General

Memilih Jenis Modul AMF (Automatic Main Failure), Cek Spesifikasinya!

Ada banyak jenis modul yang dijual di pasaran, beberapa di antaranya jenis modul Automatic Main Failure (AMF). Panel AMF ini berfungsi untuk mengontrol secara otomatis sistem on/off yang ada pada mesin generator.

Secara fungsional, panel AMF sangat efisien jika digunakan untuk kebutuhan listrik pabrik atau perkantoran. Dengan penggunaan panel AMF ini, saat terjadi pemadaman listrik tak perlu lagi menyalakan genset secara manual.

Ada beberapa jenis modul AMF yang dapat digunakan, diantaranya bisa Anda simak sebagai berikut.

Jenis-Jenis Modul Automatic Main Failure (AMF)

Modul DEEPSEA 4420

Pertama ada modul DEEPSEA 4420 yang dapat dioperasikan dalam beberapa cara, yakni mode manual, otomatis, dan remote start. Selain itu, modul ini juga dapat dikonfigurasikan dengan perangkat komputer. Berikut fitur yang terdapat pada modul DEEPSEA 4420.

  • Berfungsi sebagai on/off genset
  • Dapat mendeteksi temperatur, tekanan oli dan fuel
  • Terdapat analogi yang bisa menunjukan sensor tekanan oli, temperatur, dan fuel
  • Bisa mengukur tegangan dan frekuensi genset
  • Memiliki internal timer
  • Bisa mengukur tegangan baterai
  • Dapat melakukan transfer switch secara otomatis
  • Bisa dipasang di bagian depan panel

AMF Module DSE 7120

Selanjutnya ada AMF Module DSE 7120. Modul jenis ini memiliki banyak fitur. Seperti alarm indikasi berupa LED dan LCD serta mempunyai mode power save. Berikut fitur lainnya yang bisa Anda ketahui.

  • Terdapat ikon backlit pada layar LCD
  • Mempunyai lima kunci menu
  • Editing panel pada bagian depan
  • Terdapat 4 digital input
  • 3 analog input, 2 fixed dan 1 flexible
  • Memiliki 6 konfigurasi outputs
  • Dapat mengkonfigurasi waktu dan alarm
  • Memiliki konfigurasi alternatif
  • Bisa terkoneksi dengan USB
  • Memiliki engine pre-heat
  • Automatic load transfer
  • Terdapat tombol tes
  • Bisa mengukur tegangan baterai
  • Terdapat hours counter
  • Memiliki event log (5)
  • CAN dan Magnetic Pick Up / Alt. Sensing
  • Mengukur 3 phase main utility
  • Mampu mengukur dan melindungi secara realtime

Selain sejumlah fitur di atas, spesifikasi lainnya adalah dapat memberikan peringatan, menyimpan waktu secara real time, bisa mengukur secara remote SCADA menggunakan perangkat lunak DSE Configuration Suite melalui komputer.

Timer (Time Delay)

Jenis modul AMF selanjutnya yakni Timer yang biasa digunakan pada Panel AMF-ATS konvensional. Modul ini sangat sederhana, terdiri atas 5 buat time delay.

Sebagai main failure time delay, modul ini bekerja dengan cara melakukan penundaan saat terjadi pemadaman yang terjadi karena drop tegangan.

Hal tersebut bisa saja terjadi ketika panel AMF-ATS sedang tidak diperlukan. Adapun beberapa fiturnya dapat disimak sebagai berikut.

  • Cranking time delay, berfungsi untuk mengatur starting genset
  • Main transfer time delay, untuk menunda transfer switch ke posisi main atau PLN
  • Genset transfer time delay, yang berguna untuk menunda transfer switch ke posisi genset agar terjadi proses pemanasan sebelum menerima beban
  • Recooling time delay, yang berfungsi untuk menghentikan genset setelah proses pendinginan selesai begitu tegangan Main/PLN pulih dan transfer switch ke posisi Main lagi

Smart Relay

Jenis modul ini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan Timer. Hanya saja, modul ini berupa perangkat lunak atau software. Smart Relay diprogram menyerupai penggunaan Timer.

Modul jenis ini juga dapat terhubung langsung dengan genset dengan memberikan sinyal on/off.

Modul AMF C20

Selanjutnya ada Modul AMF C20, yang merupakan interface dari Motorized COS Atys dari Socomec. Modul ini dilengkapi fitur AMF sehingga dapat mendeteksi tegangan Main atau PLN. Modul C20 mentriger genset agar melakukan start.

Akan tetapi, perangkat ini tidak terhubung secara langsung dengan genset. Hanya mampu melakukan start/stop sesuai perintah. Selain itu, modul jenis ini dikonfigurasikan dengan D10 yang terpasang pada bagian depan panel. Sehingga memudahkan pengoperasiannya.

Modul AMF C20 ini hanya bisa terpasang pada DIN Rail dan tidak dapat dipasang pada bagian depan panel.

Itulah beberapa jenis modul AMF serta spesifikasinya. Dengan mengetahui jenis modul dan berbagai fiturnya, Anda akan bisa memilih secara tepat mana modul untuk mengontrol secara otomatis sistem on/off yang ada pada mesin generator sesuai kebutuhan.

Jika Anda sedang mencari genset terbaik, percayakan pada PT Interjaya Surya Megah. Sebagai distributor Genset dengan engine MWM dan Genset dengan engine MAN, kami telah dipercaya sebagai distributor genset di Indonesia. Dapatkan genset terbaik anda dengan harga terjangkau dari disini. Segera hubungi kami dan konsultasikan kebutuhan genset Anda.

admin

Recent Posts

Kesalahan Integrasi Genset dengan Sistem Otomasi yang Sering Memicu Downtime Produksi

Integrasi genset dengan sistem otomasi industri sering memicu downtime umumnya karena desain integrasi daya yang…

3 weeks ago

Audit Energi Mekanis untuk Menekan Pemborosan di Pabrik yang Beroperasi 24 Jam

Audit energi mekanis pabrik industri adalah proses evaluasi sistem penggerak, transmisi, dan komponen mekanis untuk…

4 weeks ago

Mengapa Banyak Pabrik Mengalami Downtime Bukan karena Mesin Utama, tetapi Sistem Penggeraknya

Penyebab downtime produksi akibat sistem penggerak mesin sering terjadi karena gangguan pada gearbox, gear motor,…

1 month ago

Strategi Menyusun Sistem Cadangan Daya Berlapis untuk Pabrik yang Beroperasi Nonstop

Sistem cadangan daya berlapis untuk pabrik industri disusun dengan mengidentifikasi proses produksi yang benar-benar kritis,…

1 month ago

Keterlambatan Recovery Setelah Listrik Padam Memperpanjang Downtime Operasional

Keterlambatan recovery operasional setelah listrik padam terjadi akibat jeda waktu teknis saat melakukan inisialisasi ulang…

2 months ago

Mesin Berjalan Aman Tapi Biaya Listrik Tinggi? Sering Kali Masalahnya Ada di Sistem Kendali Mekanis

Pemborosan energi mesin industri akibat sistem kendali mekanis terjadi karena mesin dipaksa bekerja pada kecepatan…

2 months ago