Sebelum genset diserahterimakan, pengujian harus memastikan:
Unit dapat dinyatakan lolos apabila hasil pengujian genset sebelum serah terima memenuhi spesifikasi proyek, ketentuan produsen, serta kriteria penerimaan yang telah disepakati.
Genset yang berhasil menyala belum tentu siap diterima. Pemeriksaan perlu dilanjutkan hingga kondisi instalasi, kemampuan menerima beban, proteksi, perpindahan sumber listrik, dan dokumen pendukung dapat diverifikasi.
Karena itu, parameter dan kriteria kelulusan sebaiknya sudah disepakati sebelum commissioning genset dimulai. Dengan cara ini, pemilik proyek mempunyai dasar yang jelas untuk menerima unit atau meminta tindak lanjut.
Langkah pertama adalah memastikan unit yang tiba sama dengan spesifikasi yang dipesan. Cocokkan dokumen pemesanan, datasheet, dan nameplate pada genset maupun komponen utamanya. Gunakan Checklist verifikasi identitas dan spesifikasi genset untuk memudahkan Anda
Nomor model dan seri penting karena dokumentasi teknis dapat bersifat spesifik terhadap unit. Cummins, misalnya, menyediakan manual, informasi dataplate, serta dokumen produk berdasarkan identitas mesin melalui sistem dokumentasi teknisnya.
Jika pemilihan unit juga mempertimbangkan jenis mesin, Anda dapat membaca panduan mengenai pilihan mesin genset industri sebelum memastikan spesifikasi unit yang dipesan.
Pemeriksaan fisik bertujuan memastikan pengiriman dan pemasangan tidak meninggalkan kerusakan, sambungan longgar, kebocoran, atau kondisi yang dapat mengganggu pengoperasian.
Periksa:
Sebelum mesin dinyalakan, pastikan bahan bakar, oli, coolant, baterai, jalur udara, exhaust, dan perangkat pemutus telah diperiksa.
Manual instalasi Cummins menekankan pemeriksaan oli dan coolant sebelum start serta pemeriksaan kebocoran bahan bakar, coolant, dan exhaust ketika genset beroperasi. Langkah ini membantu mencegah masalah sistem pendukung memengaruhi hasil pengujian atau menyebabkan risiko keselamatan.
Pengujian tanpa beban digunakan untuk memeriksa apakah genset dapat start dan mencapai kondisi operasi dasar sebelum beban diberikan.
Parameter yang perlu dicatat meliputi:
Jangan menggunakan satu rentang kelulusan untuk seluruh genset. Bandingkan hasilnya dengan datasheet, manual produsen, dan kriteria teknis proyek.
Load test genset digunakan untuk memeriksa performa unit ketika benar-benar menyuplai daya. Beban diberikan berdasarkan tahapan dan skenario yang telah disepakati.
Setiap tahap pembebanan perlu menghasilkan data yang dapat dibandingkan dengan kriteria penerimaan.
Berikut contoh pencatatannya:
| Tahap Beban | kW/ kVA Aktual | Tegangan | Frekuensi | Arus R–S–T | Power Factor | Suhu Coolant | Tekanan Oli | Durasi | Hasil/ Catatan |
| Tanpa beban | Catat hasil pengukuran | Catat per fasa | Catat hasil pengukuran | Catat jika relevan | Catat nilai aktual | Catat suhu aktual | Catat tekanan aktual | Sesuai prosedur uji | Kondisi awal sebelum pembebanan |
| Beban tahap 1 | Catat kW dan kVA | Catat per fasa | Catat hasil pengukuran | Catat R, S, dan T | Catat nilai aktual | Catat suhu aktual | Catat tekanan aktual | Sesuai skenario uji | Bandingkan dengan kriteria penerimaan |
| Beban tertinggi yang diuji | Catat kW dan kVA | Catat per fasa | Catat hasil pengukuran | Catat R, S, dan T | Catat nilai aktual | Catat suhu aktual | Catat tekanan aktual | Sesuai skenario uji | Tentukan status berdasarkan kriteria proyek |
Tahap, durasi, dan besar pembebanan tidak perlu dibuat menjadi angka universal. Gunakan skenario pengujian yang ditetapkan dalam dokumen proyek dan ketentuan unit.
Perubahan beban dapat memengaruhi tegangan, frekuensi, dan respons mesin. Catat perubahan yang terjadi, waktu pemulihan, serta muncul atau tidaknya alarm ketika beban ditambahkan maupun dilepas.
Hasil tersebut kemudian dibandingkan dengan kriteria performa yang telah ditentukan untuk proyek atau genset terkait.
Jika memungkinkan dan aman dilakukan, pengujian perlu mempertimbangkan kondisi beban yang diperkirakan terjadi pada fasilitas, misalnya saat beberapa peralatan besar beroperasi bersamaan atau ketika terjadi urutan start tertentu.
Tujuannya bukan membuat beban seberat mungkin, tetapi memastikan skenario uji relevan dengan kondisi operasional yang sebenarnya.
Pada sistem tiga fasa, catat arus R, S, dan T ketika genset menerima beban. Perbedaan yang tidak sesuai dengan desain dapat menjadi alasan untuk memeriksa kembali pembagian beban atau instalasi.
Batas ketidakseimbangan tidak sebaiknya ditentukan dengan satu angka umum. Gunakan persyaratan desain sistem dan ketentuan peralatan sebagai dasar penerimaan.
Alarm dan proteksi perlu diverifikasi untuk memastikan genset memberikan respons sesuai desain ketika kondisi tertentu terdeteksi.
Fungsi yang diperiksa sesuai fitur unit dapat mencakup:
Jika ATS/AMF menjadi bagian sistem, pengujian perlu memastikan urutan perpindahan sumber bekerja sesuai desain, mulai dari hilangnya sumber utama hingga sistem kembali ke kondisi normal.
Sebelum pengujian, pahami terlebih dahulu fungsi panel AMF dan ATS pada genset. Kemudian catat:
Pemeriksaan abnormalitas perlu dilakukan selama dan setelah pengujian beban. Beban dapat membuat kondisi yang tidak terlihat ketika genset hanya menyala tanpa beban menjadi lebih mudah teridentifikasi.
Manual instalasi Cummins mengarahkan pemeriksaan kebocoran bahan bakar, coolant, exhaust, dan suara tidak biasa ketika unit beroperasi pada beban. Jika ditemukan masalah, catat lokasi, waktu, kondisi beban saat muncul, dan tindakan koreksinya.
Dokumen serah terima genset juga perlu mencakup dokumen yang menjadi acuan pengoperasian, pemeliharaan, garansi, dan tindak lanjut setelah commissioning.
Periksa ketersediaan:
Dokumen tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lingkup kontrak karena tidak semua proyek memiliki paket dokumen yang sama.
Setiap hasil pemeriksaan perlu memiliki status agar temuan dapat ditindaklanjuti sebelum berita acara serah terima genset diselesaikan.
Tambahkan bukti pengukuran, foto, atau laporan pengujian jika dibutuhkan oleh proyek sehingga keputusan penerimaan dapat ditelusuri kembali.
Serah terima final sebaiknya dilakukan setelah ketidaksesuaian yang memengaruhi penerimaan unit telah diselesaikan sesuai mekanisme proyek.
Setiap temuan perlu memiliki penanggung jawab, tindakan koreksi, target penyelesaian, dan bukti pengujian ulang jika diperlukan. Dengan demikian, unit tidak dinyatakan diterima hanya karena berhasil start, sementara parameter penting lainnya masih belum terverifikasi.
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul dalam pemeriksaan dan pengujian genset baru sebelum serah terima.
Belum tentu. Kemampuan menerima beban, kestabilan output, sistem proteksi, kondisi instalasi, dan integrasi dengan sistem kelistrikan juga perlu diperiksa sesuai lingkup proyek.
Tidak selalu. Kebutuhan load bank bergantung pada spesifikasi proyek, kontrak, ketersediaan beban aktual, dan prosedur commissioning.
Pihak yang terlibat mengikuti struktur proyek. Umumnya dapat mencakup supplier atau teknisi, kontraktor terkait, perwakilan pemilik, serta konsultan pengawas jika termasuk dalam proyek.
Catat ketidaksesuaian dan parameter yang terdampak, lakukan tindakan koreksi, lalu lakukan pengujian ulang sesuai kebutuhan sebelum hasilnya dinyatakan memenuhi kriteria penerimaan.
Sebelum serah terima, sepakati terlebih dahulu parameter, metode pengujian, dan kriteria kelulusannya. Verifikasi kemudian perlu mencakup kesesuaian spesifikasi, instalasi, operasi tanpa beban, kemampuan menerima beban, proteksi, ATS/AMF jika tersedia, serta dokumen pendukung. Temuan yang memengaruhi penerimaan perlu ditutup dan diverifikasi sebelum serah terima final ditandatangani.
Sebelum melakukan pemesanan, tentukan kebutuhan daya, kondisi instalasi, pola penggunaan, serta parameter pengujian yang perlu dipenuhi saat serah terima. PT Interjaya Suryamegah menyediakan pilihan genset untuk kebutuhan industri dan fasilitas. Konsultasikan kebutuhan operasional Anda agar spesifikasi unit dan rencana pengujiannya dapat dibahas sejak awal sebelum genset digunakan.
Alamat: Branch Office
Hotline:
+6231 9985 0000
+6221 2900 6565
+6281288889052
Sebelum membeli vacuum pump, tentukan: Tingkat tekanan atau kekuatan vacuum yang dibutuhkan. Volume udara atau…
Perbedaan standby, prime, dan continuous rating genset terletak pada fungsi serta pola pengoperasiannya, seperti yang…
Rating genset adalah klasifikasi kemampuan genset menghasilkan daya berdasarkan fungsi, pola beban, dan kondisi operasinya.…
Cara memilih motor listrik untuk cooling tower adalah: Catat data kipas dan beban yang harus…
Cara memilih vibrator motor untuk hopper yang materialnya sering tersendat adalah: Kenali pola sumbatan yang…
Cara menentukan genset untuk area tambang berdasarkan kondisi lapangan adalah: Tentukan fungsi genset sebagai sumber…