{"id":121,"date":"2020-11-24T21:56:00","date_gmt":"2020-11-24T14:56:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.interjaya.com\/blog\/?p=121"},"modified":"2021-01-01T22:38:26","modified_gmt":"2021-01-01T15:38:26","slug":"cara-mengukur-tingkat-kebisingan-genset","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.interjaya.com\/blog\/cara-mengukur-tingkat-kebisingan-genset\/","title":{"rendered":"Cara Mengukur Tingkat Kebisingan Genset"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Cara mengukur tingkat kebisingan genset<\/strong> bisa menjadi\njawaban atas gangguan yang ditimbulkan selama ini. Bagaimana tidak, suara yang\ndihasilkan begitu menganggu dan tidak jarang sering menimbulkan beragam gangguan\nkesehatan. Sehingga batas kebisingan harus dipastikan aman dan dapat\nditoleransi oleh pendengaran manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Aspek kebisingan\nyang ditimbulkan genset memang harus cepat-cepat ditemukan solusi. Karena, jika\nkebisingan tersebut terus dibiarkan maka hal tersebut dapat mengganggu pada lingkungan\nyang ada di sekitar. Karena itu, perlu mencari mesin dengan batas pendengaran normal\natau mesin yang dibekali dengan kanopi untuk meredamkan suara.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebelum memilih\nmesin, akan lebih baik jika Anda meminta keterangan dari vendor terlebih\ndahulu. Anda juga bisa melakukan percobaan sederhana terkait <strong>cara mengukur tingkat kebisingan genset<\/strong>,\nsehingga bisa menemukan mesin terbaik sesuai dengan kebutuhan namun tidak\nmenimbulkan gangguan.<\/p>\n\n\n\n<p>Macam Tipe Genset Beserta Ambang\nBisingnya<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini tersedia\nberagam tipe mesin bisa digunakan untuk keperluan pribadi atau komersial. Dari\njenis tersebut setiap genset memiliki nilai ambang batasnya masing-masing.\nContohnya tipe open type yang menimbulkan suara hingga intensitas 90 dB serta\nsilent box dengan bata hanya di bawah 70 dB.<\/p>\n\n\n\n<p>Jika Anda\nmembutuhkan mesin dengan suara lebih aman, maka bisa mencari tipe silent dengan\nkanopi tambahan yang mampu menghasilkan intensitas menjadi 60 dB. Mengingat\nbatas kebisingan yang masih dapat ditolerir manusia adalah 60 dB. Karena itu,\npemilihan genset menjadi hal penting agar tidak menimbulkan polusi.<\/p>\n\n\n\n<p>Cara\nMengukur Tingkat Kebisingan Genset dengan Cara Manual<\/p>\n\n\n\n<p>Tingkat\nkebisingan adalah ukuran tekanan suara yang dihasilkan dari sebuah aktivitas.\nSkalanya berada dalam satuan dB atau decibel. Satuan ini merupakan perbandingan\nlogaritmis antara tingkat suara yang terdengar dengan tekanan suara sesuai\nambang batas pendengaran manusia.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Cara mengukur tingkat kebisingan genset<\/strong> ini penting\ndiketahui karena setiap benda menghasilkan intensitas suara berbeda. Sedangkan\nkebisingan disesuaikan dengan persepsi pendengaran manusia. Sehingga terkadang\nsatu hal bising sebenarnya belum tentu bising di pendengaran manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu\ndibuat aturan penyesuaian menggunakan dB (decibel). Satuan ini hanya mengukur\nsuara dengan tingkat intensitas suara yang berada pada ambang frekuensi\npendengaran manusia. Jarak pengukuran yang digunakan biasanya sekitar 7 m atau\njika tidak disebutkan maka berada pada jarak 1 m dari sumber suara.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>cara mengukur tingkat kebisingan genset<\/strong> secara manual bisa dilakukan menggunakan rumus sebagai berikut:<\/p>\n\n\n\n<p>Taraf intensitas dari sebuah sumber bunyi dirumuskan dengan:<\/p>\n\n\n\n<p>TI = 10 log (I\/Io)<\/p>\n\n\n\n<p>di mana:<\/p>\n\n\n\n<p>TI = Taraf Intensitas Bunyi (dB)<\/p>\n\n\n\n<p>I = Intensitas Sumber Bunyi (W\/m2)<\/p>\n\n\n\n<p>Io = Intensitas Ambang Pendengaran (10<sup>-12<\/sup>)<\/p>\n\n\n\n<p>Po= tingkat\ntekanan pada ambang suara manusia \u2026(2X10-5 Pascal)<\/p>\n\n\n\n<p>Cara\nMengukur Tingkat Kebisingan Genset Menggunakan Alat<\/p>\n\n\n\n<p>Cara pengukuran suara\nsecara manual memang menyulitkan. Pasalnya, dibutuhkan informasi secara akurat\nterkait intensitas suara dan perhitungan secara teliti. Sehingga kini telah\nmuncul alat digital yang bisa digunakan dalam pengukuran dengan alat berikut\nuntuk pengukuran lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Menggunakan Sound Level Meter<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Cara mengukur tingkat kebisingan genset<\/strong> dengan cara menggunakan\nsebuah alat yang bernama sound level meter. Alat ini sudah tersedia dalam\njumlah dua versi yakni sebuah versi analog dan sebuah versi yang digital.\nSecara umum pengukuran dilakukan dengan meletakkan alat setinggi telinga saat\npengukuran. Setelah itu, Anda tinggal arahkan mikrofon ke sumber suara dengan\nsudut 70 derajat.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah dilakukan\npengukuran, maka Anda bisa langsung membaca hasilnya. Jika versi analog maka\nAnda harus meraba disesuaikan dengan arah jarum pada alat. Namun, untuk versi\ndigital Anda cukup membaca angka yang tersedia di layar saja. angka tersebut\nmenunjukkan intensitas suara dari genset yang diukur.<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Aplikasi Sound\nMeter<\/strong><\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Cara mengukur\nkebisingan genset selanjutnya adalah menggunakan aplikasi sound meter. Aplikasi\nini bisa digunakan bagi Anda pengguna android. Sehingga kini bisa mengukur sumber\nsuara di mana saja dan kapan saja. Namun, aplikasi ini memiliki kelemahan, hasilnya\ntidak akurat karena dipengaruhi kualitas input gadget.<\/p>\n\n\n\n<p>Penggunaan\naplikasi android ini nilai maksimum ditentukan oleh masing-masing gadget.\nSehingga terkadang ada beberapa suara yang tidak bisa diukur tingkat kebisingannya.\nContoh untuk Samsung nilai maksimal 85 dB, sedangkan untuk Nexus 82 dB.\nSehingga hasilnya tidak seakurat alat sound level meter.<\/p>\n\n\n\n<p>Meskipun aplikasi\nandroid ini memiliki banyak kekurangan namun bisa menjadi solusi praktis atas\nkebutuhan masyarakat. Khususnya yang tidak memiliki alat pengukur resmi.\nSetidaknya, bisa dilakukan perkiraan terkait seberapa besar kebisingan yang\ndihasilkan. Jangan sampai di atas ambang pendengaran manusia.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengukuran\ntingkat kebisingan ini akan membantu Anda menemukan genset andalan yang tidak\nmenimbulkan polusi bagi diri atau lingkungan. Terlebih untuk keperluan industri\nkebisingan sangat menentukan hasil produksi dan keselamatan karyawan. Sehingga\nuntuk industri akan lebih baik memilih tipe silent.\n\nPemilihan genset yang tepat sangat berpengaruh\nterhadap kelancaran penggunaannya. Selain tingkat kebisingan Anda juga harus\nmemikirkan terkait supply daya beserta energi yang dihasilkan. Namun, harus\ntetap berpatokan pada <strong>cara mengukur\ntingkat kebisingan genset<\/strong> agar dapatkan genset yang tidak mengganggu\nkesehatan.\n\n\n\n<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cara mengukur tingkat kebisingan genset bisa menjadi jawaban atas gangguan yang ditimbulkan selama ini. Bagaimana tidak, suara yang dihasilkan begitu menganggu dan tidak jarang sering menimbulkan beragam gangguan kesehatan. Sehingga batas kebisingan harus dipastikan aman dan dapat ditoleransi oleh pendengaran manusia. Aspek kebisingan yang ditimbulkan genset memang harus cepat-cepat ditemukan solusi. Karena, jika kebisingan tersebut &hellip; <a href=\"https:\/\/www.interjaya.com\/blog\/cara-mengukur-tingkat-kebisingan-genset\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Cara Mengukur Tingkat Kebisingan Genset&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_lock_modified_date":false,"footnotes":""},"categories":[6,3],"tags":[],"class_list":["post-121","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pengetahuan-genset","category-tips-genset"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.interjaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.interjaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.interjaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.interjaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.interjaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=121"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.interjaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":145,"href":"https:\/\/www.interjaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/121\/revisions\/145"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.interjaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=121"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.interjaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=121"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.interjaya.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=121"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}