayani antara lain Jakarta dan Semarang.

Ready Stockindent

Status ketersediaan unit. Ready stock berarti unit tersedia di gudang dan siap dikirim, sedangkan indent berarti unit dipesan lebih dulu mengikuti jadwal produksi.

COO & COA

Certificate of Origin menerangkan negara asal barang, sedangkan Certificate of Analysis atau conformity menerangkan kesesuaian spesifikasi. Sering diminta pada pengadaan proyek dan tender.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa bedanya kVA dan kW pada genset?

kVA adalah daya semu dan kW adalah daya aktif yang benar benar dipakai peralatan. Hubungannya kW = kVA x power factor, sehingga genset 100 kVA dengan pf 0,8 menghasilkan 80 kW.

Apa itu prime power dan standby power?

Standby power adalah rating untuk pemakaian darurat saat listrik utama padam dengan batas sekitar 200 jam per tahun. Prime power adalah rating untuk pemakaian tanpa batas jam dengan beban bervariasi, dipakai bila genset menjadi sumber listrik utama.

Apa fungsi ATS dan AMF pada instalasi genset?

AMF mendeteksi kegagalan sumber utama lalu menyalakan genset secara otomatis, sedangkan ATS memindahkan beban dari sumber utama ke genset dan mengembalikannya ketika sumber utama normal.

Bagaimana cara membaca rasio gearbox 1:30?

Rasio 1:30 berarti putaran input direduksi 30 kali. Motor 1500 rpm menghasilkan sekitar 50 rpm di poros output, dengan torsi meningkat kira kira sebesar rasio dikali efisiensi gearbox.

Apa itu service factor pada pemilihan gearbox?

Service factor adalah faktor pengali kebutuhan daya berdasarkan karakter beban dan jam operasi. Beban halus memakai nilai sekitar 1,0, sedangkan beban kejut 24 jam bisa 1,75 ke atas agar gearbox punya cadangan kapasitas.

Apa perbedaan gearbox helical dan worm gear?

Helical gear memberi efisiensi tinggi sekitar 95 sampai 98 persen per tahap dan cocok untuk operasi terus menerus. Worm gear memberi rasio besar dalam bodi ringkas dengan sifat self locking, namun efisiensinya lebih rendah karena kontaknya gesek luncur.

Apa itu ISO 8528 pada spesifikasi genset?

ISO 8528 adalah standar internasional untuk genset penggerak engine bolak balik yang mengatur definisi rating daya COP, PRP, dan ESP, kelas performa, serta metode pengujian, sehingga spesifikasi antar merek bisa dibandingkan setara.

Mengapa genset perlu diuji dengan load bank?

Load bank memungkinkan pengujian pada berbagai tingkat beban tanpa membebani instalasi nyata. Pengujian berkala juga mencegah wet stacking pada unit yang biasanya beroperasi di beban rendah.

Butuh bantuan memilih unit yang sesuai? Tim teknis kami siap membantu perhitungan kapasitas genset maupun pemilihan rasio gearbox sesuai beban Anda. Telusuri katalog genset, katalog gearbox, atau baca artikel di Pengetahuan Genset dan Gearbox Motor.